INDOPOSCO.ID – Biaya layanan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) penyelenggaraan haji 2026 turun. Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf (Gus Irfan) dalam keterangan, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Gus Irfan, turunnya biaya layanan Armuzna tersebut merupakan hasil dari perubahan pendekatan pemerintah dalam melakukan negosiasi dengan penyedia layanan di Arab Saudi.
“Kami sejak awal (layanan Armuzna) tidak meminta cashback, fee, maupun bentuk imbalan lainnya. Kami minta biaya bersih,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pendekatan tersebut membuat biaya lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas layanan. Bahkan, fasilitas yang diterima jemaah justru meningkat.
“Di 2015 lalu luas kasur sekitar 0,8 meter persegi, tahun ini menjadi 1 meter persegi. Jadi lebih murah, tapi kualitasnya lebih baik,” ucapnya.
Lebih jauh Gus Irfan mengungkapkan, penurunan biaya layanan Armuzna berasal dari biaya masyair haji. Di penyelenggaraan haji 2026 turun 200 riyal.
“Penurunan biaya layanan Armuzna ini berdampak langsung pada penghematan anggaran negara hingga Rp180 miliar,” ujarnya.
“Kalau tahun lalu biaya layanan Armuzna sekitar 2.300 riyal, tahun ini menjadi 2.100 riyal per jemaah,” imbuhnya. (nas)











