INDOPOSCO.ID – Dalam dunia ekonomi yang terus berubah, keseimbangan menjadi kunci. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa percepatan pertumbuhan nasional hanya bisa dicapai bila tiga kekuatan utama ekonomi berjalan seirama, bukan saling menunggu.
“Ekonomi kita akan cepat kalau tiga mesin jalan, yakni fiskal, moneter, dan privat sektor. Jika dua itu jalan, tapi privat sektor tidak jalan, maka akan susah,” ujar Purbaya di Aula Garuda Mukti, Universitas Airlangga (UNAIR), Senin (10/11/2025).
Menurutnya, mesin ekonomi tidak akan berputar dengan lancar tanpa penguatan dari dalam negeri.
“Penguatan permintaan domestik juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia, terutama dalam menghadapi tekanan global yang terus berulang,” sambungnya.
Purbaya menilai, cara membaca arah perekonomian tidak bisa hanya bertumpu pada pergerakan suku bunga. Indikator lain seperti pertumbuhan uang beredar juga menjadi sinyal penting yang kerap diabaikan.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade memantau dinamika ekonomi nasional dan global, ia menegaskan pentingnya respons kebijakan yang tepat waktu. Ia mencontohkan bagaimana Indonesia berhasil melewati badai krisis global 2008 dengan tetap menjaga stabilitas.
“Dalam lebih dari 25 tahun saya mengamati ekonomi, kita bisa tumbuh di atas delapan persen dalam jangka panjang asalkan kebijakan fiskal, moneter, dan iklim investasi dijalankan dengan benar,” terangnya.
Tak berhenti di situ, Purbaya juga mengingatkan pentingnya menjaga arah kebijakan agar tidak kehilangan konsistensi.
“Konsistensi kebijakan serta kehati-hatian fiskal juga menjadi dasar penting bagi upaya mencapai target pertumbuhan pada tahun mendatang,” tambahnya.
Di tengah tantangan ekonomi global yang tak menentu, pesan Purbaya menjadi pengingat, yakni pertumbuhan bukan hanya soal angka, tapi tentang sinkronisasi kebijakan dan kepercayaan antar pelaku ekonomi. Bila tiga mesin utama itu menyala serempak, bukan tidak mungkin Indonesia akan melaju lebih cepat menuju masa depan yang lebih kokoh. (her)











