• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BTN Perkuat Permodalan Untuk Jaga CAR Kisaran 18 Persen Usai Lepas UUS

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 18 November 2025 - 18:45
in Ekonomi
IMG_2516

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bersama menjawab pertanyaan media usai agenda RUPSLB di Menara BTN, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan memperkuat permodalan melalui penerbitan instrumen Tier 2 berupa bonds (obligasi) maupun pinjaman yang ditargetkan efektif sebelum akhir 2025, agar CAR terjaga di kisaran 17-18 persen usai pemisahan UUS (unit usaha syariah).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengakui bahwa CAR (rasio kecukupan modal) akan mengalami sedikit penurunan setelah perseroan menambah modal ke BSN sekitar Rp6 triliun. Oleh sebab itu, penerbitan instrumen modal pelengkap (Tier 2) menjadi langkah mitigasi untuk menjaga kecukupan modal.

BacaJuga:

NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong

Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP

Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO

“Sementara rasio-rasio lain juga sudah kita hitung, kalau UUS dikeluarkan, apa yang terjadi, masih dalam range rasio-rasio keuangan yang wajar,” kata Nixon usai RUPSLB di Menara BTN, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Usai pemisahan (spin off), Nixon juga mengatakan bahwa perseroan akan kehilangan aset UUS atau BTN Syariah di mana hal ini tecermin dalam laporan keuangan perseroan mendatang. Di sisi lain, aset Bank Syariah Nasional (BSN) akan bertambah setelah digabungkan dengan BTN Syariah.

“Tapi nanti secara konsolidasi akan sama. Sehingga mereka menjadi entitas yang terpisah, yang berdiri sendiri, yang memiliki kewenangan sendiri untuk mengelola korporasi perusahaan seperti biasa,” kata Nixon.

Mengenai prospek ke depan, BTN memperkirakan penyaluran kredit tumbuh di kisaran 8 persen hingga akhir tahun. Kinerja kredit tetap ditopang oleh kredit sektor perumahan sebagai motor utama.

Di samping itu, perseroan juga terus mengembangkan bisnis segmen lain termasuk consumer banking untuk mendukung kinerja kredit perseroan.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tetap bertahan pada angka dua digit. Apabila dana pemerintah melalui penempatan SAL sebesar Rp25 triliun dikeluarkan dari neraca, Nixon memastikan bahwa DPK BTN tetap tumbuh baik di kisaran 9-10 persen.

Adapun non-performing loan (NPL) pada akhir tahun diharapkan dapat menurun dari posisi September 2025.

“Kita melihat bahwa ex-Covid sudah berlalu, dan mudah-mudahan tahun depan kondisi kesehatan bank semakin baik lagi, hingga ini bisa mendorong pertumbuhan lebih tinggi lagi di tahun depan,” kata Nixon.

Per akhir September 2025, kredit dan pembiayaan BTN (konvensional dan syariah) tumbuh sebesar 7,0 persen year on year (yoy) menjadi Rp381,03 triliun.

Sedangkan total penghimpunan DPK BTN, termasuk UUS, mencapai Rp429,92 triliun atau tumbuh 16,0 persen yoy.

Adapun total aset BTN tercatat sebesar Rp510,85 triliun, naik 12,2 persen yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp455,10 triliun.

Dengan pertumbuhan positif di sisi pendanaan dan pembiayaan, BTN mencatat loan to deposit ratio (LDR) di level 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 96,0 persen.

Pada akhir kuartal III 2025, NPL gross dan net masing-masing 3,45 persen dan 2,00 persen, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 3,24 persen dan 1,57 persen.

Sementara rasio KPMM (kewajiban penyediaan modal minimum) atau CAR (capital adequacy ratio) secara individual tercatat sebesar 18,00 persen, menurun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 18,70 persen.(ney)

Tags: btnCARpermodalan

Berita Terkait.

NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong
Ekonomi

NHM Ajak Mahasiswa Unkhair dan UMMU Belajar Langsung di Tambang Emas Gosowong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27
Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP
Ekonomi

Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:05
Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO
Ekonomi

Koperasi Tak Cukup Bertahan, Metranet Dorong Layanan Lebih Modern Lewat KoperasiGO

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35
Edwin Bangun
Ekonomi

PLN Energi Gas Dorong EGeneration Ciptakan Inovasi yang Menjawab Tantangan Bisnis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:05
Kemenkop Tekankan Sinergi Anggota hingga Manajer untuk Sukseskan KDKMP
Ekonomi

Pasar Saham RI Terancam Turun Status, DPR Minta Pemerintah dan OJK Berbenah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:51
Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas di Pondok Indah Mall 2, Investasi Emas Digital Kini Bisa Dicetak Jadi Fisik
Ekonomi

Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas di Pondok Indah Mall 2, Investasi Emas Digital Kini Bisa Dicetak Jadi Fisik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:30

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1542 shares
    Share 617 Tweet 386
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1073 shares
    Share 429 Tweet 268
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    992 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.