• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gaungkan Program Strategis Perikanan Berbasis Teknologi di Forum APFITA 2025

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 19 November 2025 - 14:25
in Nasional
kkp

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu (tengah)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi ekonomi biru pada level global. Komitmen ini digaungkan dalam Konferensi Internasional Asia-Pacific Federation for Information Technology in Agriculture (APFITA) ke-15 yang diselenggarakan pada 17–18 November 2025 di IPB Convention Center, Bogor.

Indonesia menjadi tuan rumah bagi para pakar, akademisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dari kawasan Asia-Pasifik, menghadirkan ruang dialog strategis untuk membahas pemanfaatan teknologi digital dalam memajukan sektor agro-maritim global yang berkelanjutan.

BacaJuga:

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas

Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar

Penyelenggaraan APFITA ke-15 di Bogor menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Sebagai negara agraris dan maritim yang kaya potensi, Indonesia memiliki ruang besar untuk memaksimalkan penerapan teknologi informasi demi menyokong keberlanjutan sistem industri agro-maritim nasional dan global. Konferensi ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ajang pertukaran gagasan, perluasan wawasan, serta pembangunan kemitraan strategis antarnegara.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, hadir sebagai honorary speaker mewakili Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan. Dalam paparannya berjudul Implementation of Indonesia’s Blue Economy: Harnessing Marine Innovation through Digital Technology, ia menegaskan bahwa transformasi digital menjadi instrumen utama dalam percepatan ekonomi biru Indonesia. “Suatu kehormatan bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa menyampaikan komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan ekonomi biru dengan memaksimalkan inovasi kelautan melalui teknologi digital,” jelas Dirjen Tebe dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Dirjen Tebe menyoroti tantangan global yang kian mendesak. Dengan proyeksi populasi mencapai 9,7 miliar jiwa pada 2050, dunia diperkirakan membutuhkan tambahan 70 persen suplai protein. Indonesia, yang populasinya meningkat 22 persen, membutuhkan tambahan lebih dari 21 juta ton protein setiap tahun. Sistem pangan berbasis darat tidak lagi mampu memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut, sehingga laut menjadi tumpuan masa depan.

Indonesia memiliki potensi lahan akuakultur hingga 18 juta hektare, dan pemerintah saat ini memprioritaskan pengembangan komoditas unggulan seperti udang, rumput laut, nila, lobster, dan kepiting. Fokus diarahkan seperti pada inovasi pakan, broodstock centers untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan pembudidaya.

Di pesisir utara Jawa Barat, program KKP akan merevitalisasi 20.000 hektare tambak idle untuk budidaya ikan, yang diproyeksikan menghasilkan 1,18 juta ton per tahun serta membuka lebih dari 160 ribu lapangan kerja baru.

Selain itu, di Sumba Timur NTT, KKP akan mengembangkan Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembenihan hingga pabrik pengolahan. Program ini akan menargetkan produksi 52.800 ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp 3,4 triliun per tahun serta menciptakan 4.700 pekerjaan. Sementara itu, inovasi Program Modeling Budidaya Ikan Nila Salin melalui mekanisasi dan pemantauan kualitas air secara real-time, yang akan meningkatkan produktivitas dari hanya 0,6 ton menjadi 80 ton per hektare per siklus. Program transformasi teknologi ini akan meningkatkan ekspor dan memperkuat kesejahteraan pembudidaya.

“Bersama mitra internasional, kami percaya masa depan dunia terletak pada laut yang sehat dan berdaya digital,” ujar Tebe.

Sementara itu, Wakil Rektor IPB University, Prof. Deni Noviana, menggambarkan APFITA sebagai ruang dialog interdisipliner di mana ide diuji dan pengetahuan dipertajam, sekaligus menjadi wadah nyata untuk melahirkan inovasi yang menjawab tantangan sektor pangan global. Dia menegaskan bahwa teknologi bukan lagi sekadar konsep futuristik. Kecerdasan buatan, sensor pintar, robotik, hingga blockchain kini menjadi alat praktis yang mampu membantu petani, nelayan, dan pembudidaya menghadapi ketidakpastian iklim, memprediksi hama, memastikan keamanan pangan, dan mengelola sumber daya secara bijak. Ia menyebut bahwa pertemuan APFITA 2025 akan menjadi katalis bagi kemitraan baru dan dampak nyata bagi kawasan.

General Secretary APFITA, Prof. Okayasu Takashi, turut menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem pangan global. Kekayaan pertanian dan maritim Indonesia memberikan konteks inspiratif bagi diskusi mengenai masa depan agro-maritim. Ia menyatakan bahwa tema APFITA 2025, Innovative Digital Technology for Global and Sustainable Agro-Maritime Industry, mencerminkan evolusi visi organisasi dalam memadukan sektor pertanian dan maritim.

“Bahwa teknologi digital seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), analisis big data, dan teknologi baru lainnya membuka peluang besar untuk menghadapi perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan praktik berkelanjutan. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanya akan berarti bila inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya petani, nelayan dan pembudidaya kecil sebagai tulang punggung sistem pangan globa,” ujarnya. (ney)

Tags: Berbasis TeknologiForum APFITA 2025KKPProgram Strategis Perikanan

Berita Terkait.

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Nasional

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:31
1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas
Nasional

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:59
Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar
Nasional

Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:31
Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah
Nasional

Bea Cukai Beri Izin Kawasan Berikat PT Dwi Prima Sentosa IV, Perusahaan Sepatu Asal Madiun

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:02
Wacana PJJ Dibatalkan, DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama
Nasional

Wacana PJJ Dibatalkan, DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:35
Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat Industri Alas Kaki di Semarang, PT Mingbao Lianchuang International
Nasional

Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat Industri Alas Kaki di Semarang, PT Mingbao Lianchuang International

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:04

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.