• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Pramono Pastikan Efisiensi Tak Sentuh Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:06
in Megapolitan
IMG_0174

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta International Veledrome, Jakarta Timur, Kamis (23/10/2025). Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan efisiensi atau pemangkasan anggaran pada tahun depan tak akan menyentuh sektor kesehatan dan pendidikan.

“Efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di lingkup kami hanya dilakukan untuk proyek fisik yang dinilai belum mendesak. Jadi, bukan kedua sektor itu,” katanya menjawab pers, di Rawamangun, Jakarta Timur, dilansir ANTARA, Kamis (23/10/2025).

BacaJuga:

Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

Bongkar Sindikat Etomidate di Tangerang, Polisi Tangkap 1 Remaja

Libur Panjang, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 120 Ribu Orang

Ia memberikan contoh, pada puskesmas sebenarnya tak dikurangi sehingga operasional tetap, tetapi yang terpangkas adalah pembangunan fisik.

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI saat ini tengah menyiapkan pembangunan dan revitalisasi sejumlah fasilitas kesehatan di Ibu Kota.

Ia menyebut, sebanyak dua puskesmas baru akan dibangun, sementara beberapa lainnya akan diperbarui dengan fasilitas yang lebih modern.

Kendati demikian, Pramono belum merinci lokasi puskesmas tersebut.

“Jadi, untuk kesehatan tidak ada yang dikurangi,” ujarnya.

Tak hanya di sektor kesehatan, hal serupa juga berlaku untuk sektor pendidikan di Jakarta.

Pramono menyebut, Pemprov DKI tetap menjaga kualitas layanan publik, terutama bidang kesehatan dan pendidikan, agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat langsung dari APBD.

“Saya berprinsip untuk kesehatan dan pendidikan tidak dikurangi. Yang dikurangi semuanya adalah hal yang bersifat pembangunan fisik,” ujar Pramono.

Untuk mengimbangi efisiensi anggaran, Pramono menyiapkan strategi pembiayaan kreatif, yakni dengan menggandeng swasta, BUMD, maupun BUMN untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Pramono menjelaskan pihaknya akan bekerja sama dengan swasta dan BUMD untuk pembangunan Jakarta.

“Termasuk, karena sekarang Rumah Sakit Sumber Waras sudah mulai kita bersihkan, minggu depan saya akan lihat lapangan di sana. Itu akan kita siapkan jadi rumah sakit baru,” kata Pramono.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pihaknya akan menunda sejumlah pembangunan yang tidak menjadi prioritas imbas berkurangnya dana bagi hasil (DBH) dari pusat.

“Semua sudah tahulah bahwa pemerintah pusat akan meminta kepada semua pemerintah daerah lakukan efisiensi. Nah, itu yang harus kita sikapi segera dengan konsekuensi RAPBD harus diubah,” kata Rano.

Rano menjelaskan air bersih dan transportasi massal, seperti MRT tetap menjadi prioritas utama.

Namun, proyek-proyek pembangunan lain yang dinilai tidak mendesak akan ditunda.

Sebelumnya, Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyepakati penyesuaian Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp81,2 triliun setelah DBH dipangkas Rp15 triliun dari Rp26 triliun.

DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebelumnya sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk APBD 2026 sebanyak Rp95,3 triliun pada 13 Agustus 2025.

Namun, setelah adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Pemotongan DBH, maka Banggar bersama TPAD DKI Jakarta telah menyepakati adanya Perubahan APBD 2026 menjadi Rp81,2 triliun. (dam)

Tags: EfisiensikesehatanpendidikanPramono

Berita Terkait.

Berawan
Megapolitan

Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:21
Obat-Keras
Megapolitan

Bongkar Sindikat Etomidate di Tangerang, Polisi Tangkap 1 Remaja

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:49
Ragunan
Megapolitan

Libur Panjang, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 120 Ribu Orang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:10
hujan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Jakarta Akhir Pekan, Waspadai Potensi Hujan di Wilayah Ini

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:17
segel
Megapolitan

Disparekraf DKI Tindak Tegas Tempat Hiburan di Jakbar yang Jadi Sarang Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:08
Narkoba
Megapolitan

Polisi Ungkap Peredaran Narkotika di Hotel Jakbar, Dipesan Lewat Resepsionis

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:07

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2310 shares
    Share 924 Tweet 578
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    736 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.