• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Urgensi Pendirian Ditjen Pesantren, Begini Penjelasan Wamenag

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 11:33
in Nasional
IMG-20251018-WA0027

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i. Foto: Dokumen Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sangat mendesak karena pesantren mengemban mandat Undang-undang (UU) yang sangat berat. Pasal 4 UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren mengatur tiga fungsi pesantren, yaitu: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i dalam keterangan, Sabtu (18/10/2025). Ia mengatakan, tiga fungsi peran pesantren sudah dilakukan sejak sebelum Indonesia merdeka.

BacaJuga:

Jaksa Ajukan Permohonan Izin Penyitaan Tanah dan Bangunan Nadiem

UI Beri Solusi Ekonomi Sirkular untuk Industri Budi Daya Kelinci

Pemerintah Gelar Koordinasi Awal Satgas Percepatan Rehabilitasi–Rekonstruksi Bencana Sumatera

“Pesantren sudah ada sejak abad 15 masehi. Jadi ketiga fungsi ini bahkan sudah diperankan banyak pesantren sejak sebelum Indonesia merdeka,” ujarnya.

Fungsi pendidikan yang diemban pesantren, menurut Wamenag, terus berkembang, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi (ma’had aly). Lembaga pendidikan keagamaan Islam khas Indonesia ini menjadi kawah bagi para jutaan santri dalam mendalami ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Pesantren dan para lulusannya juga berkiprah di berbagai bidang kehidupan sosial, memberi pemahaman keagamaan yang moderat bagi masyarakat. “Dakwah pesantren mempromosikan nilai tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh. Ini membangun modal sosial yang diperlukan dalam membangun kerukunan umat,” tegasnya.

Sementara dalam fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren terbukti bukan menjadi lembaga yang seperti menara gading keilmuan, tapi juga menjadi episentrum pembangunan ekonomi lokal. Eksistensi pesantren terbukti ikut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan, dan penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terutama di wilayah perdesaan.

“Tiga fungsi ini tidak bisa berkembang jika hanya dikelola dalam satuan kerja setingkat eselon II, di bawah Ditjen yang fokus pada fungsi pendidikan Islam. Perlu kehadiran negara untuk bisa lebih mengoptimalkan tiga fungsi pesantren, tidak hanya pendidikan, tapi juga dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat saat ini ada lebih dari 42 ribu pesantren yang terdaftar. Jumlah pesantren bahkan diperkirakan bisa mencapai 44 ribu karena masih ada beberapa lembaga yang belum terdaftar. Puluhan ribu pesantren itu, kini mengelola lebih dari 11 juta santri dengan kurang lebih 1 juta kiai atau dewan guru.

Selain itu, Direktorat Pesantren saat ini juga membina 104.204 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan 194.901 Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).

“Ditjen Pesantren dibutuhkan karena kehadirannya sesuai dengan kebutuhan atas layanan umat beragama. Kita juga sudah hitung analisis beban kerja setiap unit organisasi/jabatan jika terbentuk Ditjen Pesantren,” ujarnya.

“Ikhtiar Kemenag bersama Kemenpan RB sudah maksimal. Saya optimis izin prakarsa dari Presiden terbit sebelum 22 Oktober 2025 sebagai hadiah Hari Santri, sekaligus penghormatan kepada para kyai yang telah mendedikasikan diri untuk pengembangan pesantren,” sambungnya. (nas)

Tags: agamaPesantrenponpes

Berita Terkait.

2 Pelaku Curanmor Bersenpi di Palmerah Diburu, Lepaskan 3 Tembakan
Nasional

Jaksa Ajukan Permohonan Izin Penyitaan Tanah dan Bangunan Nadiem

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:34
2 Pelaku Curanmor Bersenpi di Palmerah Diburu, Lepaskan 3 Tembakan
Nasional

UI Beri Solusi Ekonomi Sirkular untuk Industri Budi Daya Kelinci

Jumat, 9 Januari 2026 - 03:55
Pemerintah Gelar Koordinasi Awal Satgas Percepatan Rehabilitasi–Rekonstruksi Bencana Sumatera
Nasional

Pemerintah Gelar Koordinasi Awal Satgas Percepatan Rehabilitasi–Rekonstruksi Bencana Sumatera

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:50
Konsep Otomatis
Nasional

BNPB: Tim Reaksi Cepat Dikerahkan Tangani Banjir di Dompu NTB

Jumat, 9 Januari 2026 - 01:48
JPPI: Indonesia Butuh Generasi Kritis, Bukan Sekadar Kenyang
Nasional

JPPI: Indonesia Butuh Generasi Kritis, Bukan Sekadar Kenyang

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:03
2 Pelaku Curanmor Bersenpi di Palmerah Diburu, Lepaskan 3 Tembakan
Nasional

Peneliti: Kepemimpinan Ganda Prof Yanto Dinilai Buka Paradigma Baru Pengawasan Hakim

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:51

BERITA POPULER

  • PSIM vs Semen Padang: Duel Dua Tim Pincang

    PSIM vs Semen Padang: Duel Dua Tim Pincang

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Malut United vs PSBS: Unggul Mental, Laskar Kie Raha Justru Dapat Peringatan Dini

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta Hari Minggu, BMKG: Didominasi Berawan Tebal Hingga Berpotensi Hujan

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Wasit Jadi Sorotan, Bojan Hodak Angkat Bicara Jelang Persib vs Persija

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Bener Meriah di Aceh Diguncang Gempa Bumi Dangkal, BMKG: Getaran Skala MMI III-IV

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.