• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Air Tidak Mengenal Agama, MUI Jakarta Serukan Kesadaran Bersama Jaga Sumber Kehidupan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 6 Oktober 2025 - 14:54
in Megapolitan
1000323954

Sekretaris Umum MUI Provinsi Jakarta, KH. Auzai Mahfuz dalam acara lokakarya dengan tema “Menakar Masa Depan Air di Jakarta, Akankah Menjadi Air Mata?” yang diselenggarakan oleh MUI Provinsi Jakarta bekerja sama dengan PAM JAYA di Jakarta, Senin (6/10/2025). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam menghadapi tantangan krisis air yang kian nyata di ibu kota, berbagai tokoh dan lembaga turut menyuarakan keprihatinan serta gagasan untuk mencari solusi berkelanjutan. Salah satunya datang dari kalangan ulama.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jakarta, KH. Auzai Mahfuz menyoroti pentingnya persoalan air bukan hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai simbol peradaban dan kemanusiaan.

BacaJuga:

Minta Pagar Besi Mal Dilepas, Pramono: Jangan Khawatir Berlebihan

Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

“Ketika kami bersama Ketua Umum (MUI) di kantor membuat lokakarya, kami membahas perkara penting terkait air,” ujar Auzai dalam sambutannya pada acara lokakarya dengan tema “Menakar Masa Depan Air di Jakarta, Akankah Menjadi Air Mata?” yang diselenggarakan oleh MUI Provinsi Jakarta bekerja sama dengan PAM JAYA di Jakarta, Senin (6/10/2025).

“Saya lihat dari desain yang ditampilkan di videotron, air dari PAM Jaya mengalir ke Monas hingga Kota Tua, ada filosofi mendalam di sana. Monasnya mungkin perlu sedikit lebih tinggi, biar tidak ‘tenggelam’, tapi semoga maknanya tetap sama, mudah-mudahan ini menjadi simbol bahwa perairan di Jakarta dapat terus dipantau dengan baik,” sambungnya.

Auzai menegaskan, air adalah simbol universal yang tidak mengenal batas agama. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang hak manusia terhadap sumber daya alam.

“Air ini tidak mengenal agama. Nabi kita bersabda bahwa manusia memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi bersama, bergandengan tangan tanpa memandang keyakinan. Yang pertama adalah air, yang kedua udara, dan yang ketiga adalah api. Tiga hal ini menjadi hak bersama umat manusia,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan air tak sekadar teknis, tapi juga menyentuh aspek budaya, politik, dan sejarah peradaban manusia. “Adakah korelasi antara air dengan politik? Antara air dengan budaya? Air dengan peradaban?” tanyanya. “Mari kita telisik lebih dalam,” lanjutnya.

Ia kemudian mengangkat kisah menarik dari sejarah Islam, yakni Perang Badar. “Perang pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW disebut Perang Badar,” jelasnya.

“Badar itu sendiri sebenarnya adalah nama sebuah sumur (Sumur Badar) yang terletak di Madinah. Saat Rasulullah singgah di sana, sahabat Al-Hubab bin Munzir bertanya kepada beliau: ‘Ya Rasulullah, apakah ini wahyu dari Allah, ataukah ini bagian dari strategi perang?’ Rasulullah menjawab, ‘Ini bagian dari taktik,’” terangnya.

Dari dialog itu, Hubab kemudian mengusulkan agar pasukan Nabi tidak berdiam di tempat itu, melainkan bergerak lebih dekat ke sumur Badar dan menguasai sumber-sumber air di sekitarnya. Rasulullah pun menerima usulan tersebut, dan itulah sebabnya pertempuran itu kemudian dikenal sebagai Perang Badar, perang yang berawal dari perebutan sumber air.

“Di sinilah letak kebijaksanaan Nabi. Air bukan hanya sumber kehidupan, tapi juga sumber strategi, sumber kekuatan, dan sumber peradaban. Dari air, kita belajar tentang kebersamaan, keadilan, dan kearifan dalam mengelola alam,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapan agar semangat filosofis itu dapat menginspirasi pengelolaan air di Jakarta.

“Semoga air yang mengalir di kota ini tidak hanya menghidupi, tapi juga mempersatukan. Karena sejatinya, di setiap tetes air ada pesan ilahi, kehidupan harus dijaga bersama,” tambahnya. (her)

Tags: airKH. Auzai MahfuzMUI Jakartapam jaya

Berita Terkait.

pram
Megapolitan

Minta Pagar Besi Mal Dilepas, Pramono: Jangan Khawatir Berlebihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:13
pullman
Megapolitan

Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:58
Berawan
Megapolitan

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah Berawan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:13
pram
Megapolitan

Pramono Ajak Legislatif Bergerak Bersama, Jakarta Siapkan Lompatan Menuju Kota Global

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:09
grogol
Megapolitan

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Indekos Grogol Petamburan

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:08
Pramono
Megapolitan

Pramono Siapkan Jakarta Jadi Episentrum Pendidikan dan Inovasi Kelas Dunia

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:42

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2052 shares
    Share 821 Tweet 513
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1018 shares
    Share 407 Tweet 255
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3139 shares
    Share 1256 Tweet 785
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.