INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menekankan pentingnya perlindungan pekerja migran Indonesia sebagai prioritas negara. Karenanya perusahaan dan pemangku kepentingan tidak hanya fokus pada profit, tapi juga tanggung jawab kemanusiaan.
Perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan terlibat dalam penempatan pekerja migran diminta tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, melainkan memiliki kepekaan dan tanggung jawab kemanusiaan.
“Artinya, negara harus hadir memastikan bahwa pekerja migran yang semula tidak memiliki pekerjaan mendapatkan pekerjaan yang layak, memiliki akses pendampingan hukum, serta memperoleh perlindungan yang memadai sehingga mampu menopang kehidupan keluarganya,” kata Mukhtarudin usai melakukan penandatanganan dengan 14 mitra strategis di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Ia juga menggarisbawahi dua fokus utama, peningkatan pelindungan menyeluruh dari pra-penempatan hingga pasca-kembali, serta peningkatan kualitas SDM melalui vokasi dan pelatihan.
“Ke depan, pekerja migran harus diposisikan sebagai instrumen pembangunan negara yang perlu dilindungi dan diberdayakan, bukan dibiarkan menghadapi berbagai persoalan secara sendiri,” jelas Mukhtarudin.
Salah satu pihak yang melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama yakni, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kolaborasi itu bukan sekadar formalitas, melainkan dasar program konkret, termasuk digitalisasi dan pengawasan konten ilegal.
Penipuan yang kerap dialami sebagian pekerja migran Indonesia adalah janji pekerjaan palsu. Para penipu memanfaatkan media sosial dan minimnya pengetahuan korban untuk melancarkan aksinya.
“Mengingat masih banyak calon pekerja migran Indonesia (CPMI), yang menjadi korban penipuan akibat iklan lowongan kerja ilegal di media sosial,” ucap Mukhtarudin.
Kerja sama itu diharapkan mendorong penguatan pengawasan digital dan literasi informasi, memastikan pekerja migran terlindungi dari eksploitasi dan siap bersaing secara global. Dengan langkah itu, negara semakin hadir untuk jutaan pekerja migran yang menjadi pilar keluarga dan pembangunan nasional. (dan)










