INDOPOSCO.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menghargai seluruh peran para pendidik dan unsur pendukung pendidikan dalam acara Bersepeda Onthel Bersama Guru Lintas Iman yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta dalam rangka Semarak Hari Guru Nasional, Minggu (23/11/2025).
Ia menyebut momentum ini sebagai hari penuh kegembiraan dan refleksi atas jasa para guru yang membentuk Indonesia hingga seperti sekarang.
“Hari ini adalah hari kegembiraan buat kita semua, karena diakui atau tidak, guru telah berhasil menciptakan Indonesia besar seperti sekarang,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya.
Nasaruddin menekankan bahwa Kemenag memiliki kaitan erat dengan dunia pendidikan karena banyak pegawainya berasal dari keluarga guru. “Rata-rata orang yang masuk di Kementerian Agama itu adalah keluarga guru. Kakek saya guru, bapak saya guru SD, saya pun masih mengajar,” tuturnya.
Menurut Nasaruddin, semangat Hari Guru juga tercermin dari penggunaan sepeda onthel dalam kegiatan tersebut. Ia mengenang masa ketika guru harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengambil gaji.
“Sepeda onthel ini adalah saksi sejarah. Dulu ayah saya naik sepeda 40 kilometer ke ibu kota / kabupaten hanya untuk menerima gajinya,” kenangnya.
“Begitu juga banyak guru dulu berangkat mengajar tanpa motor, hanya bersepeda,” sambungnya.
Nasaruddin lalu mengajak para peserta untuk tidak hanya memuliakan guru, tetapi juga seluruh elemen yang membuat pendidikan berjalan.
“Kalau kita bicara sekolah, jangan hanya guru yang kita perhatikan, tapi juga pesuruh sekolah, seperti sekarang cleaning service, guru bantu, kepala sekolah, dan administratur. Satu paket ini harus kita hormati, kita muliakan, karena pendidikan tidak mungkin berjalan tanpa organ-organ itu,” tegasnya.
Selain itu, Nasaruddin mengingatkan bahwa martabat seseorang tidak ditentukan jabatannya, melainkan ketakwaannya.
“Yang paling mulia itu adalah orang yang bertakwa. Bisa jadi orang itu pesuruh sekolah yang setiap pagi membuka pintu dan merapikan kelas,” katanya.
Menutup sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para guru yang telah berjasa, termasuk mereka yang telah wafat.
“Ingat orang tua kita, keluarga kita yang menjadi guru. Jasa mereka luar biasa meskipun mereka tidak punya tanda jasa. Mari kita doakan sesuai agama masing-masing, agar ilmu yang mereka ajarkan menjadi amal jariyah,” tambahnya.
Dengan refleksi sejarah dan penghormatan kepada para pendidik, kegiatan bersepeda onthel ini menjadi simbol apresiasi lintas iman terhadap jasa guru dalam membangun bangsa. (her)










