• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Data Lemah dan Insentif Tak Tepat, PR Besar di Balik Kebijakan Pangan Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 13 Oktober 2025 - 20:02
in Ekonomi
padi

Ilustrasi petani tengah panen raya. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga beras, cabai, dan bawang kerap menjadi ukuran sederhana bagi masyarakat untuk menilai “sehat tidaknya” ekonomi Indonesia. Namun, di balik fluktuasi harga yang sering memanas di pasar, ada satu hal yang kerap luput dari sorotan, yakni peran pemerintah seharusnya bukan sekadar menjadi “penentu harga”, melainkan arsitek sistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Pengaturan harga bahan pokok di pasar domestik memang menggoda secara politik, tetapi langkah itu sering kali hanya bersifat sementara. Kunci sesungguhnya justru terletak di hulu, seperti di sawah, ladang, dan kebun tempat para petani berjuang. Pemerintah perlu memastikan rantai pasok bekerja efisien melalui sistem insentif yang membuat petani merasa dihargai, bukan sekadar dijanjikan.

BacaJuga:

Gandeng PSG dan Manchester City, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Global

Mukena dan Jilbab UMKM Binaan PGN Catat 59 Persen Penjualan di PAS Sky Shop Kolaborasi Pertamina-Pelita Air

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Dalam pandangan ekonom Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati, fokus kebijakan fiskal di sektor pertanian harus diarahkan pada penguatan data dan efektivitas anggaran. Ia menilai, selama ini pemerintah masih kesulitan memantau produktivitas dan kesejahteraan petani kecil karena sistem pendataan yang tercerai-berai dan tidak sinkron. Akibatnya, banyak kebijakan lahir tanpa pijakan data yang kuat.

“Kalau yang dibicarakan itu soal pendapatan, memang sulit untuk dipantau. Pemerintah memang punya data dari SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional), tapi belum tentu datanya benar-benar menyentuh petani kecil,” ujar Ninasapti kepada INDOPOSCO usai diskusi publik bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?” yang digelar oleh Lembaga Survei KedaiKOPI di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Menurut Nina -sapaan Ninasapti Triaswati-, upaya meningkatkan kesejahteraan petani kecil dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan seperti koperasi dan digitalisasi transaksi pertanian. Dengan sistem data yang terintegrasi, pemerintah bisa memantau pergerakan penjualan, pembelian, serta penyaluran subsidi dengan lebih akurat.

“Kalau datanya digitalisasi, penjual-pembelian bisa menjadi basis untuk penyaluran subsidi. Tapi sekarang belum terlihat sistem itu berjalan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Nina menekankan pentingnya mendorong petani menjadi bankable, agar mereka dapat mengakses layanan keuangan formal seperti perbankan.

“Harus dibangun sistem yang membuat petani itu bankable. Di Jepang, semua petani sudah punya HP dan rekening bank. Kalau sudah punya bank account, aman. Nah, di kita masalahnya masih di situ,” jelasnya.

Menurut Nina, keberhasilan kebijakan pangan tidak hanya bergantung pada harga atau subsidi, tetapi juga pada keberlanjutan sistem ekonomi pertanian yang inklusif dan terhubung dengan teknologi.

“Kalau sistemnya dibangun dengan benar, petani pun bakal sejahtera bukan karena diatur, tapi karena didukung,” tambahnya. (her)

Tags: Harga BerasKetahanan PanganNinasapti Triaswatipangan

Berita Terkait.

Man-City
Ekonomi

Gandeng PSG dan Manchester City, BYD Perkuat Strategi Ekspansi Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:00
jilbab
Ekonomi

Mukena dan Jilbab UMKM Binaan PGN Catat 59 Persen Penjualan di PAS Sky Shop Kolaborasi Pertamina-Pelita Air

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:17
Seminar
Ekonomi

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27
Penyerahan
Ekonomi

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:36
Apresiasi
Ekonomi

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:45
Limbah-Serbuk
Ekonomi

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3196 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1335 shares
    Share 534 Tweet 334
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2834 shares
    Share 1134 Tweet 709
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.