• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Riwayat Keluarga Picu Risiko Jantung, Kenali Gejala yang Sering Terabaikan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 3 Oktober 2025 - 11:01
in Gaya Hidup
jantung

Ilustrasi kesehatan jantung. Foto: Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia maupun dunia. Banyak orang beranggapan penyakit ini hanya menyerang mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat. Padahal, ada faktor lain yang kerap terlupakan, yakni riwayat keluarga.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Kepala Staf Medis Fungsional Kardiologi di Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, menegaskan bahwa faktor keturunan memainkan peran penting. Jika salah satu orang tua memiliki riwayat penyakit jantung, maka anak secara otomatis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya di kemudian hari.

BacaJuga:

Mengapa Menyelamatkan Gigi Lebih Penting daripada Mencabut? Ini Penjelasan drg. Christine

Spider-Man: Brand New Day Hadir lewat Aktivasi Interaktif di Supermal Karawaci

Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Wuling Tawarkan Mobil Listrik Praktis Mulai Rp155 Juta

“Faktor keturunan tidak bisa dimodifikasi. Itu bagian dari kondisi bawaan yang harus kita terima. Tetapi kabar baiknya, masih banyak faktor risiko lain yang bisa kita kendalikan, seperti pola makan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan tekanan darah,” jelasnya ditemui INDOPOSCO, Selasa (30/9/2025).

Penyakit jantung tidak selalu hadir dengan tanda yang sama. Menurut Prof. Yoga, penyakit jantung koroner biasanya ditandai dengan nyeri dada yang terasa menekan atau seperti tertindih beban berat. Sementara pada gangguan irama jantung (aritmia), keluhan yang sering muncul adalah jantung berdebar.

Dari berbagai jenis aritmia, salah satu yang paling banyak ditemui adalah atrial fibrilasi (AF). Kondisi ini sering dijuluki “silent disease” karena sebagian besar penderitanya tidak merasakan gejala nyata. Padahal, atrial fibrilasi berhubungan erat dengan meningkatnya risiko stroke.

“Sebetulnya, kalau kita lebih peka dengan kondisi tubuh, tanda-tanda itu ada. Hanya saja sering dianggap sepele. Misalnya, tiba-tiba merasa denyut jantung tidak teratur saat sedang santai. Normalnya, kita tidak bisa merasakan detak jantung secara jelas. Tetapi jika mendadak terasa berdebar tanpa alasan, itu harus dicurigai,” ujarnya.

Prof. Yoga mengingatkan bahwa tidak semua sensasi berdebar adalah tanda penyakit. Jantung berdebar karena rasa takut, gugup menjelang presentasi, atau kegembiraan saat mengalami peristiwa menyenangkan adalah reaksi normal tubuh. Namun, bila debaran muncul tanpa rangsangan, berlangsung berulang, atau terasa berbeda dari biasanya, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.

“Jika itu adalah atrial fibrilasi dan tidak ditangani, risiko terbesarnya adalah stroke. Jadi gejala kecil seperti ini sebaiknya jangan dianggap enteng,” tambahnya.

Meski faktor genetik tidak bisa dihindari, bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit jantung. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko lain. Rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, menghindari rokok, mengelola stres, serta memeriksakan kesehatan secara berkala menjadi langkah sederhana yang terbukti efektif.

Prof. Yoga menekankan pentingnya kesadaran diri. Masyarakat diharapkan lebih peduli pada perubahan kondisi tubuh sekecil apa pun. Detak jantung yang terasa tidak biasa, napas yang mudah terengah, atau rasa nyeri dada sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga medis.

“Faktor keturunan memang tidak bisa kita pilih, tapi bagaimana kita menjaga diri sepenuhnya ada di tangan kita,” tambahnya. (her)

Tags: jantungsakitsehat

Berita Terkait.

gigi
Gaya Hidup

Mengapa Menyelamatkan Gigi Lebih Penting daripada Mencabut? Ini Penjelasan drg. Christine

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:12
Penggunaan Boost Charge Melonjak, ALVA Kenalkan Teknologi Berkendara Pintar AIPRO
Gaya Hidup

Spider-Man: Brand New Day Hadir lewat Aktivasi Interaktif di Supermal Karawaci

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:35
Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Wuling Tawarkan Mobil Listrik Praktis Mulai Rp155 Juta
Gaya Hidup

Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Wuling Tawarkan Mobil Listrik Praktis Mulai Rp155 Juta

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:35
Siloam Hospitals TB Simatupang
Gaya Hidup

Siloam Hospitals TB Simatupang Hadirkan Layanan Mom & Child Terintegrasi, Dampingi Keluarga dari Kehamilan hingga Tumbuh Kembang Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:32
Yoon-Kyung-Ho
Gaya Hidup

Yoon Kyung Ho Ungkap Dampak Tak Terduga Turun 34 Kg: “Pekerjaan Benar-Benar Berhenti Datang”

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:10
BLINGY
Gaya Hidup

NCT 127 Rilis Teaser Perdana “BLINGY”, Siap Comeback dengan Album Penuh Ketujuh

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:38

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2063 shares
    Share 825 Tweet 516
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3146 shares
    Share 1258 Tweet 787
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.