• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pakar: Geopolitik Dunia Mulai Menjauh dari Tatanan Hukum Internasional

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 11 Januari 2026 - 02:53
in Internasional
Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah. Foto: ANTARA

Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai dinamika geopolitik global tengah bergeser dari tatanan hukum internasional menuju persaingan kekuatan yang semakin rapuh dan tidak stabil.

Pergeseran ini, menurutnya, terlihat jelas setelah langkah Amerika Serikat (AS) di Venezuela serta ancaman pengambilalihan Greenland.

BacaJuga:

Timur Tengah Memanas, AS dan Iran Saling Serang 2 Malam Berturut-turut

Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara

Sikap Arogan Trump: Klaim Iran Minta Damai Setelah Dihantam Serangan AS

Kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (10/1/2026), Rezasyah mengatakan Presiden AS Donald Trump memandang kritik komunitas internasional terhadap kebijakan Washington relatif lemah.

Kondisi tersebut, menurut dia, membuat Trump tidak merasa perlu menyelesaikan konflik melalui mekanisme dan aturan hukum internasional.

“Jadi Trump melihat kritik dunia itu lemah, dan PBB sampai sekarang juga belum mampu melahirkan resolusi,” ujar Rezasyah.

Ia menilai situasi tersebut mendorong tatanan global bergerak ke arah multipolar yang rapuh. Dalam kondisi ini, negara-negara cenderung mengambil posisi ganda untuk melindungi kepentingannya masing-masing di tengah persaingan antar kekuatan besar.

Rezasyah juga berpandangan bahwa Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO )mulai melihat AS sebagai sekutu yang mengkhawatirkan.

Penilaian itu muncul setelah tindakan AS terhadap Venezuela serta rencana pengambilalihan Greenland dari Denmark, yang membuat Rusia dinilai tidak lagi menjadi ancaman utama.

Dalam konteks tersebut, Rezasyah menilai posisi Indonesia di panggung internasional saat ini menyerupai ungkapan “mendayung antara dua karang” yang pernah diperkenalkan oleh Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta.

Ia menegaskan Indonesia perlu bersikap sangat berhati-hati agar tidak menyinggung pihak-pihak terkait, sekaligus membangun kerja sama internasional yang berlandaskan prinsip saling menguntungkan dan saling mendukung demi tercapainya perdamaian dunia.

Rezasyah juga menekankan pentingnya Indonesia untuk terus menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, setiap langkah mempertahankan diri di tingkat global harus dilakukan semata-mata sebagai respons atas pelanggaran terhadap aturan internasional yang berlaku.

Pada 3 Januari, militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Venezuela dengan tuduhan terorisme narkoba.

Setelah itu, Presiden Donald Trump menyatakan AS akan mengambil alih Greenland dari Denmark dengan alasan keamanan. (bro)

Tags: Geopolitik DuniaHukum InternasionalPakar Hubungan InternasionalTeuku RezasyahUniversitas Padjadjaran

Berita Terkait.

Rudal
Internasional

Timur Tengah Memanas, AS dan Iran Saling Serang 2 Malam Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:16
Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara
Internasional

Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28
ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Internasional

Sikap Arogan Trump: Klaim Iran Minta Damai Setelah Dihantam Serangan AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:33
Isfhan
Internasional

DPR Jajaki Kerja Sama dengan Belarusia, dari Susu Halal hingga Teknologi Pengelolaan Sampah

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:49
sayid
Internasional

Menlu Iran Desak AS Angkat Kaki dari Selat Hormuz: Jika Ingin Aman Pergilah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:02
trump
Internasional

Berulah Lagi, Trump Serang Iran Usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2228 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1450 shares
    Share 580 Tweet 363
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.