INDOPOSCO.ID – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyoroti rendahnya pemanfaatan remitansi produktif yang saat ini baru mencapai 30 persen. Ia pun mendesak penguatan literasi keuangan bagi pekerja migran agar hasil kerja keras di luar negeri tidak habis untuk kebutuhan konsumtif.
Kementerian P2MI berupaya meningkatkan pemanfaatan remitansi produktif melalui edukasi pembukaan usaha serta manajemen perencanaan keuangan keluarga.
“Literasi keuangan ini diarahkan agar pekerja migran lebih bijak dalam mengelola dan menggunakan uangnya. Materi literasi ini sudah dicetak, sudah disosialisasikan, sudah disampaikan melalui forum resmi,” kata Mukhtarudin di Jakarta dikutip Rabu (17/12/2025).
Ia menekankan literasi keuangan tidak hanya diberikan saat Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP), vokasi, dan pelatihan kepada calon pekerja migran, tapi juga kepada keluarga pekerja migran.
“Karena sering kali uang yang dikirimkan justru habis untuk konsumsi. Ada kasus uang dikirim ke keluarga, tetapi tidak dikelola dengan baik, bahkan menimbulkan persoalan baru dalam keluarga,” ujar Mukhtarudin.
Ia meminta para pekerja migran tidak terjebak dengan gaya hidup cenderung berfokus pada kesenangan sesaat, yang pada akhirnya akan menyulitkan mereka saat kembali ke Tanah Air.
“Untuk mungkin hanya sekedar gaya hidup ya, untuk gagah-gagahan tapi lebih baik. Kita sementara berjuang di negara orang. Pulangnya menjadi seorang entrepreneur, jadi pengusaha sukses,” jelas politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Kementerian P2MI telah meluncurkan Buku Saku Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia di Jakarta, Senin (10/11/2025). Melalui puluncuran buku saku literasi keuangan itu disebutnya, bahwa negara telah menyatakan kehadirannya melindungi pekerja migran menggunakan seluruh sumber daya keuangan secara terencana.
“Negara juga hadir hari ini melindungi bagaimana pekerjaan migran bisa bijak mengelola keuangannya melalui launching buku literasi keuangan tentang buku saku literasi keuangan,” imbuh Mukhtarudin terpisah beberapa waktu lalu di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (dan)










