INDOPOSCO.ID – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Benny Kabur Harman menegaskan bahwa pembahasan soal tanaman kratom (Mitragyna speciosa) tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomi semata. Menurutnya, kratom memiliki dimensi sejarah, ekologi, dan sosial yang kuat, bahkan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Sebelum republik ini berdiri tahun 1945, tanaman ini sudah tumbuh di hutan-hutan seluruh nusantara. Atas kuasa apa tiba-tiba kita mengatakan tanaman ini tidak boleh?” ujar Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mendorong negara untuk memberi perhatian serius terhadap kratom sebagai komoditas strategis nasional yang memiliki nilai ekonomi besar sekaligus potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.
“Fungsi hukum itu bukan menihilkan realitas yang sudah ada, tapi memberi legitimasi dan perlindungan terhadapnya,” tegasnya.
Benny menilai, RUU Komoditas Strategis harus mampu memberi legalitas, perlindungan, dan nilai tambah bagi tanaman lokal seperti kratom, yang dinilai menyimpan potensi devisa besar bagi negara.
“Undang-undang harus menjaga dan merawat ciptaan Tuhan yang sudah ada sejak republik ini berdiri. Kratom bukan hanya tanaman, tapi anugerah dengan nilai ekonomi yang luar biasa,” lanjutnya.
Lebih jauh, Benny mempertanyakan apakah terdapat regulasi yang justru menghambat budidaya dan pengolahan kratom di Indonesia. Ia meminta agar pemerintah dan lembaga seperti BNN lebih fokus pada aspek pengawasan, bukan pelarangan.
“Kalau ada lembaga seperti BNN yang membatasi, ya yang perlu kita jaga itu penyalahgunaannya, bukan tanamannya,” ujar anggota Komisi III DPR RI itu.
Benny juga menilai kratom dapat menjadi komoditas unggulan baru setelah nikel dan sawit, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi wilayah-wilayah tertinggal seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Daerah saya termasuk empat provinsi termiskin di republik ini. Mungkin Tuhan kasih solusi lewat kratom. Kalau uang bisa dikorupsi, tapi kalau tanaman ini bisa langsung menolong rakyat,” ujarnya dengan semangat.
Sebagai bentuk komitmen, Benny bahkan meminta akses bibit kratom untuk ditanam di daerah pemilihannya.
“Saya ingin buktikan langsung. Jangan hanya berhenti di wacana. Saya ingin kasih jalan bagi masyarakat saya keluar dari terowongan kemiskinan,” pungkasnya.
Diketahui, Kratom merupakan tanaman khas Kalimantan Barat. Tanaman ini disebut memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi komoditas ekspor ke berbagai negara. Daunnya digunakan sebagai bahan herbal dan suplemen di luar negeri. Meski demikian, status hukumnya di Indonesia masih belum jelas. (dil)










