INDOPOSCO.ID – Forum pemasaran paling bergengsi di Tanah Air, MMA IMPACT Indonesia 2025, kembali digelar dengan mengusung tema besar “Powering Marketing for Growth: Act, Accelerate, and Advance”.
Acara ini mempertemukan para Ketua Dewan, eksekutif C-level, CEO, founder, dan para pengambil keputusan lintas industri pemasaran, periklanan, media, hingga bisnis digital dalam sebuah pertemuan strategis satu hari penuh.
Melalui rangkaian sesi keynote, fireside chat, dan panel thought-leadership, ajang ini menegaskan komitmen Marketing + Media Alliance (MMA) untuk memperkuat ekosistem pemasaran melalui kerangka berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor. Inovasi, skalabilitas, dan pertumbuhan berkelanjutan menjadi benang merah seluruh diskusi.
Di tengah percepatan transformasi digital Indonesia yang masif, forum ini menyoroti tantangan dan peluang baru bagi para pemasar. Mulai dari peningkatan peran agentic artificial inteligence (AI), kepemimpinan berbasis kinerja, pemanfaatan big data untuk ekspansi, hingga kebangkitan social marketing sebagai fondasi strategi masa depan.
Proyeksi ekonomi digital Indonesia yang mencapai USD 210–360 miliar pada 2030 menunjukkan besarnya potensi pertumbuhan industri. Lonjakan layanan cloud, fintech, hingga implementasi Digital Economy Framework Agreement terus memperkuat struktur digital nasional. Bahkan, transaksi digital diprediksi menembus USD 760 miliar pada tahun yang sama, didukung pesatnya penggunaan dompet digital dan sistem pembayaran real-time.
E-commerce pun diperkirakan melonjak dua kali lipat menjadi lebih dari USD 194 miliar pada 2030, ditopang oleh AI marketing, pengalaman omnichannel, serta dominasi Gen Z dan Milenial yang diprediksi menyumbang 85–90 persen transaksi digital.
Dalam sambutan pembukanya, Sutanto Hartono, Ketua MMA Indonesia, menegaskan perubahan besar dalam peran pemasaran.
“Mandat marketing kini bukan sekadar membangun awareness, tetapi mendorong pertumbuhan terukur dan nilai perusahaan yang berkelanjutan. Dengan adopsi AI, para pemimpin harus memasukkan kecerdasan dalam setiap keputusan pemasaran dan menciptakan pengalaman pelanggan yang membangun loyalitas sekaligus pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Shanti Tolani, Country Head dan Direktur Dewan MMA Indonesia, menyoroti pentingnya kolaborasi dan penggunaan teknologi sebagai mesin pertumbuhan.
“Para pemimpin harus berfokus pada Data, Inovasi, dan Teknologi AI sebagai satu kesatuan. Dengan pasar perangkat lunak big data analytics Indonesia yang tumbuh pada CAGR 9,35 persen dan menuju USD 73,77 miliar pada 2030, serta pasar social-commerce yang diprediksi mencapai USD 8,62 miliar, peran kepemimpinan pemasaran dalam membangun ekuitas dan nilai jangka panjang semakin krusial,” ungkapnya.
Forum ditutup dengan konsensus bahwa masa depan pemasaran Indonesia akan ditentukan oleh pemimpin yang mampu bertindak cepat, mengakselerasi inovasi, dan terus maju dengan strategi yang bertanggung jawab.
MMA IMPACT Indonesia 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai platform penting untuk membentuk transformasi digital yang inklusif dan inovatif serta mengajak seluruh pemasar Indonesia untuk benar-benar menghidupkan semangat: Act, Accelerate, and Advance. (srv)










