INDOPOSCO.ID – Di tengah arus transisi energi yang makin deras, sektor swasta kembali menegaskan perannya sebagai penggerak utama masa depan kelistrikan Indonesia. Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI), pada Jumat (5/12/2025), di Jakarta, secara resmi melantik jajaran Pengurus dan Komite Kerja periode 2025–2029, menandai dimulainya babak baru kepemimpinan di tubuh asosiasi IPP (mitra swasta PLN) nasional.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional APLSI yang menetapkan Eka Satria sebagai Ketua Umum APLSI periode 2025–2029. Dengan dukungan lebih dari 30 anggota IPP dan non-IPP, APLSI kini menaungi kapasitas pembangkit mendekati 20 gigawatt (GW), setara dengan sekitar 50 persen kontribusi IPP non-PLN terhadap sistem kelistrikan nasional.
Tak hanya itu, anggota APLSI mencerminkan seluruh spektrum bauran energi Indonesia, mulai dari gas, batu bara, panas bumi, hidro, biomassa, surya, hingga teknologi masa depan seperti battery storage dan interkoneksi. Status APLSI sebagai Anggota Luar Biasa KADIN Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai simpul strategis antara dunia usaha dan kebijakan nasional.
Dalam acara tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro, memberikan apresiasi terhadap peran APLSI dalam menjaga tata kelola sektor energi. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang solid antara asosiasi, pemerintah, PLN, dan publik.
“Kami menilai kontribusi konstruktif APLSI sangat penting bagi stabilitas sektor energi ke depan,” kata Purnomo, dalam acara itu.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Eddy Soeparno menegaskan bahwa dunia usaha tak lagi sekadar pemain pendukung dalam agenda transisi energi nasional.
“Dunia usaha bukan hanya pemasok megawatt, tetapi motor transisi energi,” ucapnya.
Eddy berharap APLSI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya ambisius di atas kertas, tetapi juga realistis dan mampu diterapkan di lapangan.
Sementara itu, Ketua Umum APLSI, Eka Satria, menilai Indonesia tengah berada di persimpangan penting transformasi energi. Dengan pertumbuhan konsumsi listrik yang terus meningkat dan potensi energi baru terbarukan yang diperkirakan melampaui 3.600 GW, peluang Indonesia dinilai sangat besar, tak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menembus pasar global.
“Kami menekankan potensi besar ini bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri, tetapi juga membuka peluang sebagai sumber devisa melalui ekspor energi hijau, yang pada gilirannya dapat mendorong investasi, pertumbuhan industri, dan penciptaan lapangan kerja,” ungkapnya.
Dalam kepemimpinannya, Eka menegaskan komitmen APLSI untuk terus mendukung langkah pemerintah dan PLN dalam menjaga kepastian investasi, memperkuat keandalan sistem kelistrikan, menjaga keterjangkauan tarif, serta memastikan transisi energi berjalan secara seimbang dan terukur. Optimalisasi seluruh bauran energi nasional including teknologi mutakhir seperti BESS, Waste to Energy (WtE), pengembangan SMR, hingga penerapan “Smart Grid” menjadi bagian dari agenda besar APLSI ke depan.
Pada kesempatan tersebut, APLSI juga menggandeng PwC untuk meluncurkan Kick-Off White Paper bertajuk “Indonesia Power Sector to Support Indonesia Emas 2045”. Peluncuran ini dihadiri para pemimpin industri serta pemangku kepentingan strategis sebagai bagian dari upaya menyiapkan peta jalan sektor ketenagalistrikan menuju masa depan.
Dengan struktur organisasi baru yang diperkuat oleh 10 Komite Energi Mix dan 7 Komite Fungsional, APLSI menata ulang mesin organisasinya untuk memperkuat advokasi kebijakan, meningkatkan iklim investasi, mengakselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mendorong ESG dan pasar karbon, hingga memperkuat kapasitas anggota serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“APLSI optimistis peran sektor swasta akan semakin besar dalam mewujudkan sistem energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan, serta mendorong kemandirian energi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Eka, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Medco Power Indonesia.
Dari ruang rapat hingga jaringan transmisi, dari kebijakan hingga inovasi teknologi, APLSI menatap 2045 dengan satu keyakinan, yakni kemandirian energi adalah fondasi Indonesia menjadi bangsa besar. (her)





















