INDOPOSCO.ID – Di tengah tantangan global yang terus berubah, satu hal tetap pasti, yakni masa depan pangan Indonesia ada di tangan generasi muda. Mereka bukan sekadar penerus, tetapi menjadi energi baru yang menentukan arah kemandirian dan ketahanan pangan bangsa.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran anak muda dalam membangun sektor pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Ia mengajak generasi muda untuk berani mengambil langkah pertama, sekecil apa pun upayanya.
“Di ruangan ini mungkin ada sekitar lima puluh orang pemuda. Kalau kita bergerak bersama, punya komitmen yang sama, ini sudah cukup untuk menggerakkan perubahan ekonomi Indonesia. Perubahan besar itu tidak selalu lahir dari jumlah yang besar, tapi dari keberanian untuk memulai,” ujar Amran di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, semangat dan ketekunan anak muda dalam mengelola lahan, memelihara ternak, serta mengembangkan usaha tani dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan tidak akan tercapai hanya dengan kebijakan, tetapi juga dengan kesungguhan di lapangan.
“Insya Allah, hampir pasti swasembada pangan kita akan secepat mungkin. Ini tercepat. Ini berkat Bapak Presiden kita yang luar biasa. Target yang diberikan beliau itu menghasilkan energi, menghasilkan kekuatan untuk maju,” tambahnya.
Pernyataan Amran sejalan dengan langkah konkret pemerintah yang terus memperkuat fondasi kemandirian pangan nasional. Salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.
Dalam beleid tersebut, semangat swasembada pangan termanifestasi dalam program aksi yang memberi ruang besar bagi penganekaragaman pangan baik dari sisi produksi maupun konsumsi yang berbasis pada sumber daya lokal.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga menggerakkan berbagai program strategis untuk menumbuhkan minat generasi muda di sektor pertanian. Melalui Program Petani Milenial dan Brigade Pangan, Kementerian Pertanian menyediakan akses pembiayaan, pendampingan usaha, teknologi, serta pelatihan kewirausahaan bagi para pemuda yang ingin terjun ke dunia pangan.
Program-program tersebut menjadi jembatan antara idealisme dan realitas, memastikan bahwa pertanian bukan lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi profesi masa depan yang menjanjikan kesejahteraan dan kebanggaan.
Dengan semangat baru yang lahir dari tangan-tangan muda, Indonesia kini tidak hanya berbicara tentang ketahanan pangan, tetapi juga kedaulatan pangan yang ditopang oleh keberanian generasi penerusnya. (her)










