• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Rekor Kambing

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 21 September 2025 - 08:00
in Disway
disway-Minggu-780x470

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Saya pegang rekor diri sendiri: 10 hari tidak berhenti makan kambing. Maksud saya: daging kambing. Siang kambing. Malam kambing.

Tebakan Anda benar: itu karena saya harus makan masakan halal selama di Beijing awal September tadi. Semua restoran halal menu utamanya kambing. Buku menunya tebal, tapi tiap halamannya selalu ada kambing.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Selingannya: la mian –mie tarik. Kuahnya juga terasa kuah kambing. Selingan lain: daging ayam. Aromanya juga kambing. Tentu masih ada sayur-sayuran. Bumbunya terasa kambingnya.

Untung sarapan paginya di hotel. Lebih banyak sayur, roti, bakbao (tujuh jenis bakbao), mie, jagung, telo, kentang, labu, telur direbus air teh, salad, bubur xiao mi, bubur delapan jenis kacang-kacangan, dan susu kedelai. Hampir tidak ada daging.

Begitu menjelang siang mulailah berpikir: ke resto yang mana siang nanti. Ada enam resto halal di sekitar hotel saya. Namanya beda-beda menunya hampir sama.

Papan nama resto halal umumnya berwarna hijau. Ada tulisan 清真 kecil di sebelah nama resto yang ditulis besar. Kadang ada juga tulisan Arab amat kecil yang bunyinya ”halal”. Di restoran yang sangat besar kadang ada tulisan Arab ukuran kecil yang bunyinya bismillahirrahmanirrohim.

Yang di sekitar hotel semua tulisannya Mandarin. Tidak ada tulisan Arabnya. Memang kelas resto ini kelas sederhana. Hotel ini berlokasi di pinggiran timur Beijing. Hotelnya juga kecil. Di ruko. Tapi dibuat modern. Minimalis tapi ditata dengan sangat apik –mirip hotel kecil di Jepang.

Menjelang senja kesibukan kembali sama: soal di mana makan malam. Pilihan pertama pasti sate kambing. Di resto mana pun daging kambingnya pasti empuk. Gurihnya amat-amat.

Satenya bisa lima jenis: sate campur lemak, sate iga yang masih ada tulangnya, sate campur tulang muda, sate ukuran jumbo dengan tusuk dari besi panjang, sate jerohan kambing.

Yang tidak ada: gule kambing. Lain kali, kalau pergi lama begini, perlu sangu bumbu gule. Lalu merayu pelayan resto untuk membikinkan gule. Pasti mau. Kan hampir tiap hari makan di situ. Mau mereka modifikasi juga boleh: dicampur bumbu sate.

Semua resto itu milik orang suku Hui. Disebut huiming. Mereka juga menyebut kami ”huiming”. “Apakah kalian juga huiming?” tanya mereka kepada kami.

Maksudnya: apakah kami juga memeluk agama Islam. Tentu suku saya bukan Hui tapi tidak mengapa disebut begitu. Ibarat semua sepeda motor disebut Honda –apa pun mereknya.

Di salah satu resto saya menemukan menu baru. Senengnya bukan main. Ada yang beda. Seperti kue dipotong kecil-kecil lalu ditaburi wijen sangat rapat.

Akhirnya kami menemukan menu menarik yang bukan kambing. Saya pun bertanya apa yang dibungkus wijen yang amat rapat itu. Jawabnya bikin saya tersenyum sendiri: itu daging kambing yang dibungkus wijen!

Suku Hui di Beijing itu umumnya perantau. Mereka berasal dari provinsi Gansu –dengan ibu kotanya Lanzhou. Jauh di bagian barat Tiongkok. Gansu berbatasan dengan provinsi Xinjiang.

Tentu ada juga yang bilang datang dari Ningxia atau Qinghai –dua provinsi tetangga yang mayoritas penduduknya juga Muslim. Di Tiongkok terdapat 40.000 masjid, terbanyak di empat provinsi itu.

Sepuluh hari nonstop makan kambing saya pun punya dendam yang kuat: begitu tiba di rumah kelak akan langsung makan soto Banjar made in Galuh Banjar.

Akhirnya saya tiba di Indonesia kembali. Begitu masuk rumah saya buka tudung makanan di meja: istri saya menyajikan gule iga kambing!

Alhamdulillah. Puji Tuhan. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3894 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3922 shares
    Share 1569 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1135 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.