• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tekad, Empati, dan Penerimaan: 3 Pilar Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 30 November 2025 - 22:27
in Nasional
IMG-20251130-WA0024

(kiri ke kanan): Direktur PKPLK Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen, Fajri Hidayatullah; Tenaga Ahli Mendikdasmen, Rita Pranawati; Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin bersama moderator dan interpreter dalam diskusi jelang peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (28/11/2025). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang jatuh pada 3 Desember 2025 mendatang menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk kembali menegaskan komitmen terhadap pendidikan inklusif.

Dalam sebuah dialog yang penuh kehangatan, tiga tokoh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan seruan kuat tentang tekad, penerimaan, dan empati bagi seluruh penyandang disabilitas di Indonesia.

BacaJuga:

Karakter Lebih Penting dari Nilai, Mendiktisaintek Minta Kampus Bentuk Mahasiswa Berdampak

YLKI Beri “PR” 100 Hari untuk Kepala BGN Baru, Targetkan MBG Bebas Keracunan

Muharam Naik Kelas, Kemenag Gabungkan Spiritualitas, Ekonomi, dan Lingkungan

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen, Fajri Hidayatullah, yang juga merupakan penyandang disabilitas, mengawali dengan pesan motivatif yang menggugah.

“Menjadi disabilitas bukan keinginan kita. Tetapi satu hal, saya bisa mengutip Prof. Jason Arday. Di usia 11 tahun beliau memiliki hambatan autis, namun dengan tekadnya terus belajar, ia membuktikan bahwa dengan ketekunan dan disiplin, akan selalu ada orang yang memberi kesempatan seluas-luasnya,” ujar Fajri dalam diskusi jelang peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Fajri juga mengajak para penyandang disabilitas untuk lebih mengenal diri, berdamai dengan keadaan, serta memahami lingkungan agar dapat mengambil peran di masyarakat.

“Kenali diri, berdamailah, lalu kenali lingkungan. Setelah itu, teman-teman pasti bisa mengambil peran,” imbuhnya.

“Menjadi disabilitas bukanlah hambatan, tetapi mampu untuk menjawab tantangan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Rita Pranawati, menyoroti pentingnya penerimaan sosial dan empati dalam pendidikan inklusif.

“Menjadi disabilitas itu adalah situasi yang tidak bisa kita pilih. Maka kita semua wajib menghargai dan berempati karena mereka memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan,” kata Rita.

Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya milik anak-anak non-disabilitas, tetapi hak semua anak Indonesia. “Penerimaan dari orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga anak-anak kita sendiri sangat menentukan keberhasilan pendidikan inklusi,” jelasnya.

Rita juga menyampaikan bahwa baik pendidikan formal maupun nonformal harus memberi ruang yang setara kepada siapapun, khususnya penyandang disabilitas. “Yang terpenting adalah penerimaan dan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan layanan pendidikan bermutu bagi penyandang disabilitas,” tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas kecakapan masyarakat terhadap isu disabilitas.

“Saya ingin mengajak kita semua, baik dari pemerintah, masyarakat, dan media untuk terus meningkatkan penyadaran tentang respek dan empati kepada disabilitas,” ucap Tatang.

Tatang menilai bahwa kisah inspiratif dari lapangan dapat menjadi dorongan kuat bagi para penyandang disabilitas untuk bangkit.

“Mungkin kita bisa berkolaborasi mengangkat berita-berita yang memberi semangat sekaligus mengingatkan masyarakat untuk terus memberikan perhatian dan empati,” terangnya.

Lebih lanjut, Tatang juga mengajak semua pihak untuk memperkuat gerakan pendidikan inklusif di seluruh Indonesia.

“Mari kita terus bergerak memperjuangkan pendidikan yang lebih inklusif. Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman, ramah, dan menggembirakan bagi semua peserta didik,” tutupnya.

Dengan berbagai pesan yang menggema hari itu, semangat pendidikan inklusif kembali ditegaskan sebagai komitmen bersama menuju Indonesia yang lebih peduli, setara, dan manusiawi. (her)

Tags: DisabilitasHari Disabilitas InternasionalKemendikdasmenpendidikanPendidikan InklusifPenyandang Disabilitas

Berita Terkait.

brian
Nasional

Karakter Lebih Penting dari Nilai, Mendiktisaintek Minta Kampus Bentuk Mahasiswa Berdampak

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:05
mbg
Nasional

YLKI Beri “PR” 100 Hari untuk Kepala BGN Baru, Targetkan MBG Bebas Keracunan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:40
abu
Nasional

Muharam Naik Kelas, Kemenag Gabungkan Spiritualitas, Ekonomi, dan Lingkungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:33
dasmen
Nasional

2 Aplikasi Kemendikdasmen Diakui PBB, Indonesia Selangkah Lagi Juara Dunia Digital Pendidikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:11
demo
Nasional

Gelar Demo Besok, BEM UI Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:53
trisakti
Nasional

Putusan Inkrah Eksekusi Tak Kunjung Jalan, Yayasan Trisakti Tagih Ketegasan Negara

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:13

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1219 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1457 shares
    Share 583 Tweet 364
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    777 shares
    Share 311 Tweet 194
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.