INDOPOSCO.ID – Di tengah penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sektor pariwisata dinilai berpeluang menjadi sumber pemasukan baru bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, menilai pengembangan wisata urban masih menyimpan peluang besar yang belum digarap secara optimal oleh pemerintah daerah.
“Di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami penyesuaian akibat pengurangan APBD, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pemasukan baru bagi kas daerah,” katanya kepada wartawan Jumat (9/1/2025).
Ia menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata yang terencana dan berkelanjutan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Jakarta.
Ia juga menyoroti kekayaan destinasi wisata yang dimiliki Jakarta, yang dinilai tidak kalah menarik dibandingkan kota-kota besar lain di dalam maupun luar negeri.
“Konsep wisata urban, kata dia, berpotensi menjadi daya tarik utama jika dikemas dengan pendekatan yang tepat dan modern,” ujarnya.
Menurutnya, Jakarta memiliki kawasan-kawasan khas yang dapat dikembangkan sebagai ikon wisata tematik, seperti Glodok dan Pasar Baru yang memiliki karakter budaya kuat.
Ia mencontohkan, kawasan tersebut sejatinya bisa disetarakan dengan destinasi seperti Pecinan dan Little India di Singapura maupun Malaysia.
“Selain itu, kawasan Kota Tua Jakarta dinilai menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu,” ucapnya.
“Dengan tetap menjaga nilai historis dan arsitektur bangunan peninggalan kolonial, kawasan tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai pusat hiburan, belanja, dan kuliner yang berkelas,” tambahnya.
Untuk merealisasikan pengembangan pariwisata tersebut, August mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Pariwisata, agar menghadirkan berbagai inovasi serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.
Menurut dia, sinergi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan pengembangan wisata urban.
Ia juga mengusulkan pemberian insentif dan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi dan berkontribusi dalam pengembangan kawasan wisata di Ibu Kota.
“Sektor usaha seperti kuliner, fesyen, dan ekonomi kreatif dinilai dapat menjadi penggerak utama aktivitas wisata,” jelasnya.
August menegaskan, penguatan sektor pariwisata urban tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga berperan strategis dalam memperkuat citra Jakarta di tingkat global.
“Keberagaman budaya dan identitas warga Jakarta, dapat diekspresikan melalui pengembangan destinasi wisata yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (fer)











