• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Riwayat Keluarga Picu Risiko Jantung, Kenali Gejala yang Sering Terabaikan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 3 Oktober 2025 - 11:01
in Gaya Hidup
jantung

Ilustrasi kesehatan jantung. Foto: Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia maupun dunia. Banyak orang beranggapan penyakit ini hanya menyerang mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat. Padahal, ada faktor lain yang kerap terlupakan, yakni riwayat keluarga.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Kepala Staf Medis Fungsional Kardiologi di Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, menegaskan bahwa faktor keturunan memainkan peran penting. Jika salah satu orang tua memiliki riwayat penyakit jantung, maka anak secara otomatis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya di kemudian hari.

BacaJuga:

Kasus Wajib Militer Gegerkan Publik, Darren Wang dan Pacar Divonis Penjara

Konser BTS di Amerika Serikat Diselimuti Kontroversi

10 Tahun Berlalu, Byeon Woo Seok Akhirnya Minta Maaf kepada IU

“Faktor keturunan tidak bisa dimodifikasi. Itu bagian dari kondisi bawaan yang harus kita terima. Tetapi kabar baiknya, masih banyak faktor risiko lain yang bisa kita kendalikan, seperti pola makan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan tekanan darah,” jelasnya ditemui INDOPOSCO, Selasa (30/9/2025).

Penyakit jantung tidak selalu hadir dengan tanda yang sama. Menurut Prof. Yoga, penyakit jantung koroner biasanya ditandai dengan nyeri dada yang terasa menekan atau seperti tertindih beban berat. Sementara pada gangguan irama jantung (aritmia), keluhan yang sering muncul adalah jantung berdebar.

Dari berbagai jenis aritmia, salah satu yang paling banyak ditemui adalah atrial fibrilasi (AF). Kondisi ini sering dijuluki “silent disease” karena sebagian besar penderitanya tidak merasakan gejala nyata. Padahal, atrial fibrilasi berhubungan erat dengan meningkatnya risiko stroke.

“Sebetulnya, kalau kita lebih peka dengan kondisi tubuh, tanda-tanda itu ada. Hanya saja sering dianggap sepele. Misalnya, tiba-tiba merasa denyut jantung tidak teratur saat sedang santai. Normalnya, kita tidak bisa merasakan detak jantung secara jelas. Tetapi jika mendadak terasa berdebar tanpa alasan, itu harus dicurigai,” ujarnya.

Prof. Yoga mengingatkan bahwa tidak semua sensasi berdebar adalah tanda penyakit. Jantung berdebar karena rasa takut, gugup menjelang presentasi, atau kegembiraan saat mengalami peristiwa menyenangkan adalah reaksi normal tubuh. Namun, bila debaran muncul tanpa rangsangan, berlangsung berulang, atau terasa berbeda dari biasanya, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.

“Jika itu adalah atrial fibrilasi dan tidak ditangani, risiko terbesarnya adalah stroke. Jadi gejala kecil seperti ini sebaiknya jangan dianggap enteng,” tambahnya.

Meski faktor genetik tidak bisa dihindari, bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit jantung. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko lain. Rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, menghindari rokok, mengelola stres, serta memeriksakan kesehatan secara berkala menjadi langkah sederhana yang terbukti efektif.

Prof. Yoga menekankan pentingnya kesadaran diri. Masyarakat diharapkan lebih peduli pada perubahan kondisi tubuh sekecil apa pun. Detak jantung yang terasa tidak biasa, napas yang mudah terengah, atau rasa nyeri dada sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga medis.

“Faktor keturunan memang tidak bisa kita pilih, tapi bagaimana kita menjaga diri sepenuhnya ada di tangan kita,” tambahnya. (her)

Tags: jantungsakitsehat

Berita Terkait.

wang
Gaya Hidup

Kasus Wajib Militer Gegerkan Publik, Darren Wang dan Pacar Divonis Penjara

Sabtu, 25 April 2026 - 05:05
konser
Gaya Hidup

Konser BTS di Amerika Serikat Diselimuti Kontroversi

Sabtu, 25 April 2026 - 04:44
drakor
Gaya Hidup

10 Tahun Berlalu, Byeon Woo Seok Akhirnya Minta Maaf kepada IU

Sabtu, 25 April 2026 - 03:30
kpop
Gaya Hidup

Comeback Penuh Nostalgia, Boyfriend Rayakan 15 Tahun Debut

Sabtu, 25 April 2026 - 02:20
bts
Gaya Hidup

Visual Asli Jin BTS Tanpa Riasan Bikin Fans Terpukau

Sabtu, 25 April 2026 - 01:11
jang
Gaya Hidup

Pasangan Selebriti Jang Dong Gun-Go So Young Gabung Agensi Ace Factory

Sabtu, 25 April 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1349 shares
    Share 540 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.