• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi Indonesia Tahan Uji di 2025, Modal Kuat Menuju Pertumbuhan 2026

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 6 Januari 2026 - 12:50
in Ekonomi
Ilustrasi - Uang rupiah pecahan berbagai nominal. Stabilitas inflasi dan surplus neraca perdagangan menopang ketahanan perekonomian Indonesia hingga akhir 2025. Foto: ANTARA

Ilustrasi - Uang rupiah pecahan berbagai nominal. Stabilitas inflasi dan surplus neraca perdagangan menopang ketahanan perekonomian Indonesia hingga akhir 2025. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menutup tahun 2025, perekonomian Indonesia menunjukkan daya tahan yang solid di tengah dinamika global. Sejumlah indikator utama mengonfirmasi bahwa fondasi ekonomi nasional tetap terjaga dan memberikan ruang optimisme bagi kinerja ekonomi pada 2026.

BacaJuga:

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

“Perekonomian Indonesia di penutup tahun 2025 tetap resilien, didukung aktivitas manufaktur yang ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus. Faktor-faktor tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026,” ujar Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Febrio mengatakan, sektor manufaktur menjadi salah satu penopang utama. PMI (Indeks Manajer Pembelian) Manufaktur Indonesia pada Desember 2025 tercatat 51,2, menandai fase ekspansi selama lima bulan berturut-turut.

“Kinerja ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, peningkatan penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas pembelian bahan baku. Optimisme pelaku usaha pun menguat, mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir,” jelasnya.

Dari sisi eksternal, iklim global turut memberikan dukungan. Aktivitas manufaktur negara mitra dagang utama Indonesia berada di zona ekspansif, seperti Amerika Serikat (51,8), China (50,1), dan India (55,7). Di kawasan ASEAN, penguatan PMI Thailand (57,4) dan Malaysia (50,1) menjadi sinyal positif bagi prospek ekspor nasional.

Kinerja perdagangan luar negeri tetap solid. Pada November 2025, neraca perdagangan mencatat surplus USD2,66 miliar, melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020. Secara kumulatif Januari–November 2025, surplus perdagangan mencapai USD38,54 miliar, meningkat USD9,30 miliar. Ekspor tumbuh 5,61 persen menjadi USD256,56 miliar, terutama ditopang industri pengolahan yang mencerminkan peningkatan nilai tambah.

Sementara itu, impor tercatat USD218,02 miliar atau naik 2,03 persen, didorong oleh impor barang modal seiring ekspansi aktivitas produksi. “Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat hilirisasi, meningkatkan daya saing ekspor, serta memperluas diversifikasi mitra dagang guna merespons dinamika global,” katanya.

Stabilitas harga juga tetap terjaga. Inflasi 2025 tercatat 2,92 persen (yoy), masih dalam rentang sasaran nasional. Kenaikan inflasi Desember dipengaruhi tekanan harga pangan akibat gangguan cuaca dan distribusi, yang mendorong inflasi volatile food mencapai 6,21 persen (yoy). Inflasi administered price tercatat 1,93 persen, sementara inflasi inti stabil di level 2,38 persen (yoy). Sejumlah indikator domestik lainnya menguat.

Hingga November, Indeks Keyakinan Konsumen mencapai 124, sementara Indeks Penjualan Riil tumbuh 5,94 persen (yoy), sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan konsumsi masyarakat. Aktivitas ekonomi juga tercermin dari penjualan listrik sektor bisnis yang tumbuh 6,2 persen (yoy).

“Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal diarahkan mendukung program pembangunan nasional guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Febrio. (her)

Tags: Ekonomi IndonesiaKemenkeuKementerian KeuanganPertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait.

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Ekonomi

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03
Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:02
UMKM
Ekonomi

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:06
Kapal-laut
Ekonomi

PIS Matangkan Strategi Aman, Pertamina Pride dan Gamsunoro Bersiap Tembus Selat Hormuz

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:45
Fun-Run
Ekonomi

UMKM 5K Run Dorong Pengusaha Lokal Rebut Peluang di Tengah Booming Olah Raga Lari

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:24
Maman
Ekonomi

Bonus Demografi di Depan Mata, Maman Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Kuat

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:39

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1129 shares
    Share 452 Tweet 282
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran
Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Editor Laurens Dami
Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas. Empat pertandingan penting akan digelar pada Minggu (21/6/2026) malam hingga...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
Gakpo

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.