• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Kerusuhan Kalibata dan 4 Faktor Hulu Sengketa Leasing Sepeda Motor

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 31 Desember 2025 - 12:32
in Megapolitan
Lokasi-kebakaran

Polisi berjaga di area kios-kios yang terbakar pascakericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (12/12/2025). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di penghujung 2025, publik bukan hanya disuguhi kabar bencana ekologis yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di ibu kota, tepatnya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, kerusuhan pecah pada 11 Desember 2025 lalu. Peristiwa ini menyita perhatian karena melibatkan debt collector atau yang kerap disebut mata elang (matel).

Kerusuhan tersebut kerap dipersepsikan sebagai tindak kriminal biasa. Namun, menurut Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, anggapan itu keliru. Ia menegaskan, akar masalah kerusuhan Kalibata justru berangkat dari sengketa perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan, khususnya pembiayaan sepeda motor.

BacaJuga:

Pramono Siapkan Jakarta Jadi Episentrum Pendidikan dan Inovasi Kelas Dunia

Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Suhu Udara Rata-rata Berkisar 27-34 Derajat Celcius

“Premis dasarnya adalah persoalan perdata, bukan pidana. Ini bukan kasus mikro, melainkan persoalan sistemik yang jika tidak dimitigasi bisa meledak kapan saja dan di mana saja,” ujar Tulus melalui gawai, Rabu (31/12/2025).

Menurut Tulus, kerusuhan Kalibata hanyalah puncak gunung es dari problem panjang yang selama ini diabaikan. Ada sejumlah faktor hulu yang memicu eskalasi konflik antara konsumen, perusahaan leasing, dan pihak ketiga berupa debt collector.

Faktor pertama adalah lemahnya pengawasan sektor jasa keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga kini, sektor jasa keuangan masih menjadi penyumbang terbesar pengaduan konsumen.

“Sejak OJK berdiri sampai sekarang, pengaduan konsumen di sektor jasa keuangan baik perbankan, asuransi, maupun leasing masih yang paling dominan. Data YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) menunjukkan itu,” kata Tulus.

Ia menilai, OJK belum mampu memastikan lembaga keuangan menjalankan prinsip perlindungan konsumen secara konsisten, sehingga sengketa terus berulang.

Musabab kedua, lanjut Tulus, adalah inkonsistensi dalam penegakan kebijakan, khususnya terkait uang muka kredit sepeda motor yang seharusnya minimal 30 persen dari harga kendaraan.

Dalam praktiknya, ketentuan tersebut kerap disiasati. Uang muka bisa dicicil selama 3 hingga 6 bulan, sehingga konsumen tetap bisa membawa pulang sepeda motor baru nyaris tanpa modal awal.

“Akibatnya, kebijakan uang muka 30 persen menjadi tidak efektif di lapangan,” tegas Tulus.

Faktor ketiga adalah promosi sepeda motor yang berlebihan. Industri sepeda motor dinilai terlalu menonjolkan keunggulan produk, seperti kecepatan dan gaya hidup, tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan dan kemampuan ekonomi konsumen.

“Promosi yang jor-joran ini membius masyarakat, termasuk kelompok rumah tangga yang sejatinya tidak mampu mengkredit sepeda motor,” imbuhnya.

Dampaknya, angka gagal bayar melonjak. Saat ini, menurut Tulus, lebih dari 1,7 juta konsumen mengalami kredit macet pembiayaan sepeda motor, sebagian besar karena tekanan ekonomi.

Kondisi inilah yang kemudian memicu sengketa perdata antara konsumen dan perusahaan leasing, yang berujung pada pelibatan debt collector.

Sebab keempat adalah penjualan sepeda motor yang nyaris tanpa kendali, dengan orientasi ekonomi jangka pendek semata. Kebijakan uang muka terbukti mudah diakali oleh perusahaan pembiayaan.

Tulus bahkan mendorong opsi kebijakan yang lebih tegas. “Harus ada cara lain yang lebih kuat. Misalnya, pembelian sepeda motor hanya secara tunai seperti di Iran, atau dengan asuransi keselamatan yang tinggi seperti di negara-negara Eropa,” terang eks Ketua YLKI itu.

Lebih lanjut, Tulus menegaskan bahwa untuk mencegah kerusuhan serupa terulang, diperlukan konsistensi kebijakan dari hulu hingga hilir dalam penjualan sepeda motor, baik dari sisi keselamatan, keamanan, maupun ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa kekerasan dan kriminalitas akibat sengketa leasing sepeda motor sudah terlalu sering terjadi, dengan korban dari kedua belah pihak.

“Kerusuhan di Kalibata adalah klimaks dari persoalan lama yang dibiarkan. Jika tidak ada pembenahan serius, fenomena gunung es ini bisa muncul kembali di wilayah lain,” tambahnya. (her)

Tags: debt collectorFKBIkalibataKerusuhanLeasingsengketasepeda motortulus abadi

Berita Terkait.

Pramono
Megapolitan

Pramono Siapkan Jakarta Jadi Episentrum Pendidikan dan Inovasi Kelas Dunia

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:42
Hujan
Megapolitan

Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:39
Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Suhu Udara Rata-rata Berkisar 27-34 Derajat Celcius
Megapolitan

Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Suhu Udara Rata-rata Berkisar 27-34 Derajat Celcius

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:57
TKP
Megapolitan

Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Enggan Bicarakan Kematian Sumitro

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:24
Iman-Imanuddin
Megapolitan

Polisi Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, 8 Orang Diringkus

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:02
Cerah
Megapolitan

Cenderung Bervariatif, Cuaca di Jakarta Berawan Hingga Cerah Sepanjang Hari

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:49

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1438 shares
    Share 575 Tweet 360
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3065 shares
    Share 1226 Tweet 766
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.