• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Setiap Napas Berharga: Mari Peduli Pasien Hipertensi Paru di Indonesia

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 2 Desember 2025 - 09:54
in Gaya Hidup
1000438699

(kiri ke kanan) Wakil Ketua Hipertensi Paru Indonesia (INA-PH), dr. Hary Sakti Muliawan, Ph.D., Sp.JP, Subsp.P.R.Kv(K); Ketua Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI), Arni Rismayanti; Pasien Hipertensi Paru, Yusnita Dewi; serta Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi MBiomedSc. Foto : Eva Fauzah /INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Hipertensi paru adalah penyakit langka yang gejalanya sering sulit dikenali, namun dapat mengancam nyawa. Bagi ribuan pasien di Indonesia, setiap napas adalah perjuangan.

Memperingati Bulan Kesadaran Hipertensi Paru 2025, MSD Indonesia bersama Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan mendukung upaya akses pengobatan bagi para pasien.

BacaJuga:

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Hipertensi paru terjadi ketika tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru membuat jantung kanan bekerja ekstra keras. Tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung kanan dan komplikasi fatal. Data global menunjukkan bahwa sepertiga pasien meninggal pada tahun pertama diagnosis dan lebih dari separuh tidak bertahan hingga lima tahun.

Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat. Ia menyatakan bahwa masih banyak pasien yang berjuang untuk bernapas setiap hari dan tidak seharusnya menghadapi kondisi itu sendirian. MSD berkomitmen mendukung YHPI melalui edukasi dan peningkatan akses pengobatan agar kualitas hidup pasien dapat meningkat.

Meski mematikan, hipertensi paru sering tidak terdeteksi sejak awal. Gejala seperti mudah lelah atau sesak napas ringan sering disalahartikan sebagai asma atau gangguan jantung biasa, sehingga diagnosis sering terlambat.

Ketua YHPI, Arni Rismayanti, menjelaskan bahwa banyak pasien merasa lelah dan bingung karena bertahun-tahun tidak mengetahui penyebab gejala mereka. YHPI hadir sebagai rumah bagi pasien untuk mendapatkan dukungan dan informasi yang tepat.

Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 25.000 penderita Hipertensi Paru, dengan wanita menjadi kelompok paling rentan. Penyakit ini bisa menyerang semua usia, termasuk anak-anak. Wakil Ketua Hipertensi Paru Indonesia, dr. Hary Sakti Muliawan, Ph.D., Sp.JP, menekankan pentingnya edukasi publik dan peningkatan kapasitas tenaga medis agar diagnosis dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Akses obat untuk Hipertensi Paru di Indonesia juga masih terbatas. Dari 15 jenis obat yang tersedia di dunia, hanya lima yang dapat diakses di Indonesia, dan hanya dua yang ditanggung oleh sistem jaminan kesehatan nasional. Arni berharap pemerintah dan pemangku kepentingan membuka akses yang lebih luas dan setara, sehingga pasien dapat memperoleh pengobatan yang layak.

Kisah nyata datang dari Yusnita Dewi, pasien yang sejak kecil memiliki masalah paru dan kemudian didiagnosis gagal jantung dengan Hipertensi Paru primer. Ia mengaku terpukul ketika diberitahu harus menjalani terapi seumur hidup, apalagi obat yang dibutuhkan tidak selalu tersedia. Dukungan keluarga dan komunitas membantunya tetap bertahan. Yusnita berharap pasien lain dapat memperoleh pengobatan lebih baik dan dukungan moral agar tidak merasa berjuang sendiri.

Bulan Kesadaran Hipertensi Paru 2025 menjadi momen penting untuk meningkatkan literasi masyarakat, mempercepat deteksi dini, dan memperluas akses pengobatan bagi ribuan pasien yang masih berjuang untuk mendapatkan napas yang lebih lega. (eva)

Tags: Hipertensinapaspasien

Berita Terkait.

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20
lee
Gaya Hidup

Video Viral Tuduh Popularitas Mark Lee Menurun, Picu Perdebatan

Jumat, 18 September 2026 - 01:11

OLAHRAGA

sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

INDOPOSCO.ID – Sumaya tinggal selangkah lagi dari sejarah. Atlet teqball putri Indonesia itu memastikan tempat di final nomor Women’s Singles...

SelengkapnyaDetails
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05
Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:16
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5532 shares
    Share 2213 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.