• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waktu yang Tepat Cari Pertolongan Ahli Atasi Anak yang Kecanduan Gadget

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 2 Oktober 2025 - 07:17
in Gaya Hidup
17593353006083065459393578561042

Ilustrasi - Anak yang candu akan gadget. ANTARA/Shutterstock/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Psikolog klinis forensik lulusan Universitas Indonesia (UI) Kasandra Putranto membagikan informasi mengenai waktu yang tepat bagi orang tua maupun pendamping dari remaja mencari pertolongan ahli untuk mengatasi masalah kecanduan gadget.
“Tanda utamanya adalah ketika gadget bukan sekadar alat hiburan lagi, tapi sudah mengganggu kesehatan mental, fisik, dan fungsi sosial anak,” kata Kasandra kepada ANTARA, Rabu.

Kecanduan gadget kini menjadi salah satu masalah yang cukup banyak ditemui oleh remaja di Indonesia.

BacaJuga:

Alasan EVAN Tinggalkan Grup Kembali Disorot Netizen, Keinginan Berkarya Jadi Pemicu Utama

Kolaborasi Wuling dan Grab Dorong Perluasan Ekosistem Mobilitas Listrik yang Lebih Berkelanjutan

DesertX V2 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Penyegaran Dunia Motor Petualangan Ducati

Dalam acara diskusi pada Selasa (30/9), Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan dari 68 juta remaja dengan rentang usia 10-24 tahun sebanyak 34 persen di antaranya mengalami kecanduan gadget dan menyebabkan remaja merasa kesepian.

Wihaji juga menyebutkan bahwa satu dari empat remaja mengalami stres hingga mengganggu kesehatan mentalnya karena penggunaan gawai yang mendominasi dalam kegiatan sehari-hari.

Melihat data tersebut, maka intervensi tenaga ahli ataupun profesional dibutuhkan pada remaja yang mengalami kecanduan gadget ketika sudah mengganggu keseharian.

Kasandra menjelaskan beberapa ciri umum dari remaja yang mengalami kecanduan gadget dan membutuhkan pertolongan profesional, salah satunya saat fungsi akademik dan nilai sekolah menurun drastis akibat remaja terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget.

Lalu, saat remaja mengalami gangguan emosi dan perilaku misalnya menjadi lebih mudah marah, cemas berlebihan, bahkan panik jika tidak memegang gadget.

Anak remaja yang kecanduan gadget biasanya juga kehilangan minat pada aktivitas lain dan tidak menyukai interaksi langsung dengan keluarga ataupun teman di ruang nyata.

Ciri lainnya yang perlu diwaspadai adalah saat anak mengalami gangguan tidur dan masalah fisik seperti sakit kepala dan nyeri mata akibat terlalu sering terpapar gadget.

“Pada titik ini, psikolog dapat membantu dengan terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy /CBT) untuk melatih kontrol diri dan mengganti kebiasaan,” kata Kasandra.

Apabila ternyata gejala kecanduan gadget sudah terlalu berat dan melibatkan gangguan emosi yang serius seperti depresi atau kecemasan klinis, maka intervensi psikater dibutuhkan untuk penanganan lebih lanjut termasuk kemungkinan terapi medis bila diperlukan.

Bagi remaja yang ingin melepaskan diri dari kecanduan gadget, Kasandra membagikan beberapa kiat singkat mulai dari pemantauan mandiri hingga detoks digital.

Lewat pemantauan mandiri artinya secara sadar remaja mencatat waktu penggunaan gadget setiap harinya, dengan demikian ia bisa memiliki kesadaran terhadap pola dan kebiasaan terpapar gawai.

Ketika sudah mengetahui pola dan kebiasaan digitalnya, remaja bisa membatasi durasi penggunaan gadget misalnya menjadi 1-2 jam untuk melakukan kegiatan produktif di gadgetnya.

Apabila merasa masih belum cukup, remaja juga bisa mencari kebiasaan baru saat dorongan membuka gadget begitu kuat. Misalnya dengan membaca buku, menulis jurnal, atau berolahraga.

Terakhir, detoks digital juga dapat dilakukan utamanya ketika melakukan kegiatan harian dasar seperti saat akan tidur ataupun saat akan makan bersama keluarga.

“Yang paling penting adalah kesadaran diri bahwa penggunaan gadget sudah berlebihan, kemudian secara bertahap menggantinya dengan aktivitas lain yang lebih sehat,” demikian dipaparkan Kasandra Putranto. (bro)

Tags: anakGadgetKecanduan

Berita Terkait.

evan
Gaya Hidup

Alasan EVAN Tinggalkan Grup Kembali Disorot Netizen, Keinginan Berkarya Jadi Pemicu Utama

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09
HC
Gaya Hidup

Kolaborasi Wuling dan Grab Dorong Perluasan Ekosistem Mobilitas Listrik yang Lebih Berkelanjutan

Senin, 22 Juni 2026 - 13:04
DesertX-V2
Gaya Hidup

DesertX V2 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Penyegaran Dunia Motor Petualangan Ducati

Senin, 22 Juni 2026 - 11:02
Aktor
Gaya Hidup

Dugaan Adegan Ciuman Chen Linong dan Zhang Yifan Jadi Sorotan

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:09
Aktris
Gaya Hidup

Seo Su Min cs Siap Guncang Dunia So Ji Sub dalam “Agent Kim Reactivated

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:17
Raper
Gaya Hidup

Tablo Epik High Beberkan Aturan Sensor Korea, Warganet Heran

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:45

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Hasil Piala Dunia: Bantai Swedia, Belanda Kuasai Puncak Grup

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana
Olahraga

Piala Dunia 2026: Rashford Desak Inggris Tampil Dominan Kontra Ghana

Editor Laurens Dami
Senin, 22 Juni 2026 - 23:00

INDOPOSCO.ID - Timnas Inggris akan menghadapi Timnas Ghana dalam laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette pada...

SelengkapnyaDetails
fifa

Jadwal Piala Dunia: Argentina, Prancis, Norwegia Main, Buru 32 Besar Lebih Cepat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:27
Salah

Hasil Piala Dunia: Comeback, Mesir Bekuk Selandia Baru dan Rebut Puncak Klasemen

Senin, 22 Juni 2026 - 12:03
Trossard

Hasil Piala Dunia 2026: Ditahan Imbang Iran, Lini Serang Belgia Kurang Efektif

Senin, 22 Juni 2026 - 10:41
Yamal

Libas Arab Saudi 4-0, Yamal Sebut Spanyol Sudah Temukan Ritme Permainan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:39
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.