• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketika Dentuman Senjata Menguji Naluri Jurnalis Cari Keselamatan di Daerah Rawan Konflik

Dilianto - Editor Dilianto -
Selasa, 16 Desember 2025 - 22:45
in Nasional
kemenhan

42 Awak Media saat mengikuti pembekalan tentang Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan Tahun Anggaran 2025" di Menlatpur "Sanggabuana" Kostrad, Karawang, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Foto: Dili / INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pagi itu, Selasa (16/12/2025), langit Karawang masih berwarna pucat ketika keheningan di kawasan Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana mendadak pecah. Dentuman senjata terdengar nyaring, memantul di antara kontur perbukitan dan hamparan beton latihan. Tanpa aba-aba panjang, puluhan tubuh langsung menjatuhkan diri ke tanah.

Sebanyak 42 jurnalis dari berbagai media, termasuk INDOPOSCO.ID, yang mengenakan seragam Komponen Cadangan (Komcad) refleks tiarap setelah suara tembakan dan teriakan komandan pasukan. “Tiaraap! Cari perlindungan,” seru sang komamdan.

BacaJuga:

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Lantai puving blok bercampur tanah terasa dingin menekan dada, sementara tangan sambil meraba mencari perlindungan. Beberapa merapat ke balik semak, sebagian lain memanfaatkan cekungan medan. Di momen itu, insting bertahan hidup bekerja lebih cepat daripada pikiran.

Bagi sebagian jurnalis, ini bukan sekadar simulasi. Bunyi letusan senjata yang selama ini hanya terdengar dari rekaman video atau liputan konflik di layar kaca, kini hadir nyata di jarak yang dekat. Detak jantung berpacu, napas tertahan bercampur rasa panik akan keselamatan.

Beruntung, apa yang dirasakan oleh puluhan jurnalis itu baru sekadar latihan yang merupakan bagian dari pembekalan prosedur kedaruratan di daerah rawan konflik yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada 14–20 Desember 2025. Selama sepekan, para jurnalis dilatih bukan untuk mengangkat senjata, melainkan menjaga keselamatan diri ketika meliput bersama pasukan TNI di wilayah berisiko tinggi.

Di medan latihan Sanggabuana, para jurnalis belajar membaca situasi, mengatur pernapasan, membatasi gerak, hingga melindungi kamera dan alat rekam, peralatan yang menjadi “senjata” utama mereka. Semua dilakukan seolah mereka benar-benar berada di wilayah konflik, di mana satu keputusan keliru bisa berujung fatal.

Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Kapten (Inf) Syaepurrahman, menjadi salah satu instruktur yang membimbing langsung. Dengan suara mantap, ia mengingatkan bahwa jurnalis bukanlah target, tetapi bisa terjebak di tengah ancaman.

“Kunci utamanya adalah tetap hidup,” ujarnya di sela latihan.

Ia memperkenalkan konsep 5M sebagai pedoman dasar jurnalis saat terjadi kontak senjata. Menghilang, mencari perlindungan, menilai situasi, memilih kejadian yang layak dipublikasikan, dan mendokumentasikan peristiwa. Urutannya jelas—keselamatan selalu nomor satu, berita menyusul kemudian.

Latihan demi latihan dijalani dengan keringat dan lumpur. Seragam Komponen Cadangan yang dikenakan para jurnalis menjadi saksi bahwa profesi pencari fakta pun dituntut memahami risiko medan. Di sini, jurnalis tidak hanya ditantang untuk cepat menulis, tetapi juga cepat menyelamatkan diri.

Acara pembekalan ini pun dibuka oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, yang membacakan amanat dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Senin (15/12/2025).

Dalam amanatnya itu, ia menegaskan bahwa pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama, termasuk insan pers.

“Awak media yang tangguh, terlatih, dan memahami prosedur kedaruratan, secara tidak langsung turut memperkuat ketahanan nasional,” ujarnya.

Bagi jurnalis INDOPOSCO dan puluhan awak media lainnya, pengalaman di Sanggabuana menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita dari daerah rawan, ada risiko nyata yang kerap tak terlihat oleh pembaca.

Di balik judul dan paragraf, ada detik-detik ketika tubuh harus tiarap, napas harus dikendalikan, dan naluri bertahan hidup mengambil alih segalanya.

“Di bawah dentuman senjata yang menggema, kami para jurnalis belajar satu hal penting: keselamatan adalah berita pertama yang harus mereka jaga sebelum menuliskan berita untuk publik,” ucap salah satu jurnalis di lokasi pelatihan. (dil)

Tags: Daerah Rawan KonflikjurnalisKemhan Sanggabuanakostrad

Berita Terkait.

Rooftop Wellness dengan City View di Jakarta! Morrissey Hotel Hadirkan Mat Pilates & Cooking Class Serta Cek Kesehatan Mata Gratis
Nasional

Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

Senin, 27 April 2026 - 21:30
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih, Ada Jumhur Hidayat hingga Dudung
Nasional

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Senin, 27 April 2026 - 19:41
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata
Nasional

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Senin, 27 April 2026 - 18:04
Lebaran-Jawara
Nasional

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Senin, 27 April 2026 - 15:05
Rupiah
Nasional

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

Senin, 27 April 2026 - 14:44
Muhammad-Qodari
Nasional

KSP Qodari Soal Isu Reshuffle: Kita Tunggu Saja

Senin, 27 April 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    1426 shares
    Share 570 Tweet 357
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.