INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tiga opsi pembiayaan untuk melanjutkan proyek LRT Jakarta, yakni melalui anggaran daerah, penerbitan obligasi, serta bantuan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Jadi saya sebagai gubernur, sebagai pemimpin Jakarta tentunya harus punya berbagai alternatif pembiayaan untuk penyelesaian LRT di Jakarta ini,” kata Pramono usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Ia mengemukakan rencana pembangunan lanjutan LRT rute Manggarai–Dukuh Atas yang akan dimulai pada awal 2027 dengan anggaran sekitar Rp2,7 triliun.
Meski demikian, pembangunan tersebut tetap membutuhkan sumber pembiayaan lain. Oleh karena itu, Pramono menanyakan kepada Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin ihwal penerbitan obligasi.
“Sudah siap ininya, Pak anggarannya sudah Rp2,7 triliun,” ucap Iwan Takwin kepada Pramono.
“Nggak perlu obligasi?,” tanya Pramono. “Butuh obligasi, Pak,” jawab Iwan Takwin.
Iwan menegaskan opsi pembiayaan LRT Jakarta cukup terbuka, baik bersumber dari APBD, obligasi, maupun alokasi dari Danantara. “Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara,” tutur Iwan dalam kesempatan yang sama.
Paling penting transportasi berbasis rel di Jakarta semakin terintegrasi, agar masyarakat dapat berpindah antar moda transportasi secara cepat, aman, dan efisien.
“Tetapi yang saya bahagia dan saya happy adalah sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita akan lanjutkan sampai dengan JIS, dari Kelapa Gading ke JIS, dari Velodrome ke Whoosh Halim,” imbuh Iwan.(dan)















