• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Wihaji : Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak Adalah Investasi Masa Depan Anak

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 19 Desember 2025 - 15:32
in Headline
WhatsApp Image 2025-12-19 at 14.54.52

Menteri Wihaji (batik) mengambilkan rapor anak Abinaya di SDN 11 Pondok Bambu, Jakarta Jumat (19/12/2025) yang ayahnya adalah seorang driver ojek online. Abinaya murid yang berprestasi dalam akademik dan olahraga futsal/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Suasana ruang kelas di hari pembagian rapor biasanya didominasi oleh para ibu yang berbincang hangat. Namun Jumat pagi (19/12/2025), ketika rintik-rintik hujan membasahi SDN Pondok Bambu 11 dan SMAN 61 Jakarta, terlihat pemandangan berbeda. Deretan para ayah yang telah menerjang hujan dan mungkin sebagian izin meninggalkan pekerjaannya duduk di bangku kecil milik anak-anak mereka, menunggu giliran berkonsultasi dengan wali kelas.

Mereka tengah mengikuti Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) yang dianjurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 14 Tahun 2025. Kehadiran sosok ayah dalam momen krusial sekolah, seperti pengambilan rapor, bukan sekadar urusan administratif. Kehadiran ayah penting untuk masa depan anaknya.

BacaJuga:

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT di Purwokerto

PPPK Jadi PNS, DPR Ingatkan Nasib Guru Madrasah Jangan Terlupakan

BNPB Catat Pengungsi Gempa NTT Melonjak hingga 92 Ribu Jiwa

GEMAR menjadi simbol pesan penting bahwa ayah dibutuhkan oleh anak tidak hanya urusan finansial.

“Ini semangat kita untuk memperbaiki anak-anak kita lima hingga 10 tahun ke depan sebagai generasi penerus bangsa,” ungkap Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihadji, S.Ag, M.Pd, di depan para ayah yang sedang mengambil rapor anaknya.

Menteri hadir langsung di kedua sekolah tersebut. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2025, didapati satu dari empat atau 25,8% keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless.

“Prinsipnya, GEMAR mencoba menjawab isu 25,8% anak-anak kita kehilangan sosok ayah. Maka, saya minta para ayah minimal dua kali setahun mengambil rapor anak dan mengantar anak sekolah di hari pertama. Ini membuat senang hati anak,” tambah Menteri Wihaji.

Bagi anak yang tidak memiliki ayah, Menteri Wihaji mengatakan ada solusinya. Ada sosok ayah pengganti. Mereka adalah pakde (paman), bude (tante), mbah (kakek), atau kakak (laki-laki). “Gerakan ayah mengambil rapor anak adalah investasi masa depan anak, perlu terus digalakan menjadi tanggugjawab sebagai orang tua mencetak generasi bangsa,” tutupnya.

Sejatinya, keterlibatan ayah di ranah pendidikan dapat memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah dalam memantau proses belajar. Ayah yang terlibat dalam pendidikan anak dan remaja membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan memiliki dampak psikologis yang masif bagi tumbuh kembang anak.

Seorang ayah yang mengambil rapor anaknya di SDN 11 Pondok Bambu, Jakarta, berterima kasih atas adanya program GEMAR yang diinisiasi oleh Kemendukbangga/BKKBN. Ia mengaku telah menerapkan apa saja yang menjadi anjuran untuk mengatasi fatherless. Termasuk soal gawai yang ia khawatirkan akan menjadi pengganti sosok ayah.

“Sampai hari ini anak saya tidak setiap hari pegang gawai. Karena kami menanamkan dia hanya boleh melihat pengetahuan di gawai dan laptop. Dan itu hanya di hari Jumat hingga Minggu,” jelasnya seraya bergegas meninggalkan halaman sekolah. (ney)

Tags: Ayah Mengambil Rapor AnakinvestasiWihaji

Berita Terkait.

hl
Headline

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT di Purwokerto

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:21
guru
Headline

PPPK Jadi PNS, DPR Ingatkan Nasib Guru Madrasah Jangan Terlupakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:09
nttt
Headline

BNPB Catat Pengungsi Gempa NTT Melonjak hingga 92 Ribu Jiwa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:07
gempa
Headline

Update Gempa NTT: 75 Orang Meninggal Dunia, Korban Luka Tembus 907

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32
bnpb
Headline

253 Ton Bantuan Sudah Bergerak, Pemerintah Percepat Distribusi ke NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:30
Kerusakan
Headline

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:42

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.