• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tak Kehilangan Identitas, Ulama Tekankan Standarisasi Kitab Kuning dan Sertifikasi Guru di Pesantren

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 15 November 2025 - 09:00
in Nasional
kemenag

Diskusi membahas tentang pesantren di Jakarta, Jumat (14/11/2025). Foto: Nasuha/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penguatan mutu pesantren memasuki fase penting setelah pemerintah menyiapkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren. Pimpinan Madrasah Darussalam Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Martapura, Kiai Haji (KH) Wildan Salman menegaskan keberadaan pesantren tidak dapat dilepaskan dari tradisi kitab kuning.

Tradisi tersebut, menurutnya, adalah pondasi yang menjaga kesinambungan ilmu Islam dari generasi ke generasi.

BacaJuga:

Perkuat Inovasi Daerah, BSKDN Kemendagri Siapkan Strategi Dukung Target Ekonomi 8 Persen

Ombudsman Bongkar Borok Tata Kelola Bencana dan Pelayaran: Dari OTT KPK Hingga Kapal Tak Layak Lolos Berlayar

Wamendagri Dorong Kebijakan Daerah Selaraskan Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

“Tanpa kitab kuning, pesantren kehilangan identitas dan sumber legitimasi keilmuannya. Seluruh pemahaman fiqih, ibadah, dan hukum Islam bertumpu pada kitab-kitab tersebut,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2025).

Wildan menerangkan, keempat mazhab besar Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali bertahan hingga kini bukan semata karena pemikiran mereka, melainkan karena karya-karya ulama mereka terdokumentasi lengkap.

Dia juga menyoroti pentingnya ijazah sanad, yaitu legitimasi guru kepada murid untuk meriwayatkan atau mengajar kitab tertentu. Konsep ini, menurutnya, identik dengan gagasan “sertifikasi keilmuan”. Dan wacana sertifikasi guru pesantren tidak harus dianggap sebagai ancaman.

“Ulama sejak dulu memberi sertifikasi melalui ijazah. Jika standar disusun pesantren sendiri, sertifikasi justru akan menjaga kualitas, bukan menyingkirkan guru-guru pesantren,” tegas Wildan.

“Standar kurikulum harus jelas, agar pesantren tidak kehilangan arah,” imbuhnya.

Ia menilai kehadiran Ditjen Pesantren diperlukan untuk menertibkan wilayah ini, namun tetap menempatkan pesantren sebagai subjek utama penyusun standar.

Hal yang sama diungkapkan Prof Mujiburrahman, alumnus Pesantren Al-Falah. Ia menekankan sisi karakter yang muncul dari tradisi hidup sederhana di pesantren.

“Krisis bangsa kita adalah krisis akhlak. Pesantren, dengan tradisi hidup sederhana dan hubungan guru dan santri yang dekat, memiliki modal besar untuk memperbaikinya,” katanya.

Mujiburrahman mengakui disiplin akademik Barat sangat ketat, tetapi pesantren memiliki sesuatu yang tidak dapat ditemukan di banyak institusi modern. Yakni hubungan keilmuan berlapis generasi melalui sanad dan akhlak berguru yang kuat.

“Perlu sinergi pesantren dan perguruan tinggi. Sebab kampus memiliki peran dalam riset dan metodologi, sementara pesantren menjaga kedalaman tradisi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Subdirektorat Pendidikan Al-Qur’an, Kementerian Agama (Kemenag) RI Aziz Syafiuddin mengungkapkan Presiden telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, dan saat ini regulasinya sedang berada pada tahap finalisasi di tingkat pemerintah pusat.

“Insya Allah tidak lama lagi akan ditandatangani. Tahun depan Kementerian Agama diharapkan memiliki direktorat jenderal khusus untuk mengurus pesantren,” ungkapnya.

Aziz menerangkan, halaqah di Banjarmasin untuk menjaring pendapat dan memastikan arsitektur kebijakan Ditjen Pesantren benar-benar bersumber dari aspirasi para kiai, pengasuh, dan praktisi pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.

“Jumlah pesantren kini tembus 42.400 lembaga, meningkat hampir 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Ini perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan penjagaan tradisi ilmu yang menjadi fondasi pesantren,” tambahnya. (nas)

Tags: Ditjen Pesantrenkemenagkitab kuningSertifikasi Guru Pesantrenulama

Berita Terkait.

bksdn
Nasional

Perkuat Inovasi Daerah, BSKDN Kemendagri Siapkan Strategi Dukung Target Ekonomi 8 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:29
ENDI
Nasional

Ombudsman Bongkar Borok Tata Kelola Bencana dan Pelayaran: Dari OTT KPK Hingga Kapal Tak Layak Lolos Berlayar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:19
bima
Nasional

Wamendagri Dorong Kebijakan Daerah Selaraskan Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:09
santri
Nasional

Hari Santri 2026, Menag Dorong Pesantren Makin Mandiri dengan Luncurkan Satgas Ini

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:51
id
Nasional

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MIND ID dan Danantara Gaspol Hilirisasi Mineral Genjot Nilai Tambah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:15
hutlaa
Nasional

Legislator PDIP Tegaskan Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:04

OLAHRAGA

persija
Olahraga

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Editor Laurens Dami
Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta memburu kebangkitan saat menjamu Arema FC pada pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga,...

SelengkapnyaDetails
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40
bultang

Usai Juara Denmark Open 2026, Fikri Ungkap Pelajaran Berharga dari Pengalaman Fajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2641 shares
    Share 1056 Tweet 660
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1274 shares
    Share 510 Tweet 319
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.