• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Saat Hujan Jadi Sekutu, Sean Gelael Mengamuk di Race 2 ALMS Sepang

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 14 Desember 2025 - 22:04
in Olahraga
WhatsApp Image 2025-12-14 at 21.24.44

Mobil AF Corse 51 yang dikemudikan Sean Gelael melaju di tengah hujan deras Sirkuit Sepang, kondisi ekstrem yang menjadi panggung kebangkitan tim dalam Race 2 Asian Le Mans Series 2025, Minggu (14/12/2025). Foto: Dok. BNI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hujan lebat biasanya menjadi musuh terbesar para pebalap. Namun di Sirkuit Sepang, Minggu (14/12/2025), cuaca justru berubah menjadi sekutu bagi Sean Gelael. Di tengah lintasan licin, genangan air, dan tensi tinggi, pebalap Indonesia itu tampil luar biasa pada Race 2 Asian Le Mans Series (ALMS), memperlihatkan kelasnya sebagai pembalap bermental baja.

Balapan kelas GT ini dimulai tanpa banyak kejutan bagi tim AF Corse 51. Seperti Race 1, Charly Samani mengawali lomba dari posisi ke-13. Namun belum lama roda berputar, hujan turun dan mengubah segalanya. Lintasan yang semula kering mendadak menjadi arena penuh risiko.

BacaJuga:

I.League Kembali Izinkan Suporter Hadiri Laga Tandang Liga Indonesia Musim Depan Dengan Syarat

Persija Lengkapi Tim Kepelatihan, Shin Tae-yong Dapat Dukungan Staf Indonesia-Korea

Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

Insiden demi insiden tak terhindarkan. Sejumlah mobil keluar lintasan, beberapa bersenggolan, dan Safety Car berkali-kali harus masuk trek demi keselamatan. Dalam situasi itu, posisi AF Corse 51 bergerak stagnan di kisaran P14 hingga P15. Segalanya berubah ketika Sean Gelael mengambil alih kemudi.

Masuk ke trek dengan posisi P15, Sean seolah menemukan iramanya sendiri. Safety Car yang merapatkan jarak antarmobil justru menjadi peluang emas. Di lintasan basah yang masih licin, Sean mulai mempertontonkan keahliannya, tenang, presisi, dan tanpa ragu. Satu demi satu lawan dilahap.

Dari P15, ia merangsek ke top 10. Tak berhenti di sana, posisinya terus melesat ke P6, P5, hingga akhirnya bertengger di P4. Manuvernya bersih, agresif, dan membuat banyak mata terbelalak. Di tengah kondisi trek yang sulit, Sean tampil seolah sedang “menari” di atas genangan air.

Setelah menyelesaikan tugasnya dengan gemilang, Sean masuk pit dan menyerahkan mobil kepada Davide Rigon. Trek mulai mengering, tapi tekanan justru meningkat.

Rigon langsung mendapat ujian berat. Ia harus bertahan dari gempuran Alessandro Pier Guidi, sesama pebalap Italia, sesama pengendara Ferrari, dan rekan satu keluarga besar AF Corse. Duel sengit perebutan P4 berlangsung selama beberapa lap, dengan jarak yang nyaris tak pernah lebih dari satu tarikan napas.

Namun Rigon tampil solid. Tak goyah, tak tergoda, ia menjaga posisinya dengan disiplin tinggi.

Ketika hujan kembali turun sangat lebat dan kondisi trek kian memburuk, Race Director ALMS Eduardo Freitas mengambil keputusan tegas. Dengan sisa waktu sekitar 13 menit, balapan dihentikan total lewat Red Flag.

Race 2 pun resmi berakhir. AF Corse 51 finis di posisi keempat. Bukan podium, bukan kemenangan, tetapi sebuah hasil yang terasa istimewa jika melihat bagaimana balapan ini dimulai dan seberapa brutal tantangan yang dihadapi.

Lebih dari sekadar angka, Race 2 Sepang adalah simbol kebangkitan. Janji Sean Gelael untuk bangkit bukan hanya terucap, tapi ditunjukkan langsung lewat aksi nyata di lintasan.

“Alhamdulillah, terima kasih untuk semua yang telah mendoakan saya dan tim. Semua punya andil untuk hasil ini. Ini memang kerja keras tim dan semoga di Dubai kami bisa lebih baik,” ujar Sean.

Balapan kelas GT dimenangkan oleh Kessel Racing 74, sementara kelas LMP2 dan LMP3 masing-masing menjadi milik Cetilar Racing 47 dan CLX Motorsport 17.

Putaran berikut Asian Le Mans Series akan digelar di Dubai Autodrome, Uni Emirat Arab, pada 31 Januari dan 1 Februari 2026. Dengan performa seperti di Sepang, harapan itu kini bukan lagi sekadar optimisme, melainkan keyakinan. (her)

Tags: Asian Le Mans Seriessean gelaelSirkuit Sepang

Berita Terkait.

Suporter
Olahraga

I.League Kembali Izinkan Suporter Hadiri Laga Tandang Liga Indonesia Musim Depan Dengan Syarat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:03
sty
Olahraga

Persija Lengkapi Tim Kepelatihan, Shin Tae-yong Dapat Dukungan Staf Indonesia-Korea

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:21
bek
Olahraga

Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:29
Andra-Soni
Olahraga

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:46
timns
Olahraga

Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Erick Thohir Janji Lakukan Evaluasi Total

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:55
Marc-Klok
Olahraga

Jelang Lawan Singapura, Marc Klok: Perjuangan Ini untuk 280 Juta Rakyat Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:28

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2208 shares
    Share 883 Tweet 552
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.