INDOPOSCO.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat produktivitas tenaga kerja Indonesia pada 2022 berada di kisaran 26,6 ribu dolar Amerika Serikat (AS) per pekerja, lebih rendah dari rata-rata ASEAN yang mencapai sekitar 30,2 ribu dolar AS per pekerja.
“Ini menunjukkan produktivitas tenaga kerja kita masih berada di bawah rata-rata kawasan ASEAN,” ungkap Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangan, Minggu (14/12/2025).
Padahal, menurut Yassierli, pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh produktivitas tenaga kerja. Apalagi tingkat produktivitas naik, maka daya saing akan meningkat.
“Memang benar ada peran investasi dan penciptaan lapangan kerja dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi produktivitas berkontribusi langsung,” katanya.
Ia menyebut, rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia karena mayoritas masih berpendidikan maksimal SMA, yakni sekitar 85-86 persen dari total pekerja.
“Kami dengan memperkuat pendekatan bottom-up melalui program peningkatan produktivitas langsung di tingkat perusahaan, sebagai pelengkap kebijakan top-down seperti industrialisasi dan hilirisasi,” bebernya. (nas)




















