• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dari Hidrogen hingga Nuklir: Electricity Connect 2025 Paparkan Kebutuhan SDM Baru untuk Transisi Energi

Dilianto - Editor Dilianto -
Jumat, 21 November 2025 - 12:15
in Ekonomi
EC-2
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Electricity Connect 2025 mendorong komitmen seluruh pemangku kepentingan kelistrikan di tanah air untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi demi menyukseskan agenda transisi energi. Forum yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JCC) ini menghadirkan pembahasan mendalam mengenai strategi pengembangan kompetensi SDM dan inovasi teknologi yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyampaikan, meningkatkan kapasitas SDM adalah salah satu pondasi penting untuk menyukseskan transisi energi. Pemerintah telah mengidentifikasi saat ini telah ada 3,764 peluang kerja baru dalam ekosistem ekonomi hijau. Sementara, SDM yang mumpuni untuk mengisi kebutuhan tersebut dirasa masih belum mencukupi.

BacaJuga:

Akselerasi Energi Nasional, Minyak UMKM KBE Resmi Mengalir ke MEPG

Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT

Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham

Untuk itu, pemerintah telah menyusun agenda pengembangan SDM hijau menjadi enam periode hingga mencapai net zero emission di tahun 2060. Beberapa sektor yang dibidik pemerintah antara lain pemenuhan SDM hidrogen di 2031, SDM nuklir di tahun 2032, serta SDM sistem energi baterai pada tahun 2035.

“Kami membaginya menjadi enam periode waktu yang berbeda, dan untuk setiap periode waktu, kami punya teknologi spesifik yang menjadi fokus kami. Artinya, kita perlu tumbuh untuk mencapai target itu,” papar Prahoro.

Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa saat ini Indonesia memiliki tenaga kerja usia produktif sebanyak 145 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, baru 10,5% (sekitar 30-40 juta jiwa) di antaranya yang berpendidikan strata sarjana atau lebih tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri untuk pemerintah mendorong ketersediaan SDM kompeten di ekosistem hijau.

“Ada peluang kerja, ada permintaan, dan ada suplai SDM meski masih terbatas. Saya kira kondisi inilah yang mesti dipecahkan melalui kolaborasi antara pemerintah mitra-mitra strategis,” imbuhnya.

Rektor Institute Teknologi PLN (IT PLN), Iwa Garniwa menyampaikan, Indonesia butuh pengembangan kompetensi khusus untuk membangun SDM yang sesuai dengan kebutuhan transisi energi. Sementara, berdasarkan rancangan pengembangan ekosistem hijau dari pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, akan sangat besar kebutuhan SDM kompeten di berbagai bidang energi baru dan terbarukan (EBT).

“Kami telah mencoba melakukan perhitungan, dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) saja, kita membutuhkan SDM sekitar 72-74 ribu jiwa untuk target pengembangan kapasitas PLTS 32-37 Gigawatt (GW). Jika kita bangun 4 PLTS, maka kita butuh tak kurang dari 400 ribu SDM kompeten,” paparnya.

Iwa juga menekankan bahwa kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi universitas untuk menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan transisi energi di Indonesia. Maka, ITPLN kemudian mengembangkan berbagai program studi dan penelitian yang mendukung transisi energi.

“Hal yang krusial juga adalah bagaimana lembaga pendidikan berkolaborasi dengan industri. Untuk itu, kami di ITPLN melakukan kerjasama dengan industri seperti internship terkait EBT, menjalankan program riset bersama, hingga pelatihan dan sertifikasi industri,” tukas Iwa.

Wakil Rektor Bagian Riset dan Inovasi Institut Teknik Bandung (ITB) Lavi Rizki Zuhal mengatakan, keberhasilan transisi energi sangat ditentukan oleh kesiapan teknologi dan SDM kompeten. Dalam hal ini, ITB telah mereformasi kurikulum di level sarjana untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut. Sedangkan di level pascasarjana, ITB menjalin kolaborasi lebih erat dengan industri terkait EBT.

“Kita mesti menyiapkan siswa untuk dapat beradaptasi dengan lapangan kerja baru. Seperti siswa di program sustainability di ITB yang mesti mengikuti kursus dari semua jurusan. Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami punya pondasi pengetahuan dan keterampilan yang baik, serta mentalitas untuk selalu belajar hal baru. Seperti yang kita tahu transisi energi membutuhkan banyak RnD (Research and Development),” pungkasnya. (srv)

Tags: BPSDMElectricity Connect 2025kementerian esdmNet Zero EmissionPLNSDM

Berita Terkait.

Djoko-Siswanto
Ekonomi

Akselerasi Energi Nasional, Minyak UMKM KBE Resmi Mengalir ke MEPG

Selasa, 28 April 2026 - 11:05
Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT
Ekonomi

Reaktivasi Energi, PHE Genjot Produksi Lewat Kolaborasi Teknologi KSOT

Senin, 27 April 2026 - 22:00
Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham
Ekonomi

Laba Melonjak 216,7 Persen, DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar ke Pemegang Saham

Senin, 27 April 2026 - 21:08
Gerak Cepat Tanpa Bongkar Rig, Pertamina Drilling Ukir Lompatan di Sumur BNG-079
Ekonomi

Gerak Cepat Tanpa Bongkar Rig, Pertamina Drilling Ukir Lompatan di Sumur BNG-079

Senin, 27 April 2026 - 20:31
Reshuffle Internal, Kementerian UMKM Fokus Percepat Kewirausahaan Nasional
Ekonomi

Reshuffle Internal, Kementerian UMKM Fokus Percepat Kewirausahaan Nasional

Senin, 27 April 2026 - 20:07
Cerita Inspiratif Mantri BRI di Sulawesi Tenggara, Kartini Modern yang Menembus Pegunungan demi Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

Cerita Inspiratif Mantri BRI di Sulawesi Tenggara, Kartini Modern yang Menembus Pegunungan demi Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Senin, 27 April 2026 - 19:08

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2458 shares
    Share 983 Tweet 615
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    924 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.