INDOPOSCO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) akan memberikan support pada pengembangan bakat siswa madrasah di bidang teknologi. Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i di acara Welcoming Dinner Dalam Rangka Grand Final Olimpiade Madrasah Nasional 2025, Senin (10/11/2025) malam.
Romo menuturkan, Kemenag tengah menyiapkan pembentukan Direktorat Vokasi Madrasah. Langkah ini menjadi upaya memperkuat pendidikan kejuruan di lingkungan madrasah. Dan menjawab arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan pendidikan vokasional sebagai prioritas utama.
“Kami ingin menambah satu direktorat khusus bidang vokasi untuk memperkuat aspek kejuruan dan memastikan lulusan madrasah siap kerja,” katanya.
Ia menilai, keberadaan Direktorat Vokasi Madrasah akan menjadi langkah penting untuk memastikan tata kelola pendidikan kejuruan di madrasah berjalan lebih terarah dan terintegrasi.
“Lulusan madrasah harus siap menerima bonus demografi, dengan ketrampilan yang handal,” ucapnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan, melalui kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 menjadikan siswa madrasah dekat dengan teknologi. Sehingga , siswa tidak saja paham tentang Islam tetapi juga paham teknologi.
“Kemarin kita baru saja gelar Madrasah Robotic Competition (MRC) 2025, sekarang OMI. Ini wujud madrasah tidak saja belajar kitab kuning tetapi juga sains dan riset,” terangnya.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis), Kemenag Prof Suyitno menambahkan, sebelumnya gelaran OMI, Kemenag telah menyelenggarakan Kompetensi Sains Madrasah (KSM).
“Siswa madrasah telah banyak melahirkan riset. Seperti hasil riset untuk menurunkan kolesterol, hingga hasil riset untuk membuat tubuh lebih slimming,” bebernya.
Ia menyebut, peserta OMI 2025 mencapai 2.400 peserta, dan telah diseleksi hingga 484 peserta. Pelaksanaan OMI 2025 ini, menurutnya, menjadikan madrasah terus berkembang dan semakin populer.
“Tahun ini juga madrasah meraih juara umum OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),” katanya. (nas)










