• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indonesia Targetkan Produksi Sawit 92 Juta Ton pada 2045

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 4 November 2025 - 18:11
in Ekonomi
sawit

Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera (kiri), dalam diskusi publik bertema “Peran Industri Sawit dalam Perekonomian Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, di Jakarta, Selasa (4/11/2025). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Industri kelapa sawit punya peran besar dalam perekonomian Indonesia. Selain menjadi komoditas ekspor utama, sawit juga menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 16 juta orang, mulai dari petani, pekerja perkebunan, hingga pelaku usaha turunannya.

“Indonesia memiliki sekitar 16,38 juta hektare lahan sawit, di mana 53 persen dikelola swasta, enam persen oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan sisanya sekitar 41 persen petani swadaya,” ujar Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, dalam diskusi publik bertema “Peran Industri Sawit dalam Perekonomian Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

BacaJuga:

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Diskusi juga menghdirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Surjadi dan Eddy Martono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

Dida mengatakan produktivitas sawit Indonesia masih dapat ditingkatkan. Saat ini rata-rata produksi masih di bawah empat ton per hektare. Sedangkan perusahaan besar mampu mencapai 10-12 ton per hektare.

“Melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), produktivitas diharapkan bisa naik dua hingga tiga kali lipat dalam empat tahun ke depan,” kata dia.

Menurut Dida, keunggulan utama sawit dibanding minyak nabati lain seperti bunga matahari atau rapeseed terletak pada produktivitasnya yang mencapai empat kali lipat.

“Sawit adalah komoditas dengan produktivitas lahan terbaik di dunia dan menjadi pilihan paling berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati global,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan keberlanjutan, pemerintah memperkuat kebijakan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025, sertifikasi ISPO kini mencakup seluruh rantai industri, dari perkebunan hingga sektor hilir.

“ISPO ini bersifat wajib. Bagi pekebun kecil, sertifikasi akan diberikan masa transisi empat tahun, dengan biaya yang seluruhnya ditanggung pemerintah,” ungkap Dida.

Selain menjamin keberlanjutan, pemerintah juga mengembangkan sistem informasi ISPO untuk memastikan keterlacakan dan transparansi data lahan. Dengan sistem ini, setiap lahan yang tersertifikasi ISPO dapat diverifikasi bersih dari kawasan hutan dan tidak tumpang tindih. Ini akan menjadi game changer dalam tata kelola sawit di masa datang.

Dida menambahkan pengembangan biofuel, biogas, dan produk turunan nonpangan dari sawit juga menjadi peluang besar menuju ekonomi hijau. Saat ini, terdapat sekitar 200 produk turunan sawit yang dikomersialisasikan, mulai dari kosmetik hingga bioavtur. Bahkan 40 persen kandungan biodiesel yang digunakan masyarakat berasal dari sawit.

Dosen FEB UI Surjadi, menyoroti pentingnya dimensi sosial dalam keberlanjutan industri sawit. Pembangunan ekonomi tidak boleh terlepas dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

“Petani swadaya memegang peranan penting, namun banyak dari mereka hanya memiliki 2–3 hektar lahan dan menghadapi keterbatasan akses terhadap pupuk serta pendanaan,” ujarnya.

Surjadi menekankan perlunya pendampingan kelompok petani agar dapat beroperasi secara efisien dan mendapatkan nilai tambah dari hasil panen. Idealnya, petani membentuk kelompok dan didampingi oleh perusahaan besar atau pemerintah agar memiliki posisi tawar yang lebih baik.

Selain itu, Surjadi menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap buruh perkebunan sawit. Menurut dia, para buruh juga bagian dari ekosistem sawit yang berhak mendapatkan penghidupan layak dan status kerja formal.

Mengutip penelitian dari IPB University yang dipublikasikan di Forest Policy & Economics 2020, Surjadi menegaskan trade-off antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa diminimalkan.

“Penelitian itu menunjukkan bahwa win-win solution selalu tersedia. Dengan pengelolaan yang tepat, sawit di lahan gambut pun bisa mengurangi emisi sekaligus menjaga produktivitas,” kata dia.

Adapun Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, mengatakan target produksi sawit Indonesia pada 2045 mencapai 92 juta ton. Angka ini hampir dua kali lipat dari produksi saat ini yang sekitar 53 juta ton.

Menurut Eddy, pembenahan sektor hulu industri sawit harus segera dibenahi. Hilirisasi tidak akan berhasil jika hulunya bermasalah. Produksi sawit stagnan dalam lima tahun terakhir. Gapki mendorong peningkatan produktivitas petani dan efisiensi di tingkat kebun,” ucapnya.

Eddy menyoroti dampak besar program biodiesel terhadap ekonomi daerah. Harga sawit sempat di bawah biaya produksi sebelum program biodiesel.

“Banyak petani membiarkan buahnya busuk di pohon. Sekarang, berkat program biodiesel, harga bisa bertahan dan ekonomi daerah ikut hidup,” terangnya.

Eddy menambahkan Gapki terus menjalankan program corporate social responsibility (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat produktivitas dan hilirisasi.

“Kami ingin industri sawit tidak hanya kuat secara ekonomi, tapi juga bermanfaat secara sosial dan ramah lingkungan,” tuturnya. (rmn)

Tags: Ekonomi NasionalIndustri Kelapa Sawitsawit

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:47
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:42
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Ekonomi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:05
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Ekonomi

Pertamina Berdayakan Bank Sampah, Minyak Jelantah Warga Cilacap Dilirik Jadi Bahan Baku SAF

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:05
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Ekonomi

Harga Patokan Ekspor Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07
Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Mitsubishi Hadir di GIIAS Makassar 2026, Perkenalkan Ragam Pilihan Kendaraan untuk Kebutuhan Konsumen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5157 shares
    Share 2063 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1153 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.