INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan pascabencana untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Berdasarkan pemutakhiran data dan usulan pemerintah daerah, rencana pembangunan huntara mencakup 6 kabupaten/kota.
“Ini rencananya di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Agam. Dengan total huntara 750 unit,” kata Muhari.
Untuk Kabupaten Lima Puluh Kota, menurutnya, pemerintah daerah telah menyampaikan permohonan pembangunan huntara tahap I sebanyak 60 unit untuk 60 kepala keluarga (KK) dari total 288 kepala keluarga terdampak. Kesiapan lokasi penyediaan lahan mencapai 9.000 meter persegi.
“Lokasinya di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Lahan tersebut bersumber dari hibah masyarakat, dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Lima Puluh Kota Nomor 300.2.3/273/BUP-LK/XII/2025 tertanggal 12 Desember 2025,” terangnya.
Sementara itu, Kabupaten Agam telah menyiapkan lahan huntara tahap 1, sedangkan daerah lainnya masih dalam proses penyelesaian dokumen pendukung, termasuk pendataan by name, by address dan penetapan lokasi.
“Kami terus melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat kelengkapan administrasi dan kesiapan teknis di masing-masing wilayah,” katanya. (nas)










