• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Keponakan Prabowo Mundur dari DPR, Formappi: Tradisi Baru Layak Dicontoh

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 11 September 2025 - 11:56
in Nasional
Tangkapan layar video Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang juga keponakan dari Presiden Prabowo Subianto melalui akun instagram pribadinya, @rahayusaraswati menyatakan mundur sebagai anggota DPR, Rabu (10/9/2025)

Tangkapan layar video Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang juga keponakan dari Presiden Prabowo Subianto melalui akun instagram pribadinya, @rahayusaraswati menyatakan mundur sebagai anggota DPR, Rabu (10/9/2025)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara, menyatakan mundur sebagai anggota DPR periode 2024–2029 dengan alasan sebagai bentuk tanggung jawab karena ucapannya saat menjadi pembicara dalam sebuah podcast yang potongan videonya viral menuai kontroversi

Menanggapi hal ini, peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus dengan tegas mengapresiasi hal itu sebagai tradisi baru dalam perpolitikan tanah air.

BacaJuga:

Semangat Harkitnas, Menteri PANRB: Perkuat Manfaat Digital dengan Cerdas dan Bijak

Pemerintah Pastikan Proses Pemulangan 9 WNI ke Tanah Air

Rangkaian Puncak Haji di Armuzna Berjalan Lancar, Begini Harapan Cak Imin

“Keputusan Sarah untuk mundur dari keanggotaannya di DPR merupakan kabar yang mengejutkan. Selain karena muncul tiba-tiba, keputusan mundur itu juga hampir belum pernah terjadi sebelumnya untuk anggota DPR dan pejabat bahkan mereka yang diduga atau menjadi terdakwa kasus korupsi sekalipun,” kata Lucius Karus kepasa INDOPOSCO, Kamis (11/9/2025).

Kata Lucius, Sara mundur bukan karena kasus korupsi, tetapi karena pernyataannya di podcast yang dinilai tak pantas oleh publik.

“Tentu saja dengan keputusan Sarah ini, tradisi baru mulai dibentuk. Atau bisa dikatakan, Sarah meletakkan standard etik baru bagi anggota DPR, dan bahkan bagi pejabat lembaga lain. Layak dicontoh,” ucapnya.

Menurutnya, mengundurkan diri seharusnya memang menjadi sikap yang tepat bagi setiap pejabat yang dipilih melalui pemilu.

“Karena jabatan yang diemban datang dari rasa percaya orang lain, maka kepercayaan itu harus dijaga. Manakala kepercayaan itu disalahgunakan bahkan melukai hati orang yang memilih, maka seharusnya tak ada alasan lagi untuk bertahan dengan jabatan itu,” terangnya.

Jadi mestinya, ujar Lucius, para anggota DPR yang selama ini dinilai bermasalah tak perlu ribet mengikuti proses sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, jika saja setiap anggota punya standard etik yang tinggi untuk mempertanggungjawabkan perkataan dan tindakan yang dilakukan.

“Ke depannya, kita berharap apa yang ditunjukkan Saraswati ini jadi rujukan anggota DPR lainnya,” tandasnya.

“Kalau rakyat menilai tak pantas, ya artinya seseorang tak punya legitimasi lagi untuk bertahan. Dan soal kepercayaan ini, jelas tak bisa diperbaiki oleh putusan dari luar, seperti pengadilan atau sidang etik,” sambungnya.

Kepercayaan menjadi seorang wakil rakyat atau pejabat negara, lanjut pria asal Indonesia Timur ini, harus diikuti tanggungjawab.

“Sehingga jika publik mulai tidak percaya, mestinya bentuk pertanggungjawaban pertama adalah mengundurkan diri,” cetusnya.

Sedangkan, lanjit Lucius, bertahan di tengah ketidakpercayaan publik bagi seorang anggota DPR hanya membuktikan ketakpantasan sebagai wakil rakyat.

“Karena urusan menjadi wakil rakyat hanya bisa berjalan kalau ada rasa saling percaya antara pemilih dan wakilnya,” pungkasnya. (dil)

Tags: DPR RIFraksi GerindraSarah

Berita Terkait.

rini
Nasional

Semangat Harkitnas, Menteri PANRB: Perkuat Manfaat Digital dengan Cerdas dan Bijak

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:05
wni
Nasional

Pemerintah Pastikan Proses Pemulangan 9 WNI ke Tanah Air

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:10
imin
Nasional

Rangkaian Puncak Haji di Armuzna Berjalan Lancar, Begini Harapan Cak Imin

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:48
sugiono
Nasional

9 WNI yang Diculik Israel Bebas, Menlu: Terima Kasih kepada Masyarakat dan DPR

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:33
atr
Nasional

Bergabung dalam Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:13
gogot
Nasional

Kemendikdasmen Pastikan SPMB Jadi Akses Anak Usia Sekolah Peroleh Pendidikan

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:25

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2824 shares
    Share 1130 Tweet 706
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1213 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.