• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Ayat-ayat AI

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 6 Oktober 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Artificial intelligence (AI) tidak beriman. Padahal inti dakwah itu untuk meningkatkan iman. Bagaimana bisa barang yang tidak beriman meningkatkan iman.

Itulah salah satu perdebatan dalam kompetisi bahasa Mandarin antar santri di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya Jumat-Sabtu-Minggu kemarin.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

“Topik ini terlalu berat,” ujar seorang pengunjung. Tionghoa. Kristen. “Mungkin berat untuk kita. Sudah terlalu tua,” kata saya setengah membela ide itu.

Sedang mereka masih muda. Status mereka masih santri. Debat antar santri harus membawa topik yang cocok untuk masa depan. Bukan masa lalu.

Kata ”santri” sendiri dipilih agar cakupannya lebih luas.

Ternyata benar. Debat ini tidak hanya diikuti oleh santri dari pondok pesantren. Ada pula tim dari SMA Tionghoa, Xin Zhong, Surabaya. Ternyata ada santri yang sekolah di Xinzhong. Rupanya Xinzhong sengaja mengirim siswa yang beragama Islam.

Cucu pertama saya sebenarnya ingin masuk SMA Xin Zhong. Itu setelah dia gagal berangkat ke SMA di Hangzhou gara-gara Covid-19. Dia mundur karena ada aturan di Xin Zhong: waktu di sekolah tidak boleh mengenakan simbol agama apa pun. Termasuk kalung salib bagi yang Kristen maupun jilbab bagi yang Islam. Sedang peserta debat dari Xin Zhong ini mengenakan jilbab karena di luar sekolah.

Pun dari Unesa ”dulu IKIP” Surabaya. Juga Unes ”dulu IKIP” Semarang dan UM “dulu IKIP” Malang. Mereka bisa kirim peserta. Santri yang dari Unesa mengalahkan tim santri dari pesantren Al Majidiyah, Pamekasan, Madura. Di semifinal. Nilainya hanya selisih 0,2.

Di final tadi malam mereka berhadapan dengan tim lain dari Al Majidiyah –yang di semifinal mengalahkan tim santri dari Unes, Semarang. Ketika naskah ini saya tulis finalnya sedang berlangsung.

Al Majidiyah tergolong baru dibanding pesantren lain di Madura seperti Banyuanyar dan Bata-bata. Tapi mereka masih satu rumpun keluarga –semua keturunan almarhum Kiai Majid. Santrinya sekitar 4.000 orang –bandingkan dengan dua terdahulu yang masing-masing sekitar 10.000.

Tema Dakwah di era AI ini masih dirinci. Tiap debat membicarakan subtema. Misalnya AI meningkatkan atau menggerus peran ulama.

Salah satu tim secara tegas mengatakan peran ulama sangat tergerus di era AI. Ada juga yang berpendapat ulama tidak bisa tergantikan.

Salah satu tim dari Al Majidiyah mengutip ayat Quran. Lalu mereka terjemahkan dalam bahasa Mandarin. “Bertanyalah kepada ahli zikir jika kalian tidak mengetahui”.

“Tidak ada ayat Quran yang mengatakan bertanyalah ke AI bila kalian tidak mengetahui”, ujar tim debat itu. Saya tersenyum sendiri mendengar pendapat jenaka ini.

Maka seru juga perdebatan itu. Utamanya soal  tidak punya hati dan perasaan. “Padahal dakwah harus dengan hati dan empati,” kata mereka.

Subtema lainnya: apakah AI lebih penting dari ulama dalam menerjemahkan/menafsirkan Al Quran. Pendapat antar tim juga tidak sama. Ada yang bilang AI lebih tepat menerjemahkan Al Quran. “Lebih objektif. Tapi bias oleh pandangan politik dan ideologi,” kata mereka.

“Tapi kesalahan tafsir oleh AI lebih berbahaya daripada kesalahan tafsir oleh seorang ulama,” kata yang lain.

Tentu kualitas isi debat tidak masuk dalam penilaian. Yang dinilai adalah kemampuan bahasa Mandarin mereka. Apalagi para juri bukanlah ahli agama. Bahkan tidak ada yang beragama Islam. Para juri adalah guru bahasa Mandarin seperti Peng Zexiang, Hong Liping, Elisa Christiana, Catherina Kijanto, dan Budi Wijaya. Moderator debat, Novi Basuki, memang alumnus pesantren, tapi moderator satunya, Andre So, seorang peramal lulusan Taiwan juga salah satu pimpinan ITC Centre yang sering berkunjung ke berbagai pesantren.

“Bahasa Mandarin mereka ngeri,” ujar Andre So sebelum naik panggung. “Anak-anak pesantren itu luar biasa,” katanya.

Pun Kuasa Usaha Sementara Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya Tan Dayou tidak menyangka kualitas bahasa Mandarin para santri itu begitu tinggi.

Sebagian mereka sudah sering mengikuti lomba pidato bahasa Mandarin di Tiongkok. Misalnya Lukmanul Hakim dari Al Majidiyah. Ia pernah ikut lomba pidato di Yunnan. Lalu tur ke Beijing.

Lomba ini diamati juga oleh Mario Agustian Lasut. Ia pemilik PT BRCC Perkasa Indonesia. Perusahaan itu ditunjuk sebagai perwakilan BRCC di Indonesia Belt Road Cultural Centre yang berpusat di Guangzhou.

BRCC punya sayap di 26 negara yang jadi anggota jaringan Belt Road Inisiatif yang didirikan Presiden Xi Jinping.

“Sampai hari ini kami sudah mengirim mahasiswa ke Tiongkok sebanyak 700 orang,” ujar Mario.

Mirip dengan yang dilakukan ITC Centre, Mario mendapatkan sumber beasiswa dari Tiongkok. Kalau ITC Centre langsung dari sembilan universitas di sana, BRCC Perkasa mendapat dukungan dana dari BRCC pusat.

“Dari 26 negara, yang terbanyak mengirim mahasiswa ke Tiongkok adalah dari Bangladesh. Lalu dari Pakistan, Nigeria, dan Brazil,” ujar Mario.

Mario punya ”dendam” pribadi. Ia selalu dapat beasiswa ke luar negeri tapi setiap kali pula gagal lulus. Waktu dapat beasiswa ke Seattle, Amerika, Mario hanya tiga bulan di sana. Harus pulang. Ayahnya sakit stroke dan jantung. Akhirnya Mario lulus dari Trisaksi, Jakarta.

Sampai hari ini masih terasa kontras: para santriwati berjilbab berdebat dalam bahasa Mandarin. Pun para santri laki-laki. Pakai sarung dan topi haji. Atau songkok. Berdebat dalam bahasa Arab sudah biasa. Kali ini debat dalam Mandarin.

Bisa dibayangkan sepuluh tahun lagi: mereka sudah akan bisa bertengkar pakai bahasa Mandarin. (DAHLAN ISKAN)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3894 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.