• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gaungkan Program Strategis Perikanan Berbasis Teknologi di Forum APFITA 2025

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 19 November 2025 - 14:25
in Nasional
kkp

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu (tengah)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi ekonomi biru pada level global. Komitmen ini digaungkan dalam Konferensi Internasional Asia-Pacific Federation for Information Technology in Agriculture (APFITA) ke-15 yang diselenggarakan pada 17–18 November 2025 di IPB Convention Center, Bogor.

Indonesia menjadi tuan rumah bagi para pakar, akademisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dari kawasan Asia-Pasifik, menghadirkan ruang dialog strategis untuk membahas pemanfaatan teknologi digital dalam memajukan sektor agro-maritim global yang berkelanjutan.

BacaJuga:

Wamendiktisaintek: Kenalin Potensi Diri Siap Hadapi Persaingan Global

Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Resmi Dibuka

Unpad Open Golf Tournament 2026 Jadi Ajang Silaturahmi & Kontribusi Pendidikan

Penyelenggaraan APFITA ke-15 di Bogor menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Sebagai negara agraris dan maritim yang kaya potensi, Indonesia memiliki ruang besar untuk memaksimalkan penerapan teknologi informasi demi menyokong keberlanjutan sistem industri agro-maritim nasional dan global. Konferensi ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ajang pertukaran gagasan, perluasan wawasan, serta pembangunan kemitraan strategis antarnegara.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, hadir sebagai honorary speaker mewakili Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan. Dalam paparannya berjudul Implementation of Indonesia’s Blue Economy: Harnessing Marine Innovation through Digital Technology, ia menegaskan bahwa transformasi digital menjadi instrumen utama dalam percepatan ekonomi biru Indonesia. “Suatu kehormatan bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa menyampaikan komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan ekonomi biru dengan memaksimalkan inovasi kelautan melalui teknologi digital,” jelas Dirjen Tebe dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Dirjen Tebe menyoroti tantangan global yang kian mendesak. Dengan proyeksi populasi mencapai 9,7 miliar jiwa pada 2050, dunia diperkirakan membutuhkan tambahan 70 persen suplai protein. Indonesia, yang populasinya meningkat 22 persen, membutuhkan tambahan lebih dari 21 juta ton protein setiap tahun. Sistem pangan berbasis darat tidak lagi mampu memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut, sehingga laut menjadi tumpuan masa depan.

Indonesia memiliki potensi lahan akuakultur hingga 18 juta hektare, dan pemerintah saat ini memprioritaskan pengembangan komoditas unggulan seperti udang, rumput laut, nila, lobster, dan kepiting. Fokus diarahkan seperti pada inovasi pakan, broodstock centers untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan pembudidaya.

Di pesisir utara Jawa Barat, program KKP akan merevitalisasi 20.000 hektare tambak idle untuk budidaya ikan, yang diproyeksikan menghasilkan 1,18 juta ton per tahun serta membuka lebih dari 160 ribu lapangan kerja baru.

Selain itu, di Sumba Timur NTT, KKP akan mengembangkan Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenihan hingga pabrik pengolahan. Program ini akan menargetkan produksi 52.800 ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp 3,4 triliun per tahun serta menciptakan 4.700 pekerjaan. Sementara itu, inovasi Program Modeling Budidaya Ikan Nila Salin melalui mekanisasi dan pemantauan kualitas air secara real-time, yang akan meningkatkan produktivitas dari hanya 0,6 ton menjadi 80 ton per hektare per siklus. Program transformasi teknologi ini akan meningkatkan ekspor dan memperkuat kesejahteraan pembudidaya.

“Bersama mitra internasional, kami percaya masa depan dunia terletak pada laut yang sehat dan berdaya digital,” ujar Tebe.

Sementara itu, Wakil Rektor IPB University, Prof. Deni Noviana, menggambarkan APFITA sebagai ruang dialog interdisipliner di mana ide diuji dan pengetahuan dipertajam, sekaligus menjadi wadah nyata untuk melahirkan inovasi yang menjawab tantangan sektor pangan global. Dia menegaskan bahwa teknologi bukan lagi sekadar konsep futuristik. Kecerdasan buatan, sensor pintar, robotik, hingga blockchain kini menjadi alat praktis yang mampu membantu petani, nelayan, dan pembudidaya menghadapi ketidakpastian iklim, memprediksi hama, memastikan keamanan pangan, dan mengelola sumber daya secara bijak. Ia menyebut bahwa pertemuan APFITA 2025 akan menjadi katalis bagi kemitraan baru dan dampak nyata bagi kawasan.

General Secretary APFITA, Prof. Okayasu Takashi, turut menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem pangan global. Kekayaan pertanian dan maritim Indonesia memberikan konteks inspiratif bagi diskusi mengenai masa depan agro-maritim. Ia menyatakan bahwa tema APFITA 2025, Innovative Digital Technology for Global and Sustainable Agro-Maritime Industry, mencerminkan evolusi visi organisasi dalam memadukan sektor pertanian dan maritim.

“Bahwa teknologi digital seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), analisis big data, dan teknologi baru lainnya membuka peluang besar untuk menghadapi perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan praktik berkelanjutan. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanya akan berarti bila inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya petani, nelayan dan pembudidaya kecil sebagai tulang punggung sistem pangan globa,” ujarnya. (ney)

Tags: Berbasis TeknologiForum APFITA 2025KKPProgram Strategis Perikanan

Berita Terkait.

fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek: Kenalin Potensi Diri Siap Hadapi Persaingan Global

Senin, 19 Oktober 2026 - 02:20
kongres
Nasional

Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Resmi Dibuka

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:30
ferry
Nasional

Unpad Open Golf Tournament 2026 Jadi Ajang Silaturahmi & Kontribusi Pendidikan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:23
bonaparte
Nasional

Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:02
gempa
Nasional

Gempa Berkekuatan M5,1 dan M4,1 Guncang Manggarai di NTT Berturut-turut

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:51
bima
Nasional

Jembatani Pemerintah dengan Masyarakat, Wamendagri Dorong Penguatan Peran Humas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:11

OLAHRAGA

Zaskia Putri Salurante
Olahraga

Zaskia Salurante Ukir Prestasi di Polandia, FORKI Soroti Pentingnya Jam Terbang Internasional

Editor Ali Rachman
Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:24

INDOPOSCO.ID - Meraih medali dunia bukan perkara semalam. Bagi karateka muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, podium ketiga nomor kata perorangan...

SelengkapnyaDetails
Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:39
Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:59
gp

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2602 shares
    Share 1041 Tweet 651
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1387 shares
    Share 555 Tweet 347
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1206 shares
    Share 482 Tweet 302
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.