INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara kembali menyoroti satu profesi yang selama ini bekerja di balik layar, namun memegang peranan yang tak tergantikan, yakni akuntan. Baginya, keberhasilan pembangunan ekonomi jangka panjang bukan hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada keandalan data yang menjadi fondasinya.
Dalam sebuah forum di Jakarta, pada Rabu (3/12/2025), Suahasil menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas laporan keuangan negara. Menurutnya, Indonesia tidak akan mampu bertransformasi menjadi negara maju tanpa ekosistem profesional yang dapat menghadirkan kepercayaan publik dan investor.
“Tantangan terbesar adalah kita terus berusaha membuat perekonomian kita itu trustworthy. Kita memproduksi, kita melakukan kegiatan ekonomi, melaporkannya dengan baik, dengan sangat terpercaya. Kemudian, dengan laporan yang terpercaya itu kita bisa memastikan bahwa seluruh stakeholder termasuk investornya, termasuk masyarakatnya, termasuk pengambil kebijakannya, itu memahami dan mempercayainya sebagai bagian untuk pengambilan keputusannya,” ujar Suahasil.
Ia menegaskan, akuntan memegang kunci bagi keberhasilan kebijakan fiskal yang adaptif—kebijakan yang mampu merespons dinamika global sekaligus menjaga stabilitas domestik. Tanpa dukungan data yang akurat dan laporan yang transparan, pemerintah akan kesulitan merancang alokasi anggaran yang tepat dan memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.
Lebih jauh, Suahasil menilai bahwa isu keberlanjutan kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari praktik akuntansi modern. Standar akuntansi, katanya, tidak boleh statis karena tuntutan global ikut berubah. ESG (Environmental, Social, and Governance) dan keberlanjutan (sustainability) menjadi faktor penting yang harus diakomodasi dalam setiap laporan dan analisis.
Ia menekankan, standar-standar tersebut bukan hanya aspek teknis, tetapi juga berpengaruh langsung pada efektivitas fungsi fiskal.
“Standar akuntansi ini dapat membantu kebijakan fiskal dalam fungsi distribusi, alokasi, dan stabilisasi, dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Suahasil, arah pengelolaan anggaran negara tetap harus berpijak pada tiga pilar Utama, yakni pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pemerataan kesejahteraan, dan stabilitas nasional. Profesi akuntan, sebagai penjaga kepercayaan, memainkan peran vital agar setiap rupiah yang dikelola negara memberi manfaat sebesar-besarnya.
Lebih lanjut, tak lupa Suahasil juga turut mengajak seluruh akuntan untuk tidak berhenti beradaptasi. Dunia bergerak cepat, dan akuntansi harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan digitalisasi serta model bisnis baru.
“Dengan adanya pemahaman yang lebih dalam tentang peran akuntan, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif, makmur, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, pesan Suahasil menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia bukan hanya ditentukan oleh kebijakan yang tepat, tetapi juga oleh profesionalisme dan integritas mereka yang mengolah data untuk menopang arah pembangunan bangsa. (her)










