• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Gelar Seminar KAMURA Dorong KEK Tembakau Pertumbuhan Ekonomi Baru Madura

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 12 November 2025 - 19:55
in Daerah
WhatsApp Image 2025-11-12 at 19.06.03

Adi Prayitno (pegang mike) saat FGD membahasa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura" di UIN Sunan Ampel Surabaya/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Komunitas Muda Madura (KAMURA) menggelar Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” di Gedung Twin Towers Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/11/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan—mulai dari pejabat pemerintah, akademisi, ekonom, aparat penegak hukum, hingga pelaku industri tembakau rakyat—dan menjadi bagian dari proses perumusan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura yang tengah disusun oleh KAMURA.

BacaJuga:

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal Amankan Penerimaan Negara Ratusan Juta Rupiah

Banjir Terjang Parigi Moutong dan Langkat, Ratusan Rumah Terdampak

Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau

Adi Prayitno, Tim Perumus Naskah Akademik KEK Tembakau Madura KAMURA, menyampaikan bahwa inisiatif KEK Tembakau berangkat dari kenyataan sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat Madura.

“Bagi kita, tembakau itu adalah jantung bahkan denyut nadi kehidupan sehari-hari. Kita mau kuliah, mau menikah, mau kondangan, semua menunggu hasil tembakau. Hutang bertahun-tahun pun sering kita bayar setelah panen. Saya sendiri sudah 25 tahun jadi petani tembakau, dan sampai sekarang pun masih,” ujar Adi dalam forum yang disambut tepuk tangan peserta.

Adi menjelaskan, KAMURA tidak sekadar membahas isu tembakau dari aspek industri atau fiskal, tetapi dari realitas ekonomi rakyat. “Bagi kami, Kawasan Ekonomi Khusus ini bukan sekadar istilah teknokratis, tapi mimpi besar agar petani terbantu dan pabrik-pabrik rakyat bisa bertahan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa riset lapangan KAMURA mengungkap kenyataan bahwa KEK Tembakau menjadi harapan baru bagi kesejahtetaan petani tembakau.

“Apapun nanti namanya—apakah kawasan ekonomi khusus, perhatian khusus, atau perlakuan khusus—yang kami inginkan sederhana: tembakau petani dibeli dengan harga manusiawi, dan industri rokok rakyat diberi ruang hidup yang legal dan adil,” tegas Adi yang juga Dosen FISIP UIN Jakarta ini.

Menurutnya, fenomena tumbuhnya industri rokok rakyat justru menjadi bukti kebangkitan ekonomi lokal Madura. “Industri kecil ini menyerap tenaga kerja, menjaga harga tetap stabil, dan menggerakkan ekonomi desa. Tapi tanpa payung hukum dan kebijakan khusus, mereka terus terjepit,” tambahnya.

Adi juga menyinggung soal persepsi terhadap Madura sebagai daerah pinggiran.

“Madura itu bagian dari Jawa Timur. Banyak orang berkelakar seakan-akan Madura lain dari Jawa Timur, padahal kontribusinya nyata, bahkan sampai ke penerimaan negara lewat cukai. KEK Tembakau ini bukan sekadar proyek, tapi pengakuan atas peran besar Madura dalam ekonomi nasional,” ujar Adi yang dikenal sebagai pengamat politik ini.

Sementara itu, Dr. H. Muhammad Lathoif Ghozali, Lc., M.A., Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, menyoroti aspek sosial, kultural, dan ekonomi dari wacana KEK Tembakau.

“Yang sering melawan tembakau justru perusahaan farmasi lewat produk vape, padahal dampaknya tidak kalah buruk,” ujarnya.

Lathoif menegaskan bahwa tembakau bukan musuh masyarakat, melainkan bagian dari sejarah dan budaya Nusantara.

“Tembakau itu bukan sekadar daun, tapi tambang emas Madura,” katanya.

Ia juga menjelaskan pentingnya pendekatan aglomerasi ekonomi dalam KEK, yakni mengumpulkan kegiatan industri dalam satu kawasan untuk menekan biaya, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat kontrol mutu.

“Kalau KEK ini terbentuk, bukan hanya tembakaunya yang tumbuh, tapi juga industri pendukung seperti petrokimia, pupuk khusus, dan distribusi bahan baku. Itu akan menciptakan multiplier effect besar bagi Madura,” ujar Lathoif.

Menurutnya, negara perlu berpihak pada petani dan tidak terjebak dalam perang nikotin global yang merugikan petani tembakau.

“Jangan sampai aparat negara menjadi alat perang nikotin yang justru menekan rakyatnya sendiri. Kita perlu kebijakan yang melindungi kehidupan, bukan mematikan sumber hidup rakyat,” tandasnya.

Adi Prayitno menambahkan bahwa industri rokok rakyat bukanlah kriminalitas, melainkan ekspresi ekonomi rakyat kecil.

“Kami tidak pernah merugikan negara. Justru kontribusi tembakau terhadap negara mencapai ratusan triliun. Kembalinya ke Madura hanya miliaran, dan kami tidak pernah mengeluh. Kami hanya ingin diberi ruang untuk hidup dan bekerja secara legal,” katanya.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura oleh KAMURA, yang sebelumnya telah melakukan audiensi dengan empat bupati Madura dan penelitian lapangan di empat kabupaten Madura.
Hasil akhir naskah ini akan menjadi dasar pengusulan resmi KEK Tembakau Madura kepada pemerintah pusat.

“Bagi kami, tembakau bukan soal daun emas. Tembakau adalah tambang emas Madura—sumber kehidupan, kebanggaan, dan masa depan ekonomi rakyat,” tutup Adi Prayitno. (ney)

Tags: ekonomiKEK Tembakaumadura

Berita Terkait.

bc2
Daerah

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal Amankan Penerimaan Negara Ratusan Juta Rupiah

Senin, 28 September 2026 - 17:07
parigi
Daerah

Banjir Terjang Parigi Moutong dan Langkat, Ratusan Rumah Terdampak

Senin, 28 September 2026 - 16:16
Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau
Daerah

Tak Sekadar Raih Juara, Piala Sedulur Purworejo Pupuk Semangat Guyub Rukun Warga Perantau

Senin, 28 September 2026 - 13:39
Geger! Jasad Pria Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang, Polisi Tegaskan Bukan Korban Kapal Rombongan Jurnalis
Daerah

Geger! Jasad Pria Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang, Polisi Tegaskan Bukan Korban Kapal Rombongan Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 10:45
Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Mamasa di Sulawesi Barat, Kedalaman Hiposenter 5 Km
Daerah

Gempa Bumi Kategori Dangkal Hantam Mamasa di Sulawesi Barat, Kedalaman Hiposenter 5 Km

Minggu, 27 September 2026 - 20:20
Tambak
Daerah

Sentuhan Dana Bergulir LPMUKP KKP: Bangkitkan Budi Daya Lele dan Rantai Pasok Benih di Sukabumi

Minggu, 27 September 2026 - 12:24

OLAHRAGA

campus
Olahraga

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Editor Folber Siallagan
Senin, 28 September 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Badminton Campus League 2026 menghadirkan pengalaman berbeda bagi para student-athlete melalui Badminton 3 vs 3, yang menawarkan permainan...

SelengkapnyaDetails
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20
Sejarah Perkasa di Aichi: Tim Pokémon UNITE Indonesia Sabet Medali Pertama Esports di Asian Games 2026

Sejarah Perkasa di Aichi: Tim Pokémon UNITE Indonesia Sabet Medali Pertama Esports di Asian Games 2026

Senin, 28 September 2026 - 07:48

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3904 shares
    Share 1562 Tweet 976
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1110 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    1003 shares
    Share 401 Tweet 251
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.