• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bukan Sekadar Pendamping, Ini Alasan Perempuan Desa Jadi Kunci Atasi Stunting

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 9 Desember 2025 - 22:24
in Nasional
Ilustrasi - Sejumlah ibu membawa anaknya dalam upaya memastikan pertumbuhan dan kesehatan optimal sebagai bagian dari pencegahan stunting di desa. Foto: Pemkab Kukar

Ilustrasi - Sejumlah ibu membawa anaknya dalam upaya memastikan pertumbuhan dan kesehatan optimal sebagai bagian dari pencegahan stunting di desa. Foto: Pemkab Kukar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang masih membayangi desa-desa di Indonesia, peran perempuan muncul sebagai kekuatan yang sering kali luput disorot, namun sesungguhnya menjadi kunci perubahan.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan bahwa perempuan memegang posisi strategis dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa, terutama dalam menghadapi persoalan stunting, keterbatasan layanan kesehatan, hingga rendahnya literasi kesehatan di tingkat keluarga.

BacaJuga:

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Lebih dari 20 Persen Pimpinan Perempuan, MedcoEnergi Jadikan Semangat Kartini Budaya Kerja

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

“Di sinilah peran perempuan menjadi sangat strategis. Dengan memberi ruang, akses, dan kesempatan yang setara, perempuan dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan masyarakat desa yang sehat dan sejahtera,” kata Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Dicky Yosepial saat menjadi narasumber Webinar Lentera bertajuk “Pemberdayaan Perempuan dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa” di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Menurut Dicky, persoalan kesehatan di desa masih tergolong kompleks dan berlapis. Mulai dari akses layanan kesehatan yang terbatas, minimnya tenaga serta fasilitas medis, hingga masalah gizi kronis yang berdampak pada tingginya angka stunting.

“Prevalensi stunting nasional pada 2025 masih berada di kisaran 24 persen dan angkanya lebih tinggi di desa dibandingkan wilayah perkotaan,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya desa yang belum menikmati akses air minum layak dan sanitasi yang memadai. Tak hanya itu, pemahaman keluarga tentang pola makan sehat, pentingnya imunisasi, serta kesehatan reproduksi juga masih tergolong rendah.

Situasi inilah yang, menurut Dicky, menuntut pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dengan melibatkan perempuan sebagai aktor utama di tingkat akar rumput.

“Perempuan di desa adalah penggerak utama dalam keluarga, ekonomi lokal, dan kesehatan masyarakat. Mereka juga menjadi agen perubahan sosial di komunitasnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, potensi perempuan desa sebenarnya sangat besar jika diberi ruang dan dukungan yang tepat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat lebih dari 49 persen penduduk desa merupakan perempuan, dengan sekitar 42 juta di antaranya berada pada usia produktif 20–49 tahun.

Angka tersebut, menurut Dicky, bukan sekadar statistik, melainkan modal sosial yang dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan kesehatan desa yang berkelanjutan. “Potensi tersebut, bernilai besar untuk mendukung pembangunan kesehatan di desa,” tambahnya. (her)

Tags: Kemendes PDTperempuanPerempuan Desastunting

Berita Terkait.

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih, Ada Jumhur Hidayat hingga Dudung
Nasional

DPR Sebut Kekerasan di Daycare Yogyakarta Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Senin, 27 April 2026 - 19:41
Lebih dari 20 Persen Pimpinan Perempuan, MedcoEnergi Jadikan Semangat Kartini Budaya Kerja
Nasional

Lebih dari 20 Persen Pimpinan Perempuan, MedcoEnergi Jadikan Semangat Kartini Budaya Kerja

Senin, 27 April 2026 - 18:16
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata
Nasional

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Senin, 27 April 2026 - 18:04
Lebaran-Jawara
Nasional

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Senin, 27 April 2026 - 15:05
Rupiah
Nasional

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

Senin, 27 April 2026 - 14:44
Muhammad-Qodari
Nasional

KSP Qodari Soal Isu Reshuffle: Kita Tunggu Saja

Senin, 27 April 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    926 shares
    Share 370 Tweet 232
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    685 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.