• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Pepsodent dan Indonesia Hygiene Forum Sebarkan Edukasi Kesehatan Gusi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 21 Desember 2025 - 20:54
in Gaya Hidup
pepsodent
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent menggelar Indonesia Hygiene Forum 2025 (IHF 2025) yang kali ini mengangkat topik mengenai risiko penyakit gusi terhadap produktivitas dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Diskusi ini berangkat dari sebuah jurnal medis yang memuat berbagai fakta ilmiah tentang korelasi kuat antara penyakit gusi dan beban ekonomi negara akibat produktivitas masyarakat yang menurun, serta dampak penyakit gusi terhadap meningkatnya risiko sejumlah jenis penyakit tidak menular.

Penyakit gusi adalah masalah besar di dunia, WHO memperkirakan pada tahun 2050 akan ada 1,5 miliar orang yang mengalami penyakit gusi parah (periodontitis), dan 660 juta orang kehilangan gigi mereka. Tercatat pula bahwa Asia Tenggara (khususnya Indonesia dan Vietnam) adalah salah satu wilayah yang memiliki prevalensi periodontitis tertinggi secara global dengan sekitar 6,6 juta kasus baru .

BacaJuga:

Agensi Konfirmasi Lee Do Hyun Terima Tawaran Drama Aksi “Destroyer of Destruction”

Seo In Guk dan Park Ji Hyun Makin Dekat, Foto Terbaru “See You At Work Tomorrow” Picu Spekulasi Romansa

Lee Ji Hye Peringatkan Publik soal Iklan Palsu Buatan AI yang Gunakan Identitasnya

dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan, “Menurut data dari Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes RI yang telah menjangkau 63,5 juta penduduk, masalah gigi masuk dalam 5 tertinggi yang ditemukan pada seluruh kelompok usia. Hal ini mengindikasikan bahwa kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, Kemenkes RI mencanangkan Rencana Aksi Nasional dengan 4 pilar utama. Tentunya kami tidak mungkin berjalan sendirian, diperlukan kolaborasi lintas pihak dalam mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut melalui edukasi berkelanjutan.”

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia menanggapi, “Unilever Indonesia selaku Perusahaan yang konsisten berkomitmen melindungi kesehatan masyarakat mengadakan sebuah Roundtable Discussion yang melibatkan sederetan ahli kedokteran gigi dan mulut, kedokteran penyakit dalam, dan pakar kesehatan masyarakat terkemuka asal Inggris, Vietnam dan Indonesia untuk mengupas lebih dalam tentang penyakit gusi dan dampaknya terhadap produktivitas dan kesehatan. Hasil diskusi ini telah dipublikasikan di The Journal of Dentistry bertajuk ‘The Burden of Periodontal Disease in Southeast Asia (Indonesia and Vietnam): A Call to Action’ berisi berbagai fakta ilmiah terkini yang hari ini kami angkat melalui IHF 2025 untuk membuka mata lebih banyak masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gusi.”

Salah satu topik yang diangkat dalam IHF 2025 adalah kerentanan masyarakat Indonesia untuk mengalami penyakit gusi. Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Ilmu Periodonsia dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran menjelaskan, “Beberapa faktor risiko yang mempengaruhi tingginya angka penyakit gusi di Indonesia antara lain adalah rendahnya literasi kesehatan gigi dan mulut, kebiasaan merokok yang masih tinggi, pola makan buruk seperti defisiensi Vitamin E, Vitamin C, dan Zinc, konsumsi gula tinggi, dan tantangan sistem kesehatan – khususnya jumlah tenaga ahli yang terbatas. Terlebih lagi, penyakit gusi merupakan ‘silent killer’ karena di tahap awal (peradangan gusi/gingivitis) umumnya gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit. Di tahap lanjutan (peradangan pada jaringan pendukung gigi yang lebih parah/periodontitis) yang biasanya bersifat irreversible, kerusakan sudah sampai ke tulang, di mana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal.”

Karena kesadaran yang rendah, kebanyakan penderita penyakit gusi datang ke dokter gigi dalam tahapan periodontitis, sehingga membutuhkan perawatan yang lebih kompleks dan mahal. Kondisi ini sangat berdampak terhadap produktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi yang masif. WHO memperhitungkan, beban kerugian produktivitas akibat masalah gigi dan mulut di Indonesia – termasuk penyakit gusi – mencapai USD3.213 juta atau Rp53,3 triliun per tahun. Total pengeluaran negara untuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut tercatat sudah mencapai USD267 juta atau Rp4,46 triliun per tahun, namun di sisi lain pengeluaran per tahun masyarakat Indonesia untuk perawatan gigi dan mulut ternyata hanya USD1 atau Rp16.600 per kapita.

Selain produktivitas, penyakit gusi juga mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh karena meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan jantung. dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, Ph.D., Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerangkan,

“Untuk penyakit diabetes, terdapat hubungan dua arah yang terbilang unik: diabetes meningkatkan risiko penyakit gusi karena kadar gula darah tinggi mendorong pertumbuhan bakteri, sementara infeksi gusi juga dapat mempersulit kontrol gula darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk menderita keparahan penyakit gusi – dimana mereka menunjukkan kedalaman poket gusi yang lebih dalam, resesi gusi, dan kehilangan perlekatan yang lebih parah dibandingkan pasien non-diabetes.

Sementara pada penyakit jantung, bakteri penyebab penyakit gusi dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan peradangan di jantung dan pembuluh darah sehingga berkontribusi pada faktor risiko penyakit jantung seperti penyumbatan pembuluh darah, penyakit arteri koroner, stroke, dan infeksi pada lapisan dalam jantung.”

Ada pula kondisi kesehatan lainnya yang dipengaruhi oleh penyakit gusi, seperti infeksi pernapasan dan komplikasi kehamilan. Kembali lagi, hal ini berpotensi menimbulkan beban ekonomi yang tidak ringan karena seluruh keluhan penyakit tersebut termasuk dalam kontributor terbesar dari pengeluaran negara untuk BPJS melalui JKN.

Tidak hanya memaparkan masalah, IHF 2025 juga merumuskan sejumlah rekomendasi dan strategi kolaborasi yang dibutuhkan untuk bersama-sama menangani penyakit gusi di masa depan, yaitu:
1. Program nasional untuk pengumpulan data epidemiologi maupun ekonomi guna mengukur beban finansial dan sumber daya manusia yang terkait dengan penyakit gigi dan mulut
2. Pengintegrasian strategi kesehatan gigi dan mulut ke dalam kebijakan kesehatan nasional
3. Pengembangan sistem informasi kesehatan gigi dan mulut nasional yang terintegrasi dan efisien
4. Pengembangan kurikulum kesehatan gigi dan mulut di sekolah
5. Kampanye promotif-preventif oleh lintas pihak untuk menggalakkan pentingnya pencegahan permasalahan gigi dan mulut serta memperkuat perannya sebagai komponen esensial dari kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan – mulai dari tingkat layanan pertama yaitu Posyandu dan Puskesmas
6. Pelayanan kesehatan terpadu bagi para pasien dengan penyakit tidak menular untuk memastikan kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian dari perawatan yang diberikan
7. Program pelatihan formal dan kualifikasi untuk perawat gigi dan ahli kesehatan gigi guna memperluas tenaga kerja di bidang kesehatan gigi dan mulut
8. Edukasi menyikat gigi 2X sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, Zinc dan Vitamin E, yaitu Pepsodent Gum Expert yang diformulasikan khusus untuk merawat kesehatan gusi agar tetap merekat kuat pada gigi

dr. Elvieda menanggapi, “Beberapa poin ini sudah sangat sejalan dengan agenda yang sedang digalakkan Kemenkes RI. Kami berterima kasih atas rekomendasi yang telah disusun, dan terbuka untuk saling berdiskusi dan berkolaborasi dalam mewujudkannya.”

Sebagai penutup, drg. Mirah menyampaikan harapan agar pelaksanaan IHF 2025 dapat memacu semua pihak untuk memainkan peranan masing-masing dalam memajukan kualitas kesehatan gigi dan mulut, khususnya gusi masyarakat Indonesia. Kedepannya, Unilever Indonesia dan Pepsodent akan terus memainkan peran untuk berkolaborasi mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut melalui inovasi dan edukasi berkelanjutan. (srv)

Tags: Indonesia Hygiene ForumKesehatan GusiPepsodent

Berita Terkait.

leee
Gaya Hidup

Agensi Konfirmasi Lee Do Hyun Terima Tawaran Drama Aksi “Destroyer of Destruction”

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08
seo
Gaya Hidup

Seo In Guk dan Park Ji Hyun Makin Dekat, Foto Terbaru “See You At Work Tomorrow” Picu Spekulasi Romansa

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:06
lee
Gaya Hidup

Lee Ji Hye Peringatkan Publik soal Iklan Palsu Buatan AI yang Gunakan Identitasnya

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12
evan
Gaya Hidup

Alasan EVAN Tinggalkan Grup Kembali Disorot Netizen, Keinginan Berkarya Jadi Pemicu Utama

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09
HC
Gaya Hidup

Kolaborasi Wuling dan Grab Dorong Perluasan Ekosistem Mobilitas Listrik yang Lebih Berkelanjutan

Senin, 22 Juni 2026 - 13:04
DesertX-V2
Gaya Hidup

DesertX V2 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Penyegaran Dunia Motor Petualangan Ducati

Senin, 22 Juni 2026 - 11:02

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Hasil Piala Dunia: Cetak Brace saat Argentina Tekuk Austria, Messi Pecahkan Rekor

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
amine
Piala Dunia 2026

Hasil Piala Dunia: Comeback Atas Yordania, Aljazair Jaga Asa ke Fase Gugur

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03

INDOPOSCO.ID – Aljazair menunjukkan karakter pantang menyerah saat membalikkan keadaan dan mengalahkan Yordania dengan skor 2-1 pada laga kedua Grup...

SelengkapnyaDetails
didier

Hasil Piala Dunia : Perancis Lolos ke 32 Besar, Didier Deschamps Bernapas Lega

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:52
haaland

Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Bawa Norwegia Bekuk Senegal, Pastikan Tiket 32 Besar

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:22
lionell

Hasil Piala Dunia: Messi Sebut Kemenangan Argentina atas Austria Bikin Tim Lebih Tenang

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:10
mbappe

Hasil Piala Dunia: Prancis ke Fase Gugur Usai Cukur Irak, Mbappe Jadi Bintangnya

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:50
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.