• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

6 Fakta Ilmiah Mengejutkan Tentang Orgasme, Pasutri Wajib Tahu!

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 18 September 2025 - 11:42
in Gaya Hidup
pasangan

Ilustrasi - Pasangan suami istri tengah bersenggama. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Orgasme ibarat ceri di atas kue seks yang nikmat. Ia memang bukan syarat mutlak untuk merasakan kepuasan, tapi ketika hadir, tubuh dan pikiran mendapat banyak manfaat.

Penelitian menunjukkan orgasme dapat menurunkan stres, meningkatkan kualitas tidur, memperkuat ikatan emosional lewat pelepasan hormon oksitosin, hingga memperlancar sirkulasi darah.

BacaJuga:

Mitsubishi Xforce HEV Bukan Sekadar Hybrid, Ini Keunggulannya

Andrea Bocelli Siap Pukau Borobudur-Jakarta, Nasabah SMBC Indonesia Kebagian Benefit Spesial

Maestro Andrea Bocelli Bawa “Romanza” Pulang ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Utama

Jadi meski seks tetap bisa memuaskan tanpa orgasme, kehadirannya memberi tambahan manfaat fisiologis maupun psikologis bagi pasangan suami istri (pasutri) yang membuat pengalaman lebih lengkap.

Dilansir Mind Body Green pada Kamis (18/9/2025), berikut beberapa fakta ilmiah yang jarang diketahui pasutri tentang orgasme:

1. Orgasme perempuan bukan secara alami lebih sulit

Sekitar 95% perempuan bisa orgasme dengan mudah saat masturbasi. Kesulitannya dalam hubungan seksual lebih dipengaruhi norma budaya dan kurangnya informasi.

Sejarah seks selalu berpusat pada kesenangan laki-laki, sehingga stimulasi klitoris atau seks oral masih dianggap “foreplay,” bukan inti seks. Penelitian tentang kenikmatan perempuan juga jauh lebih sedikit dibanding laki-laki.

2. Mengetahui “orgasm gap” meningkatkan peluang orgasme

Studi di jurnal Sex Education menunjukkan perempuan yang mempelajari kesenjangan orgasme (95% pria hetero selalu orgasme vs hanya 65% perempuan) kemudian lebih sering dan lebih mudah mencapainya.

“Hasilnya, perempuan yang ikut kelas tentang kesenjangan orgasme melaporkan mengalami orgasme lebih sering dan lebih nikmat setelahnya,” jelas studi tersebut.

3. Perempuan juga bisa orgasme dalam tidur

Sejak 1953, riset menunjukkan 37% perempuan pernah orgasme lewat mimpi. Studi terbaru bahkan menemukan lebih dari 20% mimpi yang diingat perempuan bernuansa erotis. Orgasme nokturnal ini dipicu aliran darah ke vagina saat fase REM.

“Berlawanan dengan anggapan umum, mimpi basah bukan hanya untuk remaja laki-laki. Saat fase REM, jika mimpimu cukup panas, aliran darah ke vagina meningkat dan bisa menghasilkan orgasme nokturnal. Ini bukan hal baru dan tentu saja bukan sesuatu yang langka,” jelas pakar seksualitas asal Amerika Serikat, Emily Morse, Ph.D.

4. Tidak semua orgasme bersifat seksual

Sebagian orang mengalaminya dari aktivitas tak biasa: turbulensi pesawat, menyusui, melahirkan, mendengarkan musik tertentu, hingga rasa lega dari nyeri. Peneliti menyebut orgasme sebagai proses neuropsikologis yang bisa dipicu berbagai rangsangan, bukan hanya seksual.

5. Hampir separuh suami salah menilai orgasme istrinya

Studi pada 1.600 pasangan menemukan 43% suami mengira istrinya lebih sering orgasme daripada kenyataannya. “Tidak ada tanda pasti orgasme pada perempuan, sehingga cara terbaik adalah komunikasi langsung,” terang Planned Parenthood.

6. Serviks juga bisa jadi sumber orgasme

Serviks adalah jaringan yang menghubungkan rahim ke vagina. Stimulasi pada area ini bisa memicu orgasme penuh tubuh, tapi hanya ketika perempuan cukup terangsang. Jika tidak, bisa terasa menyakitkan.

“Orgasme serviks bisa dicapai saat perempuan benar-benar terangsang. Jika belum cukup terangsang, stimulasi bisa terasa menyakitkan. Rasanya berbeda dengan stimulasi klitoris karena berasal dari dua sistem saraf yang berbeda. Biasanya butuh waktu, latihan, serta penetrasi menggunakan dildo, vibrator, atau penis. Banyak perempuan menggambarkannya sebagai orgasme yang lebih terasa di seluruh tubuh,” kata Morse menambahkan.

Dengan memahami fakta-fakta ilmiah ini, pasutri dapat melihat bahwa orgasme bukan sekadar puncak kenikmatan, melainkan bagian dari perjalanan intim yang sarat manfaat bagi tubuh, pikiran, dan hubungan. (her)

Tags: Fakta Ilmiahhubungan suami istriOrgasmePasutri

Berita Terkait.

Mitsubishi
Gaya Hidup

Mitsubishi Xforce HEV Bukan Sekadar Hybrid, Ini Keunggulannya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:31
smbc
Gaya Hidup

Andrea Bocelli Siap Pukau Borobudur-Jakarta, Nasabah SMBC Indonesia Kebagian Benefit Spesial

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:21
andrea
Gaya Hidup

Maestro Andrea Bocelli Bawa “Romanza” Pulang ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Utama

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:13
Women-Run
Gaya Hidup

Lebih dari 1.000 Perempuan Ramaikan Great Eastern Women’s Run 2026, Bawa Semangat Sehat hingga Aksi Sosial

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:01
RS Tria Dipa Perkuat Kedaulatan Kesehatan Indonesia lewat Teknologi CT Scan dan Cathlab
Gaya Hidup

RS Tria Dipa Perkuat Kedaulatan Kesehatan Indonesia lewat Teknologi CT Scan dan Cathlab

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:05
corbis
Gaya Hidup

Komentar Idol HYBE kepada Sesama Anggota CORTIS Tuai Kritik Tajam

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.