• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Dua Dolar

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 27 September 2025 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hotel mahal sekali di Damaskus. Pakai dolar. Warga asing tidak boleh bayar pakai selain dolar. Rp 4 juta/malam.

Itu menandakan ketidakseimbangan antara jumlah hotel dan banyaknya tamu. Khas negara yang ekonominya mulai bangkit.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Hotel tempat saya bermalam di Damaskus, Sheraton, sudah ancang-ancang diperluas. Sudah ada logo Seven Pillars di depan lobinya. Logo itu sempat membuat saya ragu: jangan-jangan ini bukan Sheraton.

Ternyata Seven Pillars adalah nama baru hotel itu kelak. Setelah diperbesar. Sekaligus ganti pemiliknya. Semua aset milik penguasa lama dan kroninya diambil negara. Pemilik baru hotel ini investor dari Dubai.

Ini memang hotel tua: dibangun tahun 1976. Berarti dibangun di awal pemerintahan diktator keluarga Al Assad –yang baru runtuh setelah berkuasa 50 tahun.

Perlu waktu setidaknya dua tahun untuk membuat keseimbangan antara jumlah hotel dan tamu. Membangun hotel tidak bisa cepat. Baru ada lima hotel bintang lima di Damaskus. Lebih banyak yang sedang dan akan dibangun di sana.

Boleh dikata semangat melupakan perang sudah mendominasi Damaskus. Entah di luar ibu kotanya. Itulah sebabnya saya harus ke Aleppo. Itu kota paling utara Syria –berbatasan dengan Turki. Kalau Damaskus adalah Beijingnya, Aleppo adalah Shanghainya.

Berarti saya harus melewati kota Homes, Hama, dan Saraqib. Juga harus melewati wilayah kosong sejauh perjalanan 500 km itu. Sewa mobilnya Rp10 juta. Pajero 3.000cc. Untuk dua hari.

Jarak Damaskus-Aleppo ibarat Makkah-Madinah –selisih hanya 50 km. Profil jalannya juga mirip. Lebar dan lapang. Di tengahnya ada pemisah. Hanya saja kualitas jalan Makkah-Madinah bintang lima. Damaskus-Aleppo bintang tiga.

Pemandangan di kanan-kiri jalan juga mirip. Di Makkah-Madinah yang terlihat gunung-gunung batu. Warna kehitaman. Di Damaskus-Aleppo gunungnya kapur.

Suriah salah satu penghasil fosfat terbesar dunia. Itu bahan baku pupuk. Indonesia lebih banyak mendatangkannya dari tetangga Suriah: Jordania.

Betul. Begitu meninggalkan kota Damaskus, mulailah terlihat sisa-sisa perang lebih nyata. Bangunan-bangunan rumah rakyat tiga, empat, lima lantai porak-poranda. Perumahan itu padat. Hancurnya lebih terkesan masif.


—

Pun di kota-kota yang saya lewati. Kehancuran bangunannya terlihat mencolok. Berarti hanya Damaskus yang seperti tidak tersentuh perang.

Berarti di mana tingkat kehancurannya tinggi di situlah pemberontaknya hebat. Diktator Basyar Al Assad ingin menghancurkan mereka.

Melihat kehancuran yang luas di sepanjang perjalanan ini berarti, sebenarnya, luar kota Damaskus sudah dikuasai pemberontak –mereka yang kini disebut pahlawan. Berarti Assad tinggal menguasai ibu kota.

Maka, bagi pemberontak, menguasai Aleppo menjadi sangat penting. Aleppo bisa jadi ”ibu kota” tandingan untuk Damaskus.

“Anda boleh kuasai Damaskus, kami kuasai Aleppo”. Biarkan Jakarta kuasai Belanda tapi Surabaya harus direbut. Maka kehancuran bangunan di Aleppo sangat besar –menandakan Assad ingin menghancurkan pusat pemberontakan di Aleppo.

Pun di kota Homes. Waktu saya ziarah ke makam Khalid bin Walid di pusat kota Homes, terlihat begitu masif kehancuran bangunan di sekitarnya. Termasuk bagian-bagian tertentu bangunan masjid itu sendiri: Masjid Khalid bin Walid –makamnya di dalam masjid itu.

Setelah melewati Homes kanan kiri jalan bukan lagi gunung. Terbentang tanah pertanian: pistachio, zaitun, sayur, buah.

Sampai Aleppo langsung ke benteng kuno. Juga di sekitar Benteng Aleppo yang terkenal ini bangunan yang hancur terlihat masif. Saking masifnya sampai terlihat aneh ada satu bangunan sangat bagus yang seperti tidak tersentuh peluru sama sekali: Hotel Sheraton –tempat saya menginap di Aleppo. Mungkin ada pesan khusus dari Assad: jangan sentuh hotel itu –milik kroninya.


—

Maka kelihatannya bangunan hotel berbintang lebih aman dibanding bangunan masjid. Kini bagian-bagian yang hancur dari Masjid Khalid bin Walid sudah diperbaiki. Di makam itu ada dua nisan. Besar dan kecil. Yang besar adalah nisan Bin Walid. Yang kecil adalah nisan anaknya.

Anda sudah tahu: Khalid bin Walid adalah panglima perang yang berhasil menguasai seluruh wilayah Syria –menjadi Islam. Ia memenangkan lebih 100 kali perang –ingin mati di medan perang. Ia sedih ketika akhirnya meninggal akibat sakit di rumahnya –justru sang anak yang tewas di peperangan.

Saya beli kebab di pinggir jalan di seberang Masjid Bin Walid. Sambil memandang ke arah masjid yang berhalaman luas itu. Satu gulung kebab dua dolar Amerika. Dua kebab empat dolar. Saya sodorkan lembaran lima dolar. Kembaliannya uang Suriah –12.000 pound. Berarti pound Syria sedikit lebih kuat daripada mata uang rupiah.

Itulah makan siang kami berempat: saya, Janet, suami, dan Gus Najih Arromadoni. Makannya di atas mobil. Masih 2,5 jam lagi baru sampai Aleppo.

Saya perhatikan caranya membuat kebab. Tiga lembar roti tipis-bundar ditaburi irisan ayam. Lalu diberi kentang goreng French fries. Digulung. Gulungan itu dioleskan ke minyak panas yang menetes dari tandan ayam di atasnya. Sentuhan terakhir itulah yang membuat rasa kebab ini lebih gurih. Atau karena perut yang memang sudah melilit. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3894 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.