• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Investasi Migas Digenjot, Indonesia Siapkan Tameng Hadapi Tekanan Global

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 17 Desember 2025 - 07:31
in Ekonomi
Anjungan Migas

Ilustrasi - Aktivitas produksi migas lepas pantai. Foto: Dokumen Kementerian ESDM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah peta energi dunia yang semakin bergejolak, Indonesia dituntut untuk berdiri di atas kekuatan produksinya sendiri agar tidak terseret arus ketidakpastian global.

Tenaga Ahli Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Muhammad Kemal, menegaskan optimalisasi lifting minyak dan gas bumi nasional kini bukan sekadar target teknis, melainkan strategi utama untuk menjaga pasokan energi, menekan ketergantungan impor, serta menopang penerimaan negara dalam jangka menengah.

BacaJuga:

Mesin Ekonomi Baru Dipanaskan, Menkeu Yakin Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Transport & Logistics Jadi Andalan PDC, Layanan Terintegrasi Siap Topang Industri Energi

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa

Menurutnya, perubahan dinamika global memperlihatkan bahwa isu keberlanjutan energi mulai bergeser. Negara-negara kini lebih memprioritaskan keamanan pasokan dan keterjangkauan harga energi di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia.

“Risiko underinvestment di sektor migas berpotensi memicu ketidakseimbangan pasokan dan tekanan harga energi, sehingga penguatan produksi domestik menjadi langkah krusial agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal,” ujar Kemal dalam EITS Discussion Series VII 2025 bertajuk “Pemantik Bisnis Sektor ESDM 2026, dari Hilirisasi Hingga Transisi” di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Ia mengungkapkan, hingga November 2025 kinerja produksi hulu minyak dan gas bumi nasional masih relatif terjaga. Data SKK Migas mencatat penurunan produksi setara minyak nasional hanya sekitar 0,1 persen secara tahunan, sebuah capaian yang dinilai cukup solid di tengah tantangan global.

Stabilitas tersebut tidak datang dengan sendirinya. Kemal menyebut, peningkatan aktivitas eksplorasi dan pengembangan menjadi penopang utama, termasuk lonjakan investasi eksplorasi sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tambahan produksi juga berasal dari sumur-sumur baru hasil plan of development yang mulai beroperasi.

Lebih jauh, Kemal menekankan pentingnya menjaga reserve replacement ratio atau rasio penggantian cadangan di atas 100 persen sebagai fondasi keberlanjutan produksi jangka panjang. Sejak 2018, kata dia, capaian nasional secara konsisten melampaui target, terutama berkat persetujuan plan of development strategis serta percepatan proyek hulu minyak dan gas bumi.

“Kepastian regulasi, fiskal yang kompetitif, serta percepatan perizinan menjadi faktor kunci agar proyek dapat on-stream sesuai jadwal,” ungkapnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah memasang target ambisius namun terukur. Lifting minyak ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari, sementara lifting gas ditargetkan mencapai sekitar 5.500 juta kaki kubik per hari. Target tersebut akan ditopang oleh investasi hulu minyak dan gas bumi yang diproyeksikan melampaui 22 miliar dolar Amerika Serikat.

Kemal menegaskan, pencapaian sasaran tersebut tidak mungkin berjalan sendiri. Sinergi erat antara pemerintah, SKK Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama menjadi kunci, mengingat sektor minyak dan gas bumi masih memegang peran strategis sebagai penyangga ketahanan energi nasional.

“Pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, SKK Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), mengingat migas masih memegang peran strategis sebagai penyangga ketahanan energi nasional sekaligus pendukung transisi energi yang realistis,” tegasnya.

Di tengah transisi menuju energi masa depan, pesan yang disampaikan jelas, selama dunia masih bergejolak, kekuatan produksi migas dalam negeri tetap menjadi jangkar utama bagi stabilitas energi dan ekonomi Indonesia. (her)

Tags: EITSindustri hulu migasSKK Migas

Berita Terkait.

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

Mesin Ekonomi Baru Dipanaskan, Menkeu Yakin Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:01
KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

Transport & Logistics Jadi Andalan PDC, Layanan Terintegrasi Siap Topang Industri Energi

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:31
KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:31
Harga Emas Siap Bergejolak Pekan Depan, Analis Beberkan Titik Kritis
Ekonomi

Harga Emas Siap Bergejolak Pekan Depan, Analis Beberkan Titik Kritis

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:01
Death Toll Among Prospective KDMP Managers Rises; DPD Member Calls for Program Suspension
Ekonomi

Purbaya Tegaskan APBN Harus Jadi Motor Pertumbuhan, Bukan Sekadar Penjaga Stabilitas

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:31
Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing
Ekonomi

Dukung Layanan Haji, Indo Artha Multitek Perkenalkan Teknologi Smart Health dan Sistem Digital

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:16

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1692 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1601 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!
Olahraga

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Editor Juni Armanto
Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51

INDOPOSCO.ID – Babak gugur Piala Dunia (PD) 2026 resmi bergulir setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup berakhir. Sebanyak 32 tim...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
David-Alaba

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51
Pemain-Kolombia

Hasil Piala Dunia Grup K: Portugal Gagal Gusur Kolombia, Kongo Lolos Dramatis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49
Pemain-Kroasia

Hasil Piala Dunia Grup L: Kroasia-Ghana Temani Inggris ke 32 Besar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.