• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Ditelusuri Polresta Bandara Soetta, Begini Cara Pelaku Sindikat TPPO Perdaya Calon Pekerja

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 9 Oktober 2025 - 17:05
in Megapolitan
soeta

Pertama dari kiri: Kepala BP3MI Banten Budi Novijanto, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Rondald Sipayung, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Kamis (9/10/2025). Foto: Feris Pakpahan/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Polresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terus menelusuri jejak panjang praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjerat banyak warga untuk diberangkatkan ke luar negeri secara ilegal.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa jaringan para pelaku bekerja dalam pola berkelompok, terstruktur, dan lintas daerah, membuat sindikat ini sulit dilacak.

BacaJuga:

Minta Pagar Besi Mal Dilepas, Pramono: Jangan Khawatir Berlebihan

Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Yandri Mono mengungkapkan, jaringan tersebut terbagi dalam tiga klaster utama yang memiliki fungsi masing-masing. Struktur berlapis itu membuat operasi kejahatan berjalan rapi dan terencana.

“Pola jaringannya selalu berkelompok. Ada klaster perekrut, pengurus dokumen, dan pendana yang menyiapkan tempat bekerja,” katanya kepada INDOPOSCO, Kamis (9/10/2025).

Ia menjelaskan, klaster pertama berperan merekrut calon pekerja migran dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga DKI Jakarta.

Target utama mereka adalah warga berpenghasilan rendah yang tergiur janji pekerjaan mudah dan gaji besar di luar negeri.

“Mereka datang langsung ke daerah-daerah, membujuk warga dengan iming-iming pendapatan besar dan keberangkatan cepat,” ujarnya.

Selain itu, klaster kedua bertugas menyiapkan sekaligus memalsukan dokumen keberangkatan, mulai dari paspor, visa, hingga surat rekomendasi kerja.

Dengan memanfaatkan celah administratif, kelompok ini mampu meloloskan korban melalui jalur resmi bandara.

“Semua dokumen dibuat seolah sah agar korban bisa lolos pemeriksaan,” ujar Yandri.

Sementara klaster ketiga menjadi pengendali lapangan sekaligus penyandang dana.

Mereka menanggung seluruh biaya operasional, menyiapkan tiket, akomodasi, hingga penempatan kerja di luar negeri, dan memiliki koneksi dengan pengguna tenaga kerja di negara tujuan.

“Mereka yang mengatur pendanaan dan tempat bekerja. Semua sistematis,” jelasnya.

Menurut Yandri, pengungkapan jaringan TPPO biasanya berawal dari aksi pencegahan calon korban di bandara.

Calon pekerja yang terdeteksi hendak
berangkat tanpa prosedur resmi langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setiap pengungkapan dimulai dari korban yang kami cegah. Dari sana kami petakan siapa saja yang terlibat,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan korban menjadi pintu bagi penyidik membongkar rantai pelaku lintas daerah.

Struktur jaringan disebut semi hierarkis setiap klaster tidak saling mengenal penuh namun terhubung lewat perantarasehingga sulit ditelusuri.

“Mereka beroperasi cerdas. Karena itu, pengungkapan otak pelaku butuh waktu dan kolaborasi antarinstansi,” tutur Yandri.

Sebelumnya, Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Rondald Sipayung menegaskan telah memperkuat koordinasi dengan Kantor Imigrasi dan BP3MI Banten guna mempersempit ruang gerak para pelaku.

“Kami tidak hanya menindak pelaku, tapi memastikan setiap calon pekerja migran terlindungi dari kejahatan perdagangan orang. Pencegahan lebih penting daripada penindakan,” pungkasnya. (fer)

Tags: ilegalPolresta Bandara SoettaSindikat TPPO

Berita Terkait.

pram
Megapolitan

Minta Pagar Besi Mal Dilepas, Pramono: Jangan Khawatir Berlebihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:13
pullman
Megapolitan

Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:58
Berawan
Megapolitan

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:13
pram
Megapolitan

Pramono Ajak Legislatif Bergerak Bersama, Jakarta Siapkan Lompatan Menuju Kota Global

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:09
grogol
Megapolitan

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Indekos Grogol Petamburan

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:08
Pramono
Megapolitan

Pramono Siapkan Jakarta Jadi Episentrum Pendidikan dan Inovasi Kelas Dunia

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:42

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2058 shares
    Share 823 Tweet 515
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3143 shares
    Share 1257 Tweet 786
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.