INDOPOSCO.ID – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa tidak ada izin impor yang diberikan pemerintah. Hal tersebut seraya merespons temuan 250 ton beras ilegal masuk melalui wilayah Sabang, Aceh baru-baru ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional setahun diperkirakan dapat mencapai 34,7 juta ton. Itu angka tertinggi sejak tahun 2019. Sementara itu, stok beras pemerintah di Perum Bulog mencapai 3,8 juta ton. Angka itu diklaim menjadi capaian tertinggi.
Dalam Proyeksi Neraca Beras Januari-Desember 2026 per 5 November, diestimasikan stok beras secara nasional sampai awal tahun 2026 mendatang bahkan dapat mencapai 12,89 juta ton. Hal itu stok carry over hingga akhir 2025 yang tersebar di berbagai lini sampai stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog.
Sementara, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Provinsi Aceh menunjukkan beras masih surplus 871,4 ribu ton dengan ketersediaan 1,53 juta ton dan kebutuhan konsumsi sebesar 667,7 ribu ton. Sedangkan khusus Sabang juga surplus beras 970 ton dengan ketersediaan 5.911 ton dan kebutuhan mencapai 4.940 ton.
“Jadi tidak ada alasan untuk impor. Di mana nasionalismenya? Ini menyangkut kehormatan bangsa,” kata Amran Sulaiman dalam keterangannya, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Pemerintah telah menegaskan komitmennya mencapai swasembada pangan sebagai prioritas utama nasional. Target spesifik telah ditetapkan, termasuk swasembada beras pada akhir tahun 2025.
“Kita sudah sangat dekat menuju swasembada. Jangan sampai diganggu oleh tindakan ilegal seperti ini,” ucap Amran.
Laporan awal menunjukkan masuknya beras impor tersebut dilakukan secara ilegal. Mengingat tidak ada kebutuhan impor beras, karena stok nasional saat ini berada pada kondisi terbaik.
Ia kemudian segera melakukan koordinasi dengan Kapolda Aceh, Kabareskrim Polri, Pangdam serta Menteri Perdagangan menindaklanjuti laporan tersebut. Dengan dasar tersebut, aparat langsung melakukan penyegelan dan menghentikan seluruh aktivitas distribusi beras ilegal tersebut. “Hari ini kami tegaskan bahwa beras tersebut telah disegel,” imbuh Amran.(dan)









