INDOPOSCO.ID – Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan Dialog Nasional Water Energy Food (WEF) Nexus sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui pendekatan kebijakan terpadu. Kegiatan ini mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, akademisi, organisasi internasional, serta dunia usaha, guna merumuskan strategi komprehensif dalam pengelolaan air, energi, dan pangan.
Pendiri PYC sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2000–2009, Purnomo Yusgiantoro, menekankan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dicapai tanpa dukungan pengelolaan energi dan sumber daya air yang efektif. Menurutnya, ketiga sektor tersebut saling bergantung dan harus ditangani secara integratif untuk menjaga stabilitas pembangunan nasional.
Dialog dibuka oleh Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi, yang menyoroti meningkatnya urgensi diplomasi air di tingkat global. Dalam sambutannya, Retno menggarisbawahi bahwa pengelolaan sumber daya air menjadi faktor strategis bagi ketahanan sebuah negara, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi.
Forum diskusi menghadirkan sejumlah pakar, antara lain Laode Masihu Kamaluddin, Dadang Jainal Mutaqin dari Kementerian PPN/Bappenas, dan Bayu Krisnamurthi dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, pemerintah turut memberikan perspektif melalui pernyataan perwakilan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, yang menekankan perlunya penguatan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Para panelis membahas isu-isu strategis, termasuk efektivitas diplomasi air, pemberdayaan komunitas lokal, transformasi agribisnis, pelestarian lingkungan, serta dampak geoekonomi terhadap keamanan sumber daya nasional. Seluruh pandangan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Ketua Umum PYC, Filda C Yusgiantoro, dalam penutupan kegiatan menegaskan bahwa penerapan WEF Nexus harus diimplementasikan melalui kebijakan dan program konkret, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia menyampaikan bahwa dialog ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju International Food Security Conference 2026, yang diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam percakapan global mengenai isu ketahanan pangan. (eva)










