• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Setengah Dibuka

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 29 September 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia tidak pernah tutup. Segawat apa pun keadaan di Suriah kedutaan besar kita tetap buka di sana. Termasuk saat-saat genting pada peralihan kekuasaan tanggal 8 Desember lalu.

“Ada 1.000 warga negara Indonesia di sini. Kami tidak boleh kabur duluan,” ujar Dr Wajid Fauzi, duta besar Indonesia di Syria. “Justru kami yang harus mengevakuasi mereka,” tambahnya.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Wajid sudah enam tahun menjabat duta besar di Syria. Ketegangan seperti di Syria tidak baru baginya. Ia pernah jadi duta besar di Yaman –saat perang di sana.

Sulitnya, warga negara Indonesia di Suriah tidak ada yang datang lewat jalan terang. Tenaga kerja wanita itu datang lewat percaloan yang gelap. Kedutaan harus cari cara yang berliku untuk menemukan mereka.

Malam menjelang tanggal delapan itu juragan mereka kabur. Para juragan sudah membaca situasi baru yang gawat. Mereka tahu: tanggal 5 Desember konvoi besar-besaran meninggalkan ”ibu kota pemberontak” Aleppo. Ke arah kota Homes. Berarti sudah separo jalan menuju Damaskus.

Di Homes konvoi kian besar. Pemberontak dari Homes bergabung. Tanggal 7 Desember mereka sudah menguasai luar kota Damaskus. Ibu kota terkepung masa. Jumlahnya fantastis.

Jam-jam itulah rupanya negosiasi tingkat tinggi berlangsung. Damaskus tidak mungkin dipertahankan. Pasukan penjaga Damaskus sudah busuk dari dalam. Di tanggal 7 Desember itu terjadi gerakan diam-diam: semua tentara meletakkan senjata. Lari. Banyak senjata yang dibuang di tempat sampah. Pun seragam tentara mereka. Tanpa seragam mereka pulang kampung. Ada yang bergabung dengan gerakan masa.

Penyebab pembusukan itu satu: gaji tentara sangat rendah. Tidak cukup untuk makan setengah bulan. Sejak lama sudah seperti itu. Keuangan negara sudah tergantung pada donasi dari bandar Basyir Al Assad: Rusia.

Bandarnya sudah realistis. Uangnya sudah terkuras di perang dengan Ukraina. Apalagi kekuatan tentara Suriah sudah loyo atas bawah.

Sebenarnya ada bandar cadangan: Iran. Tapi Iran juga lagi konsentrasi ke negara lain. Pemimpin besar Hisbullah di Lebanon tewas: Nasrullah. Ia kena bom taktis Israel yang dikirim dari jarak jauh menghancurkan kediamanmya. Kekuatan bomnya 83 ton.

Maka, tanggal 7 malam itu, Presiden Basyir Al Assad harus menyerah. Ia diterbangkan ke Rusia. Bersama istri dan anak. Tidak langsung ke Rusia. Transit dulu di pangkalan angkatan udara Rusia di bagian barat Syria.

Pun para pengusaha besar kroni Assad. Mereka juga kabur. Mereka membawa harta benda tapi meninggalkan pembantu rumah tangga dari Indonesia. Ada TKI yang menghubungi kedutaan. Ada yang tidak. Kedutaan mencari cara menjemput mereka. Dibawa ke penampungan di dekat gedung kedutaan.

“Sulitnya, banyak yang tidak tahu siapa nama belakang mereka,” ujar Pak Duta Besar.

Mereka memang tidak memegang paspor. Dipegang calo. Kedutaan harus membuatkan dokumen perjalanan ”laksana paspor”. Tanpa tahu nama belakang sulit membuatkan dokumen. Data di laksana paspor harus sama dengan data di paspor. Kalau tidak mereka tidak akan bisa lolos di imigrasi saat keluar dari Syria.

Jangankan nama. Di mana kampung asal mereka pun banyak yang lupa. Saking lamanya di Syria. Atau pura-pura lupa. Begitulah doktrin yang disampaikan para calo kepada mereka.

Anehnya calo seperti itu tidak pernah bisa diberantas. Kedutaan sudah sering kirim permintaan agar praktik seperti ini dihapus mulai dari hulunya. Tapi ada saja yang datang lewat pintu belakang.

Sampai sekarang pun masih banyak yang belum berhasil dibuatkan dokumen baru.

Pak duta besar orang Solo. Ia lulusan madrasah Al Islam yang terkenal itu. Ayahnya hakim di pengadilan agama –terakhir menjabat ketua pengadilan tinggi agama di Semarang –lalu Yogyakarta.

Untuk memenuhi permintaan orang tua, Wajid kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Di tahun kedua ia merangkap kuliah di Universitas Gadjah Mada. Doktornya diraih di Universitas Indonesia.

Tidak ada anaknya yang ikut ke Suriah. Ia berdua dengan istri –alumnnus SMAN 8 Jakarta – yang lulusan Universitas Indonesia.

Di hari ketiga di Suriah saya diundang makan siang di Wisma Indonesia. Kebetulan letaknya di tengah perjalanan darat menuju perbatasan Lebanon.


Bersama Duta Besar RI untuk Suriah, dr Wajid Fauzi (tiga dari kiri). Beliau ditemani istri (tiga dari kanan) serta para pegawai KBRI.–

Inilah Wisma Indonesia terbesar, terindah, dan teraman –sebatas pengetahuan saya. Luasnya hampir setengah hektare. Pohon-pohon tinggi menjulang rapat di sekeliling pagarnya. Berbagai pohon buah berada di tamannya –buah lokal maupun buah asal Indonesia.

Di dalam Wisma ini serasa seperti tidak di Syria. Rindang. Tenang. Damai. Ada kolam renang terawat di halaman depan. Airnya biru jernih menggoda. Ada lapangan tenis. Ada halaman belakang. Tapi olahraga penghuninya: bulu tangkis.

Siang itu kami mendapat sajian lodeh, bakwan, semacam kare, empal, kerupuk, dan sambal. Ini berkah luar biasa –setelah tiga hari kambing, kambing, dan kambing.


Akhirnya makan masakan Indonesia, setelah sebelum makan olahan kambing, kambing, dan kambing.–

Wisma ini berada di luar kota. Tapi hanya 15 menit bermobil dari gedung kedutaan. Juga hanya 20 menit dari perbatasan Syria-Lebanon. Strategis. Kalau ada keadaan darurat mudah menuju Lebanon.

Wajid duta besar ketiga atau keempat yang menempati wisma istimewa ini. Lokasinya di lingkungan real estate kelas atas. Semua rumah di kawasan ini seperti itu. Tiap kaplingnya setengah hektare. Pagarnya pohon tinggi padat menjulang.

“Untung rumah ini aman,” ujar Ny Wajid. Maksudnyi: aman di hari revolusi sosial tanggal 7 dan 8 Desember itu. “Padahal tentara yang menjaga di depan wisma sudah kabur. Sudah membuang senjata mereka,” ujarnyi.

Nama Indonesia memang harum di Syria. Tidak pernah ada luka apa pun.

Banyak kedutaan lain yang jadi sasaran amuk masa. Misalnya kedutaan Iran. Atau Tiongkok. Bahkan juga terjadi penjarahan. Tapi aset Indonesia aman-sentosa

Tentu masih ada satu agenda yang lebih sensitif: orang Indonesia yang pernah tergabung dalam pasukan pemberontak. Jumlahnya masih sekitar 100 orang. Pak dubes tidak mau diajak bicara soal ini. Dunia diplomasi harus tahu mana yang dibuka dan mana yang ditutup. Hanya kadang-kadang saja ada yang setengah dibuka.(Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3894 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.