• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peran Strategis dalam Penguatan Ekosistem Pesantren dan Riset Manuskrip Nusantara Itu Penting

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 15 November 2025 - 19:17
in Nasional
Diskusi tentang pesantren. Foto: Dokumen Kemenag

Diskusi tentang pesantren. Foto: Dokumen Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rektor UIN Mataram, Prof Masnun Tahir menekankan bahwa Lombok dan NTB (Nusa Tenggara Barat) memiliki kekayaan tradisi manuskrip yang luar biasa, mencakup naskah beraksara Arab, Jawi–Pegon, hingga Jejawen Sasak. Menurutnya, pusat studi naskah dan pesantren tidak hanya menjadi wadah akademik, tetapi juga penjaga identitas keilmuan Nusantara.

“Ini momentum penting bagi UIN Mataram. Kampus harus hadir sebagai penjaga warisan ilmiah dan sekaligus penggerak inovasi pendidikan pesantren,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (15/11/2025).

BacaJuga:

Kemenhaj Tegaskan Pembayaran Dam Lewat Adhahi

Adaksi Sampaikan 7 Tuntutan pada Hardiknas 2026, Apa Saja

Peran Guru Ngaji Itu Memperkuat Moral Bangsa, Ini Penilaian Menag

Komitmen itu diwujudkan melalui peresmian Pusat Studi Naskah dan Pesantren (Pustunastren), lembaga baru yang diproyeksikan menjadi pusat unggulan dalam riset manuskrip dan turats pesantren. Pustunastren bertugas melakukan inventarisasi, digitalisasi, hingga penelitian lanjutan terhadap naskah-naskah klasik Lombok yang dinilai para filolog sebagai salah satu khazanah terkaya di Indonesia.

Dengan lahirnya lembaga ini, lanjutnya, UIN Mataram menargetkan diri sebagai knowledge hub baru yang menghubungkan tradisi pesantren dengan kebutuhan transformasi pendidikan modern.

Hal yang sama diungkapkan Prof TGH. Zainal Arifin. Ia menyoroti bahwa percepatan perubahan sosial dan teknologi telah membuka jurang kompetensi yang harus dijembatani melalui kerja sama lintas lembaga. Pesantren memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat, sementara kampus menawarkan kapasitas metodologis dan jejaring akademik global.

“Sinergi keduanya diyakini akan melahirkan sumber daya manusia yang kokoh secara karakter, matang secara moral, sekaligus cerdas menghadapi dinamika era digital,” ujarnya.

Komitmen penguatan ekosistem pesantren tak hanya datang dari kampus, tetapi juga dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno mengatakan, bahwa pemerintah sedang memfinalisasi pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, struktur baru yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut lahirnya Ditjen Pesantren sebagai “babak baru” yang menunjukkan penghargaan negara atas peran historis pesantren sebagai pusat pembinaan moral, keilmuan, dan kebangsaan. Dengan lebih dari 42 ribu pesantren dan 12,5 juta santri, kekuatan sosial ini dinilai strategis bagi masa depan Indonesia.

Dalam arah kebijakannya, Pratikno menyoroti berbagai tantangan, termasuk keamanan infrastruktur, literasi digital, hingga kesiapan vokasional santri. Untuk itu, empat program strategis dirancang sebagai prioritas awal Ditjen Pesantren, diantaranya program Pesantren Sehat dan Aman, peningkatan kompetensi vokasional santri, pemberdayaan kiai dan nyai, serta akselerasi digitalisasi pesantren.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan halaqah tingkat nasional yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Sabtu (15/11/2025). Forum yang menghadirkan tokoh nasional, akademisi, hingga pimpinan pesantren dari berbagai daerah ini merumuskan pentingnya sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi untuk memperkuat mutu pendidikan Islam sekaligus merawat kekayaan intelektual Nusantara. (nas)

Tags: PesantrenRiset Manuskrip Nusantara

Berita Terkait.

haji
Nasional

Kemenhaj Tegaskan Pembayaran Dam Lewat Adhahi

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:06
adaksi
Nasional

Adaksi Sampaikan 7 Tuntutan pada Hardiknas 2026, Apa Saja

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:05
umar
Nasional

Peran Guru Ngaji Itu Memperkuat Moral Bangsa, Ini Penilaian Menag

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:44
kai
Nasional

Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, KAI: 76 Orang Telah Kembali dan 24 Masih Jalani Perawatan

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:30
menaker
Nasional

Terbitkan Perpres 25/2026, Pemerintah Pastikan Hak Awak Kapal Perikanan

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:20
diknas
Nasional

Momentum Hardiknas Meneguhkan Pendidikan yang Memerdekakan dan Berkarakter

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3526 shares
    Share 1410 Tweet 882
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2563 shares
    Share 1025 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1594 shares
    Share 638 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1273 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.