• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Implementasi FCS: Strategi BPJS Ketenagakerjaan Cegah Kecurangan dan Tingkatkan Tata Kelola

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 15 November 2025 - 22:29
in Ekonomi
IMG-20251115-WA0035b

Dr. Agung Nugroho, S.H., M.H., Anggota Dewan Pengawas sekaligus Ketua Komite Manajemen Risiko, Investasi, dan Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan. Foto : Dok-Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengendalian internal dan mencegah praktik kecurangan melalui implementasi Fraud Control System (FCS), sebuah strategi anti-fraud terintegrasi yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta integritas dalam pengelolaan dana jaminan sosial tenaga kerja.

Penguatan strategi pengendalian risiko fraud ini disampaikan oleh Dr. Agung Nugroho, S.H., M.H., Anggota Dewan Pengawas sekaligus Ketua Komite Manajemen Risiko, Investasi, dan Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan.

BacaJuga:

PHR Buka Potensi Baru WK Rokan, Sumur Menggala South-21 Catat Produksi Menjanjikan

Transformasi Besar PLN IP Diakui, Beyond kWh Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Gandeng PSG dan Manchester City, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Global

Langkah tersebut diambil untuk memastikan pengelolaan dana peserta berjalan sesuai prinsip kehati-hatian serta sejalan dengan regulasi nasional terkait jaminan sosial.

Sebagai badan hukum publik, BPJS Ketenagakerjaan menjalankan amanah berdasarkan UU No. 40/2004 tentang SJSN, UU No. 24/2011 tentang BPJS, dan UU No. 6/2023 tentang Cipta Kerja. Lembaga ini bertanggung jawab mengelola program JKK, JKM, JHT, JP, dan JKP bagi jutaan pekerja di Indonesia.

Seiring meningkatnya jumlah peserta dan besarnya aset yang dikelola, potensi kerawanan terhadap fraud maupun korupsi semakin kompleks. Modus penyimpangan mencakup pemalsuan dokumen klaim, penyalahgunaan sistem oleh pihak internal/eksternal, hingga penyimpangan dalam proses investasi.

“BPJS Ketenagakerjaan berkewajiban menjaga integritas pengelolaan dana peserta. Upaya pencegahan fraud menjadi salah satu pilar utama menjaga kepercayaan dan kesinambungan program jaminan sosial,” ujar Dr. Agung dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/11/2025).

Penguatan FCS ini merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah dan KPK dalam mendorong lembaga publik meningkatkan sistem anti-korupsi. Upaya tersebut juga selaras dengan POJK 12/2024 mengenai penerapan strategi anti-fraud bagi lembaga keuangan.

Empat pilar utama anti-fraud – pencegahan, deteksi, investigasi, dan pemantauan – diperkuat melalui sistem pelaporan pelanggaran, unit khusus pendeteksi fraud, mekanisme investigasi yang terstandar, serta pengawasan yang terintegrasi.

BPJS Ketenagakerjaan telah menyusun dan menerapkan pedoman FCS sebagai upaya memperkuat pengendalian internal berbasis tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (GRCC).

FCS disusun untuk menciptakan area kerja yang bebas fraud dengan mengandalkan budaya etika, disiplin, kesadaran pegawai, dan dukungan sistem pengendalian yang konsisten.

Tiga strategi utama FCS mencakup:
• Pencegahan
• Pendeteksian
• Penindakan

Selain itu, terdapat 10 atribut utama untuk memastikan sistem berjalan efektif, meliputi:

kebijakan anti-fraud, struktur pengendalian, standar perilaku, manajemen SDM, pengendalian pihak ketiga, penilaian risiko, sistem pelaporan pelanggaran, deteksi proaktif, investigasi, dan tindakan korektif.

Setiap atribut dikoordinasikan oleh unit-unit strategis seperti Tata Kelola, Human Capital, Pengadaan, Manajemen Risiko, dan SPI.

Implementasi FCS terus dievaluasi secara berkala, baik melalui self assessment maupun penilaian independen oleh BPKP.

Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan tata kelola, mengidentifikasi risiko fraud, memperbaiki kelemahan pengendalian internal, dan mendorong peningkatan efektivitas sistem pelaporan serta investigasi.

Hasil evaluasi menghasilkan sejumlah Area of Improvement (AoI) yang menjadi fokus penanganan pada tahun 2025, antara lain:

• Peningkatan sosialisasi kebijakan anti-fraud kepada seluruh pegawai.
• Evaluasi efektivitas program sosialisasi.
• Peer review atas kinerja Unit Pengendalian Fraud.

• Sosialisasi komitmen anti-fraud melalui media informasi di kantor cabang.
• Peningkatan pelatihan pengungkapan risiko fraud.
• Penyusunan mekanisme perlindungan pelapor dan pengelola WBS.

• Penilaian risiko fraud di seluruh unit kerja, terutama yang berisiko tinggi.
• Analisis atas laporan WBS yang tidak bisa ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas data risiko fraud.

Dengan penguatan FCS, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sektor publik yang bebas korupsi.

“Pengendalian fraud bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi merupakan tuntutan moral dalam pengelolaan dana publik. BPJS Ketenagakerjaan memastikan setiap lini organisasi bekerja secara transparan, akuntabel, dan profesional,” tegas Dr. Agung.

Pendekatan ini diharapkan memperkuat fondasi tata kelola BPJS Ketenagakerjaan sehingga mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi seluruh pekerja Indonesia. (ibs)

Tags: BPJSKetenagakerjaanpekerja

Berita Terkait.

phr
Ekonomi

PHR Buka Potensi Baru WK Rokan, Sumur Menggala South-21 Catat Produksi Menjanjikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:02
pln
Ekonomi

Transformasi Besar PLN IP Diakui, Beyond kWh Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:50
Man-City
Ekonomi

Gandeng PSG dan Manchester City, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:00
jilbab
Ekonomi

Mukena dan Jilbab UMKM Binaan PGN Catat 59 Persen Penjualan di PAS Sky Shop Kolaborasi Pertamina-Pelita Air

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:17
Pramono
Ekonomi

Kuliner Betawi Tembus Pasar Internasional, Omzet Rengginang Bang Zai Melonjak hingga Rp10 Juta di FJGS 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:22
Seminar
Ekonomi

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3197 shares
    Share 1279 Tweet 799
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1415 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2849 shares
    Share 1140 Tweet 712
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.